Indonesian English French German Greek Hebrew Italian Korean Spanish

Warta 2018

Apa Yang Anda Cari Dalam Kehidupan Ini?

PDF

Pertanyaan ini sudah pasti sering kita dengar! Tetapi ada banyak kejadian dalam hidup ini membuat kita melupakannya. Sebab semua kejadian yang dinamakan penderitaan, kemiskinan, kegagalan, kehancuran dan berbagai-bagai pencobaan hingga deraan penyakit telah menyita seluruh perhatian hidup kita. Ada banyak orang menjadi demikian lelahnya untuk meneruskan kehidupan ini. Demikian putus asanya!

Janganlah heran bila anda menemukan ada sekelompok orang menjadi demikian sensitifnya. Mereka mudah sekali tersinggung. Mereka mudah sekali untuk marah. Bahkan kata-kata mereka sangat tajam dan teramat menyakitkan untuk didengar. Semuanya itu merupakah buah dari apa yang disebut dengan kepahitan hidup.

“Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit” Wahyu 8:11

Dalam kehidupan akhir zaman ini, seperti yang telah dinubuatkan oleh Rasul Yohanes dalam Wahyu 8:11, “Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.” Bahwa kepahitan hidup mendera kehidupan dunia. Pertentangan dan perpecahan dalam keluarga. Manusia saling mendengki, curiga dan berlomba-lomba untuk mencapai hidup menang sendiri (egois hidup) dengan hati yang rela mengorbankan apapun juga dalam hidupnya.

Tuhan Yesus telah melihat jauh kedepan atas semua kehidupan ini maka Rasul Yohanes juga mencatat pesan Tuhan ini sebagai pesan, solusi dan peringatan bagi kita semua, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” Yohanes 14:27  bahwa ada banyak orang telah kehilangan damai sejahtera hidup. Ada banyak orang memiliki materi/uang tetapi kehilangan hidup. Demikian juga sebaliknya ada banyak orang menjadi demikian miskinnya dalam hidup. Mereka merasa hidup seperti neraka.

Saya tidak bermaksud menyoroti kehidupan siapapun juga secara pribadi. Tetapi saya menjadikan kitab suci sebagai parameter dalam menilai kehidupan yang ada hari ini. Saya, anda dan semua kita_entahkah anda sebagai orang Kristen ataupun bukan orang Kristen tentulah dapat menilai secara sederhana apa yang saya tuliskan ini. Dibalik semua penulisan ini bertujuan untuk kita menyadarinya. Sebab orang sadar akan lebih mudah menemukan jalan kehidupan yang menuntunnya untuk mencapai apa yang dicita-citakannya.

Orang yang membuka diri untuk belajar akan lebih mudah menguraikan kekusutan hidupnya. Demikian juga orang yang membuka hatinya untuk melihat kehidupan karena TUHAN akan beroleh ganjaran kebahagiaan hidup.

Sebab kehidupan rohani mengurung kita pada dua pilihan kehidupan yaitu “Berkat atau Kutuk” seperti yang ada tertulis, “Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,” Ulangan 30:19 

Tanpa bermaksud mendahului pilihan hidup anda yang sepenuhnya saya simpulkan bahwa semua orang ingin hidup dalam berkat. Ijinkan saya menuliskan berkat-berkat kehidupan yang dituliskan dalam kitab suci dalam Ulangan 28:1-13:

  • ·         "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:
  • ·         Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang.
  • ·         Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.
  • ·         Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu.
  • ·         Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.
  • ·         TUHAN akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu. Bersatu jalan mereka akan menyerangi engkau, tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu.
  • ·         TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.
  • ·         TUHAN akan menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang kudus, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu, jika engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.
  • ·          Maka segala bangsa di bumi akan melihat, bahwa nama TUHAN telah disebut atasmu, dan mereka akan takut kepadamu.
  • ·          Juga TUHAN akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu -- di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu.
  • ·         TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.
  • ·         TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,

Apakah anda setuju dengan saya ketika satu kesimpulan terbaik dari hidup diberkati TUHAN adalah hidup yang luar biasa? Semua hal yang dicatat kitab suci telah mencakup seluruh aspek kehidupan yang kita inginkan. Jadi saya menyimpulkan bahwa yang kita cari dalam kehidupan ini adalah HIDUP YANG DIBERKATI OLEH TUHAN.  Amin

Sekarang marilah kita melihat sama-sama, hal apa yang dibenci oleh Tuhan sesuai yang tertulis dalam kitab suci. Saya menarik parameter perkataan Tuhan Yesus sebagai bukti dan mempersempit sudut pandang kita supaya fokus untuk membangun iman melalui kitab suci. Setelah anda membaca berkat, mari kita sedikit beralih kepada kutuk.

Perhatikan apa yang tertulis dalam Matius 11:21-24

  • 21"Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
  • 22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
  • 23 Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.
  • 24 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu."

Saya memberikan penekanan pada tulisan tiga kota yaitu Khorazim, Betsaida dan Kapernaum yang dikutuk oleh Tuhan Yesus sesuai yang tercatat dalam kitab suci. Apakah kutuk Tuhan Yesus ini terbukti?

Pada bulan Desember 2017, saya - Pdt. Pertamaputra Djohan bersama keluarga dengan rombongan orang yang cinta Tuhan tiba di Danau Galilea yang disebut juga sebagai Danau Kineret di Israel merupakan sumber air tawar terbesar bagi Israel.

Ketika kami berada di area puing-puing gereja lama oktagon yang didirikan di atas rumah Petrus di Kapernaum, suata fenomena alam dinyatakan TUHAN tepat diatas bangunan ini. . Suatu cahaya melintasi langit dan berwarna seperti pelangi. Keindahan yang luar biasa sehingga semua rombongan yang saya bimbing dalam perjalanan ini terpesona dengan fenomena alam ini (website: www.sheepgateministry.com).

Hal yang mengejutkan adalah tour leader yang berasal dari Israel memberitahukan kepada kami bahwa ketiga kota ini “Khorazim, Betsaida dan Kapernaum” masih merupakan kota yang tidak berkembang hingga hari ini. Semua kutukan Tuhan Yesus itu terbukti hingga hari ini terjadi.

Mengerikan sekali! Ketiga kota ini  selain merupakan kota yang merupakan tempat pengajaran Tuhan Yesus juga mengalami banyak mujizat Tuhan. Tetapi apakah yang terjadi ini? Banyak mujizat Tuhan terjadi mengapa justru jadi kota yang dikutuk? Jawaban sederhananya adalah mereka tidak bertobat dan berkabung.

Ketika orang-orang Kristen mengejar mujizat, kebutuhan hidup dan keinginan mereka, hal ini tidaklah salah. Tetapi melalui kisah kutuk dari ketiga kota ini, kita harus belajar sesuatu yang lebih luas dan benar. Bahwa hidup kekristenan ini haruslah melebihi pencapaian semuanya itu.

Berkabung merupakan suatu kesadaran bahwa hidup ini masih ada kedaulatan TUHAN dan kesederhanaan hidup yang perlu dipahami sepenuhnya. Setiap orang akan mengalami kematian cepat atau lambat sesuai waktu-Nya. Semua hal yang di dunia ini harus dilepas pada akhir hidup seseorang.

Pertobatan merupakan suatu bentuk perubahan sikap yang nyata bahwa seseorang berbalik dari kehidupannya yang lama “kehidupan yang tidak dikenan Tuhan” untuk menjalani hidup baru yang sesuai dengan kitab suci “hidup sesuai kehendak-Nya”.

Parameter dari kehidupan manusia lama yang tidak dikenan Tuhan adalah hidup bertentangan dengan Firman Tuhan, hidup munafik (hanya sibuk mengurusi orang lain dengan negatif, sementara tanggungjawab hidup pada diri sendiri diabaikan), suka berdusta, keluarga tidak harmonis, egois, suka cari dan buat perkara negatif, melawan kebenaran, suka menfitnah dan berbagai-bagai perbuatan buruk yang menentang hukum pemerintahan, mengejar pujian manusia, gila hormat, mendukakan Roh Kudus dan suka berbuat baik tapi pamrih.

Berkabung merupakan suatu kesadaran bahwa hidup ini masih ada kedaulatan TUHAN dan kesederhanaan hidup yang perlu dipahami sepenuhnya

Pertobatan merupakan suatu bentuk perubahan sikap yang nyata bahwa seseorang berbalik dari kehidupannya yang lama “kehidupan yang tidak dikenan Tuhan” untuk menjalani hidup baru yang sesuai dengan kitab suci “hidup sesuai kehendak-Nya”.

Parameter dari kehidupan yang dikenan Tuhan adalah menjadi pelaku Firman Tuhan, hidup damai sejahtera, hidupnya tidak menyandung orang lain, mengejar hidup kudus dan takut akan Tuhan, mengkoreksi diri untuk selalu mencapai kehidupan yang sesuai dengan buah Roh “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” Galatia 5:22-23

TUHAN memakai hidup saya dengan pelayanan yang penuh dengan tanda-tanda heran, berbagai mujizat, pemulihan hidup dan manifestasi Roh Kudus yang luar biasa. Tetapi saya pada akhirnya menarik suatu kesimpulan sederhana bahwa mujizat Tuhan tidak menjamin orang Kristen bertobat dan jadi setia. Sebab mengacu pada kutuk Tuhan Yesus atas tiga kota tersebut, saya juga melihat langsung berbagai-bagai “hal buruk hingga mencuri kemuliaan” yang telah terjadi pada orang-orang Kristen tersebut_yang saya layani setelah menerima mujizat Tuhan Yesus tersebut.

Satu-satunya penghiburan yang bisa saya tuliskan adalah tidak semua berbuat buruk dihadapan TUHAN setelah mereka mengalami mujizat-Nya. Tetapi “tidak semua” itu merupakan jumlah yang teramat sedikit. Jadi benarlah apa yang dikatakan oleh kitab suci, “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.“ Matius 22:14 

Ketika saya membaca apa yang TUHAN pesankan melalui 1 Korintus 7:20 : “Baiklah tiap-tiap orang tinggal dalam keadaan, seperti waktu ia dipanggil Allah.” Merupakan suatu pesan penting bagi umat-Nya agar menemukan panggilan hidupnya semasa hidup. Janganlah menempatkan diri untuk menjadi orang lain meskipun yang merupakan pembuat sejarah rohani. Setiap orang berharga di mata Tuhan.

Saya melihat bahwa mujizat yang Tuhan Yesus adakan, seringkali merupakan parameter pembatas hidup untuk seseorang memahami bahwa TUHAN sedang memanggilnya. Hal ini akan semakin diteguhkan betapa Tuhan juga mengadakan hal-hal ajaib, tanda-tanda dan mujizat lainnya mengikuti kehidupan orang tersebut.

Bila anda meneliti lebih jauh lagi akan hal ini, anda pasti tahu kisah sepuluh orang kusta yang beroleh mujizat Tuhan Yesus: “Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!" Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?" Lukas 17:12-18

Sebab pertobatan haruslah didasarkan oleh tindakan-tindakan hidup yang terpuji dimulai hari ini hingga akhir hidup seseorang

Ada tiga hal yang bisa membuat orang Kristen kehilangan panggilan Tuhan:

  1. Kembali kepada kehidupan agamawi / lebih menyukai kesalehan lahiriah
  2. Lupa budi
  3. Ketemu Tuhan tapi sebatas kebutuhan dan tidak punya tujuan hidup masa depan

Perhatikan juga perubahan hidup secara luar biasa pada tokoh berikut ini, “Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." Lukas 19:5-10

Tuhan Yesus menyukai bau persembahan yang lahir dari ketulusan yaitu tindakan yang berani bayar harga untuk berbalik dari kekeliruan dan kesalahan masa lalu. Sebab pertobatan haruslah didasarkan oleh tindakan-tindakan hidup yang terpuji dimulai hari ini hingga akhir hidup seseorang.

Saya melihat bahwa mujizat yang Tuhan Yesus adakan, seringkali merupakan parameter pembatas hidup untuk seseorang memahami bahwa TUHAN sedang memanggilnya

Untuk lebih mendalami semuanya itu yaitu panggilan Tuhan dalam hidup seseorang dibutuhkan hati nurani yang murni dan benar. Hidup sebagai orang Kristen yang benar dan bijak adalah hidup sebagai murid Kristus. Seorang murid akan terus belajar untuk menjadi sama dan serupa dengan Yesus. Utamakan ketulusan, kemurnian dan memberkati. Dan janganlah pernah menyelipkan “ambisi rohani” dalam masa-masa anda belajar karib dengan TUHAN itu. Janganlah kotori masa terbaik jatuh cinta dengan TUHAN itu dengan egois kemenangan dan  egois populeritas rohani.

Sebab ambisi dapat membutakan mata hati anda sehingga pada masa pencobaan datang nanti, anda akan kalah. Anda tidak akan kuat untuk memilih berada dipihak Tuhan sebab didepan anda, setan telah menjebak anda pada lingkaran sungkan, rasa persaudaraan, rasa kekeluargaan, alasan ini itu yang membuat anda harus melepaskan kasih karunia dan panggilan Tuhan pada akhirnya. Oleh setitik nila pada lingkaran hidup anda, akhirnya anda kehilangan semuanya.

Sebab ambisi dapat membutakan mata hati anda sehingga Anda tidak akan kuat untuk memilih berada dipihak Tuhan sebab didepan anda, setan telah menjebak anda pada lingkaran sungkan, rasa persaudaraan, rasa kekeluargaan, alasan ini itu yang membuat anda harus melepaskan kasih karunia dan panggilan Tuhan pada akhirnya

Setelah kita memahami secara sederhana apa yang kitab suci uraikan tersebut di atas bahwa manusia pada hakikatnya menginginkan hidup diberkati tetapi ada banyak kali kehidupan ini menyudutkan orang untuk terpaksa dan terpenjara dalam hidup yang terkutuk.

Tetapi TUHAN memberikan kepada kita suatu solusi yang terbaik….

Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, Yesaya 61:1

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”, Matius 6:33

Di dalam TUHAN akan selalu ada pengharapan dan pemulihan hidup. Sekarang marilah kita melihat lebih dalam lagi apa yang Firman TUHAN ajarkan. Hal ini juga merupakan pesan yang saya terima dari TUHAN ketika saya memasuki goa doa di tahun 2018 ini….

“Cinta yang  tenggelam akan tertenggelamkan

“Cinta yang hanyut akan terhanyutkan

“Cinta yang seperti batu karang akan bertahan

“Cinta yang seperti apakah yang ada pada anak-anak-Ku sekarang ini ???

Kalimat ini terus diperdengarkan oleh Roh Kudus kepada saya. Saya mendengar suara-Nya semakin diulang, terdengar semakin jelas. Lalu suara lembut TUHAN berbisik kepada saya, renungkanlah….Mazmur 1

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.  Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan” Mazmur 1:1-6

Ø  Dua macam orang dihadapan TUHAN

Kitab suci menguraikan kepada kita ada dua jenis orang dihadapan TUHAN yaitu orang benar dan orang fasik.

Demikianlah hal dalam hidup ini akan ada pencobaan. Hidup tidak akan jauh dari dua roda perputaran hari yaitu hitam atau putih, senang atau susah, sehat atau sakit, besar atau kecil, baik atau buruk, tahu budi atau murtad, setia atau pengkhianat, menang atau kalah, sorga atau neraka.

Orang benar akan bertahan dalam pencobaan sebab cinta dan hati mereka kuat seperti batu karang. Orang benar akan selalu setia dan bertahan. Orang benar memilih tahu menempatkan diri dan membalas budi.

Sementara orang fasik akan lari, kalah dan undur dalam pencobaan. Sebab cinta dan hati orang fasik hanya akan masuk pada dua pilihan yaitu tenggelam atau hanyut. Orang fasik merupakan orang yang mudah mengucapkan kata tetapi hanyut dan tenggelam oleh perbuatan hidup mereka sendiri

“Tetapi saya pada akhirnya menarik suatu kesimpulan sederhana bahwa mujizat Tuhan tidak menjamin orang Kristen bertobat dan jadi setia”

Ø  Ciri-ciri orang benar

Orang benar menjagai langkah hidupnya (mereka tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, mereka tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan mereka tidak duduk dalam kumpulan pencemooh).

Orang benar memilih pergaulan hidup/ sosialita/ komunitas yang benar sehingga hari-hari hidup mereka penuh kebahagiaan

Orang benar sangat mencintai Firman Tuhan dan melakukan perintah-perintah-Nya tanpa perduli harga

Orang benar memiliki keberuntungan dalam hidupnya

Orang benar memiliki penyertaan TUHAN sehingga ada banyak hal yang terjadi dalam hidup mereka merupakan kasih karunia, kemujuran dan banyak pertolongan manusia

Orang benar menerima teguran TUHAN dengan bersyukur, mau mengkoreksi dirinya dan mau berubah sesuai petunjuk-petunjuk-Nya

Orang benar akan mengalami berbagai kejahatan dari dunia (difitnah, disakiti, dikhianati, dibiarkan sendiri, terbuang dan ditolak), sebab Yesus dalam diri mereka sangatlah besar. Orang benar karib dengan TUHAN

Orang benar dapat dikenali dari kehadiran TUHAN secara terbuka.

Ø  Ciri-ciri orang fasik

Orang fasik suka menabur nasihat perpecahan, kebencian dan iri hati

Orang fasik suka ikut campur perkara orang lain dengan mencari keuntungan buat dirinya sendiri

Orang fasik suka bergosip dan sok tahu

Orang fasik suka mengutip perkataan orang lain, pengalaman orang lain bahkan berbicara menurut pandangan orang lain

Orang fasik suka menjual nama Tuhan demi kepentingan, kebutuhan dan ambisi pribadinya

Orang fasik mudah hancur dalam pencobaan dan penghakiman

Orang fasik tidak suka melihat kemajuan dan kebahagian orang didekatnya

Orang fasik suka iri pada sesamanya

Orang fasik suka membuat kasta rohani, menolak orang benar dengan alasan materi

Orang fasik suka dengan keributan

Orang fasik suka cari-cari dan membesar-besarkan perkara

Orang fasik dipakai dalam kehidupan ini untuk meremehkan, memandang rendah dan menghina orang-orang yang akan menjadi pembuat sejarah

Orang fasik meskipun sudah direndahkan Tuhan tetapi hatinya tetap jahat

Orang fasik terkena penghakiman TUHAN akan hilang lenyap semua kebanggaannya

Oleh karena hidup ini ada masa senang juga masa susahnya maka kita perlukan keluarga, sahabat dan orang-orang setiawan untuk mendukung kita. Oleh karena kita tidak dapat hidup seorang diri.

Kenalilah panggilan TUHAN. Kejarlah semuanya itu hingga akhir hidup. Bertahanlah dalam segala sesuatu. Sebab kecil merupakan ukuran kesetiaan TUHAN sebelum datangnya hari pemberkatan dari-Nya. Siapa yang bertahan dan setia akan menikmati semua jerih payahnya dalam TUHAN.

Mereka yang menikmati kebahagiaan hidup adalah mereka yang menemukan TUHAN dan hidup bersama orang-orang yang terpuji hingga akhir hidup mereka.

Demikianlah kita perlukan TUHAN. Sebab pada TUHAN saja ada orang-orang setiawan yaitu orang-orang yang bisa jadi keluarga, sahabat dan malaikat-malaikat penolong dalam hidup kita. Amin

 

Semua hal yang dicatat kitab suci telah mencakup seluruh aspek kehidupan yang kita inginkan.

Jadi saya menyimpulkan bahwa yang kita cari dan inginkan dalam kehidupan ini adalah HIDUP YANG DIBERKATI OLEH TUHAN.  Amin

 

HINENI Januari - Juni 2018

PDF

HINENI

“Ini aku Tuhan…”

I.              KENANGAN BAGONG PUTIH

Masih ingat dalam ingatanku semua perkara sedih itu. Setiap orang yang hidup dalam kebahagiaan kasih, suatu ketika akan mengalami apa yang aku alami. Kehilangan orang yang paling kita cintai oleh karena kematian. Suatu bentuk kesakitan hidup yang tidak ada obatnya.

Hari-hari yang ditemani oleh tangisan, jeritan hati dan air mata. Semua hal berubah menjadi hambar. Bagaimanakah mungkin hidup secepat itu berganti musimnya? Tidak ada ubahnya dalam panasnya terik mentari tiba-tiba sekejab hujan turun, ya hujan ditengah-tengah mentari panas itu. Hal langka ini masih juga terjadi.

Ketika mengendarai mobil Toyota Innova hitam yang biasa dipakai almarhumah istri saya itu, justru saya kembali tersekat hati. Kesesakan oleh banyaknya kehadiran kenangan cinta bersama istri membuat saya menanggis seperti bayi yang baru lahir pertama kali didunia. Tangisan yang seringkali pecah dalam mobil itu membuat hidup kehilangan rasa.

Tuhan di sorga melalui Roh Kudus-Nya berbicara kepada saya, “Nak, mobil ini tukarkan saja dengan mobil yang baru.” Meskipun larut dalam berbagai-bagai kesedihan, saya masih bisa mendengar suara-Nya. Saya masih mentaati-Nya. Lalu dengan berbagai pertimbangan dan dukungan, mobil Toyota Innova hitam itu saya ganti dengan sebuah mobil Mitsubishi  Pajero Matic Putih dengan keluaran model terbaru.

Mobil Pajero putih ini dikemudian hari dikenal dengan sebutan bagong putih. Selain besar ukurannya juga setia menemani kemanapun saya pergi pelayanan. Mobil yang tidak pernah sedikitpun bermasalah. Mobil ini merupakan mobil berkat atas perintah Tuhan hingga dikemudian hari menemani saya setia melayani pulang pergi penginjilan ke Bandung.

Bagong putih itu hadir seiring sejarah berdirinya Pelayanan Father’s Miracle Bandung. Dan saya masih ingat saat saya membeli Pajero Matic Putih itu pada bulan Maret, saat mendekati hari ulang tahun saya. Apakah ini penghiburan yang dari Tuhan?

Enam tahun kemudian, saya menatap pada KM Pajero Putih itu menunjukkan 198.000. Alangkah jauh sudah perjalanan hidup saya bersama Bagong putih ini. Suatu perjalanan hidup dalam melayani-Nya tanpa saya sadari demikian jauhnya. Bahkan di tahun 2017, saya telah memasuki pelayanan penginjilan ke Surabaya. Suatu penginjilan yang cukup mahal harganya. Perjalanan pulang pergi naik pesawat setiap minggunya dengan biaya radio yang cukup besar.

Saya tidak paham dengan desiran yang selalu muncul pada diri saya setiap kali mendengar keluhan umat-Nya. Mereka yang terikat sakit penyakit. Mereka yang kehilangan kebahagiaan keluarga. Mereka yang mencari Tuhan. Adakah penginjilan ini merupakan cara Tuhan untuk mengisi suatu rongga dari hati saya yang kosong sejak kematian istri itu? Sebab saya merasakan kebahagian hidup ketika dapat menolong umat-Nya meskipun harus bayar harga mahal dari semua perjalanan penginjilan ini.

Lalu ditahun 2018 ini, tepatnya dibulan Maret oleh suara Roh Kudus, saya memutuskan untuk menjual Mobil Mitsubishi Pajero Matic Putih itu. Semua uang hasil penjualan mobil itu dipakai untuk menutupi biaya pelayanan, khususnya beban terberat biaya dari penginjilan di Jawa Timur.

Sejak Mobil Pajero itu dijual, pelayanan ke Father’s Miracle Bandung harus saya dan team jalani dengan cara naik bis. Suatu perjalanan pelayanan baru. Pelayanan yang tidak mudah. Saat pertama menaiki bis, hidup terasa sangat lambat dan pilihan waktu pun jadi serba terbatas. Saat pulang dari Bandung, saat itu jam menunjukkan 20.30 Wib. Bis yang terakhir itu telah dipenuhi oleh penumpang. Dua pilihan sulit malam itu. Naik berarti desak-desakan. Tidak naik bis itu berarti akan menginap.

Keputusan naik bis terakhir pada malam itu memberikan pengalaman yang luar biasa. Oleh karena penuh penumpangnya, pihak bis memberikan kesempatan untuk duduk di samping sopir menggunakan dingklik. Sisa satu kursi kecil yang biasa dipakai kondektur, kami berikan kepada Ibu Angel. Sementara didepan Ibu Angel masih ada seorang ibu yang duduk di kursi tambahan maka Ibu Angel harus duduk dengan kaki menyamping.

Sementara saya dan seorang staf gereja duduk di lantai bis. Malam itu perjalanan yang sangat berat. Toll macet sekali. Saya memilih untuk berbincang-bincang dengan sopir bis yang cukup ramah itu. Lebih dari 5 jam perjalanan itu membuat pinggang saya pegal luar biasa.

Tulisan Rasul Paulus dalam Roma 8:17  “Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.” Berkumdang di relung hati saya yang paling dalam.

Saat saya memandang kepada Ibu Angel, nampak sekali wajah keletihan. Sementara staf yang menemani saya duduk di lantai bi situ berusaha tegar. Segera saya mengembangkan tangan saya untuk menopang Ibu Angel. Hal ini mungkin banyak tidak diketahui orang rohani, betapa TUHAN telah mengubah seorang manusia oleh karena meresponi panggilan-Nya. Ibu Angel ini yang dahulunya sulit tidur dan hamper-hampir tidak pernah tidur, sejak meresponi panggilan Tuhan dan memberi dirinya melayani di Father’s Miracle Bandung ini mengalami banyak mujizat didalam hidupnya. Saya bisa menyebutkan beberapa mujizat itu antara lain: sembuh dari kanker payudara, sembuh dari maag akut berdarah-darah dan yang luar biasa adalah bisa menerima transformasi anugerah nikmatnya hidup yaitu dari tidak bisa tidur menjadi mudah tidur dan sekejab mata sudah tertidur.

Di bis malam itu, saya melihat dengan jelas sekali Ibu Angel tertidur. Saya mengembangkan tangan saya untuk menopang kepalanya. Saya khawatir kalau sopir menginjak rem mendadak maka Ibu Angel dalam keadaan tidur itu akan menyundul kepala ibu yang duduk didepannya. Staf gereja yang menemani kami malam itu tertawa geli, seraya memuji Tuhan dan berkata, “Tante Angel memang luar biasa. Dalam suasana apapun bisa tertidur dengan lelapnya. Ini anugerah Tuhan yang tidak ternilai harganya.”

Saya dalam segala keadaan, tidak bisa menutupi suara batin yang bergejolak dan Firman Tuhan yang sekarang saya sadari telah mempengaruhi hidup saya tertulis jelas dalam  Filipi 4:12 “Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.”

Satu helaan nafas panjang dalam bi situ, menghentakkan mata hati saya betapa cepatnya sang waktu. Tak terasa 7 (tujuh) tahun sudah berlalu kematian istri tercinta saya. Kenangan Pelayanan bersama istri pada KKR Berlari Mendahului Hujan Manado https://youtu.be/0za5C-kHzb8  terasa masih segar dalam ingatan.

Saya juga teringat berbagai penghakiman orang-orang rohani yang kala itu berkata ini itu. Hari ini tujuh tahun sudah berlalu dan cukup untuk menjawab semua penghakiman yang jahat itu bahwa Nazar cinta saya kepada istri dihadapan Tuhan dan manusia terjaga sampai garis akhir waktu-Nya.

Pada tahun 2018 ini Tuhan mengirimkan saya untuk memasuki pelayanan ke Jawa Tengah, tepatnya di Kota Semarang. Perjumpaan dengan rekan-rekan seiman yang dahulu pernah sama-sama menempuh pendidikan di TSOA (The School of Acts) dengan perbincangan-perbincangan membuka lembar kenangan yang lebih dari 19 (Sembilan belas tahun lamanya). Seorang sahabat yang pernah saya nubuatkan tentang kelahiran bayi dalam kandungan istrinya yang saat itu hamil dua bulan sempat memberikan kesaksian hidupnya ( youtube: https://youtu.be/EEP3dfmZNBQ)

Ternyata ada banyak hal telah terjadi tanpa saya ketahui. Rekan-rekan sejawat dalam Tuhan ini bahkan memberikan kesimpulan hidup saya, “Bro, loe ndak usah banyak jawab semua perkara negative yang kami dengar itu. Kami hari ini bisa tahu dari buahnya. Sebab segala sesuatu diukur dari buah kehidupan maka kita bisa tahu mana yang benar dan mana yang palsu.”

Tepat seperti yang ada tertulis dalam Lukas 6:44  “Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.”

 

II.            SERIBU SATU PERTANYAAN KEPADA TUHAN

Bila anda sudah membaca buku yang saya tuliskan “Dalamnya Kasih Yesus” halaman 11 maka anda akan lebih dalam  memasuki pemahaman dari tulisan bulletin ini. Tuhan menghendaki saya memasuki goa kehidupan yaitu goa kasih. Semua hal yang bermula dari Tuhan akan memasuki jalan-jalan daripada Tuhan. Semua perjalanan pilihan hidup kita sekalipun, baik anda sadari ataupun tidak, Tuhan akan secara ajaib akan menuntun anda memasuki rencana-Nya yang mulia itu.

Saya memiliki banyak sekali pertanyaan kepada Tuhan. Ada banyak hal yang saya lihat bahkan menyudutkan diri saya pada kehidupan yang penuh pertanyaan. Mungkin dimensi inikah yang Ayub alami ketika semua hal disudutkan pada kesukaran hidup tanpa jawaban dan pertolongan? Saya hanya bisa mengajak para pembaca coba menyelaminya sebatas kesanggupan, kerelaan dan kapasitas iman kita masing-masing.

Saya juga menerima banyak sekali curahan hati, belaskasihan dan doa-doa sejak saya jual mobil Pajero Putih itu. Bahkan banyak orang tua lanjut usia dalam Tuhan berkata, “Kasihan Pak Djohan, mobilnya itu kan dipakai untuk pelayanan dan buat antar anak-anak ke sekolah. Mobil satu-satunya harus dijual. Aduh….saya sedih kalau ingat ini. Tuhan pasti akan gantikan Pak Djohan dengan mobil baru.” Saya semakin tersudutkan dengan banyak hal yang luar biasa itu. Mengapa Tuhan? Mengapa saya jadi orang yang nampaknya konyol dalam kehidupan rohani ini? Berkorban untuk ketaatan kepada-Mu tanpa bisa membuktikan apapun juga dalam kehidupan ini.

Saya pernah mengalami yang lebih berat. Jauh lebih berat keadaannya ketika saya jatuh cinta mula-mula pada Tuhan. Tetapi masa itu, saya sedang lupa diri sama Tuhan. Ada banyak kesulitan hidup itu tertutupi oleh doa dan puasa. Ketika saya bandingkan kondisinya dahulu dan sekarang, kesukarannya lebih berat dahulu. Tetapi yang menjadi perbedaannya adalah kesukaran hidup dahulu saya lewati seorang diri dan berkemenangan. Tetapi hari ini saya sudah memiliki anak-anak yang mulai remaja dengan biaya hidup, pendidikan dan kebutuhan yang terus jalan. Juga saya menanggung biaya hidup mereka yang mengabdi kepada-Nya. Maka kesukaran hari ini yang sebenarnya tidak seberapa berat dibandingkan dengan kesukaran dahulu, jauh lebih berat lagi. Adakah kemenangan akan tersedia hari ini hingga masa depan? Ini pun jadi pertanyaan dihadapan Tuhan.

Dalam Matius 15:14  Tuhan Yesus berkata dengan jelas sekali tentang kehidupan kekristenan, “Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang." Orang-orang Taurat dan Farisi yang mewakili kehidupan rohani saat itu menandakan pengetahuan rohani saja tidaklah cukup. Dibutuhkan hikmat, pengertian dan pengalaman pribadi dengan Tuhan. Adakah TUHAN membuat kita mengalami semua kesukaran hidup itu demi sebuah tujuan-Nya yang mulia?

Dibalik apa yang Tuhan percayakan kepada saya dalam pelayanan ini, saya telah bertanya oleh karena banyaknya kejadian atas umat Tuhan. Perhatikan mujizat-mujizat terbaru ini yang terjadi semasa pelayanan saya seorang diri (istri saya sudah pulang ke sorga):

Kanker getah bening yang menyebabkan istri saya meninggal dunia

Bisa disembuhkan dalam pelayanan saya dikemudian hari https://youtu.be/uHtmOVNzjuQ

Dan beberapa cuplikan mujizat lainnya yang sudah diupload di yuotube

https://youtu.be/MMSXr6yPvXs

https://youtu.be/Bg_ZKf-8pSY

https://youtu.be/AoskbQV3MWA

https://youtu.be/062B-FT9Igo

https://youtu.be/RZasQztW9Fw

Dibalik perkara-perkara mujizat ini, saya meski pun penuh pertanyaan tetapi pada akhirnya saya menyimpulkan “MUJIZAT TIDAK MENJAMIN UMAT TUHAN HIDUP SETIA”. Tidak perlu kita perdebatkan perkara ini karena ini hanya sebatas kesimpulan kecil yang saya lihat didepan mata saya sendiri. Saya percaya masih banyak umat Tuhan di luar sana yang punya hati setia, tidak pindah-pindah gereja dan sekalipun tidak alami mujizat tetap setia.

Dalam banyak pertanyaan saya kepada Tuhan ini, saya telah melihat TUHAN yang luar biasa itu dengan amat kreatif menjawab saya lewat berbagai cara. Bahkan suatu juplikan Film The Grey, ketika Liam Nesson menghadap langit dan berbicara ditengah hamparan salju itu seakan membuka kehidupan saya yang penuh tanya dihadapan Tuhan. Mimpi merupakan cara yang sering Tuhan pakai untuk menjawab saya. Bahkan suara-suara –Nya jelas terdengar dari mimpi, dalam batin hingga saya terjaga pada banyak pagi.

Saudara-saudaraku yang terkasih dalam berbagai kesukaran hidup adalah pilihan terbaik untuk berdiam seribu bahasa dihadapan sesama dan bertanya kepada Tuhan secara langsung. Sebab jawaban hidup ini hanya ada pada Tuhan.

Saya teramat sering mendengar kata-kata dan filosofi, “Saat anda mengalami kesukaran hidup maka saat itulah anda akan melihat orang-orang sekitar hidupmu. Entahkan mereka hadir sebagai malaikat penolong ataukah penonton dan hakim yang jahat dalam kehidupan ini.”

Tetapi sekali lagi saya yakinkan pada para pembaca bahwa saya tersudut oleh kata-kata Ayub dan Salomo seperti yang ada tertulis, Ayb 11:7  Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa?      Pkh 3:11  Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Ketika saya berjumpa dengan sahabat lama saya yang dahulunya sangat militan ikut Tuhan, dikemudian hari memilih untuk menekuni akupuntur dan ilmu fenghsui itu, suatu ketika kami disudutkan pada kesimpulan yang sama yaitu kami kagum pada Tuhan melalui karya-Nya pada kehidupan seorang hamba Tuhan yang kami sama-sama kenal. Saya tidak kenal dalam, sementara sahabat saya ini sangat dalam mengenalnya.

Roh Kudus bermanifestasi lewat pelayanan hamba Tuhan ini telah menjadi sebuah fenomena baru bagi gereja. Fenomena itu teramat dahsyat. Sahabat saya ini bercerita bahwa mobil kredit Panther itu dikala masa susahnya hamba Tuhan ini, kredit saja perlu penjamin. Tetapi dikemudian hari hamba Tuhan ini telah berkelimpahan.

Suatu malam saya diperintahkan Roh Kudus menyetel kaset jadul khotbah hamba Tuhan ini kira-kira 25 tahun yang lalu. Saya mendengar hal-hal yang mentakjubkan dalam khotbah itu. Saya merasakan Roh Kudus berbicara kepada saya secara pribadi tentang hari ini dan masa depan. Bahkan ada pesan-pesan masa depan berkaitan kehidupan sebagai hamba Tuhan yang harus dicapai dalam pembaharuan. Adakah saya merasakan bahagia sejak menerima semuanya itu? Tidak! Saya merasakan kesakitan pada batin terdalam saya.

Bahkan ingatan pelayanan saya di Talaud semasa dahulu membuka lembar kesedihan lebih mendalam. Baiklah saya membuka ceritanya sedikit saja dan silahkan anda mengamatinya untuk meraih hati pembaharuan. Ketika itu saya mengisi 2 (dua) hari KKR di Talaud. Saya bahkan ingin mempraktekkan suatu dimensi kesembuhan tanpa campur tangan manusia yaitu suatu pelayanan lawatan Roh Kudus secara langsung. Maka dalam KKR itu jauh-jauh hari saya sudah berdoa untuk meminta TUHAN melakukan hal ajaib ini.

Dan Tuhan menjawab saya lewat semua keajaiban yang terjadi pada dua hari KKR itu. Tetapi selepas KKR team pelayanan yang saya bawa terjadi keributan dan perdebatan sengit. Apakah pemicunya? Seorang tamu undangan dalam KKR itu tanpa ijin panita, tanpa berita tiba-tiba melakukan suatu aksi. Roh Kudus yang sedang melawat umat-Nya tanpa campur tangan manusia itu dinodai oleh “oknum rohani” ini.

Team KKR yang malam itu melihatnya secara langsung jadi tersandung dan marah. Nampak seorang pria menuntun orang sakit kaki, seakan orang lumpuh berjalan dan luar biasanya video ini diupload di youtube juga. Saya harus menenggahi team KKR selepas pelayanan malam itu hingga keesokan harinya masih berlangsung perdebatan sengit. Team KKR yang merasa oknum itu mencuri kemuliaan Tuhan mencap dengan istilah “oknum KW”.

Lalu mereka bertanya, “Kami sangat marah Pak dengan perbuatan pria itu yang tidak ada etikanya dalam pelayanan dan mencuri kemuliaan Tuhan. Bisa-bisanya mendoakan orang ditengah-tengah lawatan Tuhan yang memang saat itu tidak perlu didoakan. Kenapa Pak Djohan tidak marah? Kan seharusnya Pak Djohan yang punya acara KKR ini sebagai hamba Tuhan di mimbar kok tenang-tenang saja?”

Saya hanya bisa tersenyum melihat team KKR ini lalu berkata, “Semuanya punya Tuhan. Buat apa diributkan. Kalau ada yang mau curi kemuliaan dan merasa senang atas semuanya itu ya biar dia berurusan langsung dengan Tuhan.” Saya dapat memaklumi semua perasaan team KKR yang sedang dilanda ketidakpuasan itu karena hal seperti ini “kelakuan oknum pria itu” sangatlah tidak lazim dan mungkin akan ditanggapi beda bila rekan-rekan sejawat yang lain di posisi saya.

Saya mengamati semuanya ini hingga hari dimana saya menuliskan bulletin ini karena Ibu Angel bertanya kepada saya, “Pak, siapakah hamba Tuhan ini? Menuliskan kata-kata seperti ini? Nampak rohani sekali dan bawa-bawa kata kemurnian.” Dan belum sempat saya menjawabnya, “Ahhh,,,,ini adalah orang yang mencuri kemuliaan dalam KKR Talaud itu ya Pak?

Seribu satu pertanyaan kembali bergema dalam batin saya malam ini, mau jadi apakah generasi gereja akhir zaman ini dengan mereka yang berdiri di altar-Nya dengan penuh ambisi, ketidakmurnian dan kenekatan yang tak jelas itu? Benih apakah yang disemai didalam rumah Tuhan dengan kehidupan yang palsu itu? Dan saya memaklumi pelajaran yang belum bisa jawab atas orang-orang rohani yang saya bombing, “Mengapakah Tuhan mengijinkan orang-orang yang hidupnya benar alami kesukaran sementara yang tidak murni bergelimang materi?”

Seribu satu pertanyaan saya itu belum ada jawaban-Nya tetapi saya meyakinkan kepada para pembaca, marilah kita membuka pintu kesempatan sebesar-besarnya bagi semua saudara seiman kita dan dukunglah mereka yang disebut hamba dan pelayan Tuhan untuk mencapai kesadaran dan pertobatan. Bahkan kepada saya sendiri selaku penulis tak luput dari kelemahan dan kesalahan maka perlu anda dukung dalam doa.

Tulisan-tulisan ini merupakan keterbukaan yang perlu anda tangkap dan pahami melalui iman yang murni dan hati yang tulus supaya bisa menangkap maksud baik Tuhan dibalik apa yang pernah dan sedang terjadi didalam kehidupan rohani hari ini. Kita tidak perlu menghakimi siapapun juga karena penghakiman milik Tuhan. Kita perlu menabur kasih.

Baiklah saudaraku, mungkin anda jadi bertanya-tanya kenapa bulletin 2018 ini diberi judul Hineni “Here I am Lord”. Seperti yang telah saya tuliskan di atas bahwa Tuhan punya cara-cara yang ajaib untuk berbicara kepada saya dan anda para pembaca. Salah satu jawaban Tuhan kepada saya merupakan judul bulletin ini.

 

III.           HINENI

Jumat, 20 April 2018 saya terjaga oleh karena sebuah mimpi dan dikejutkan dengan sebuah kata yang terdengar di batih dan telinga saya, “Hineni.” Kata ini sangat asing dan tidaklah saya pahami. Tetapi terdengar jelas sekali. Lalu suara lembut itu berkata, “raihlan ipad dan ketiklah kata Hineni itu.”

Pagi-pagi buta itu saya meraih ipad yang sudah pecah itu namun setia disebelah tempat tidur saya dan mengetikkan kata “Hineni”. Apakah ini merupakan jawaban Tuhan atas seribu satu pertanyaan hidup saya hari ini?

Ijinkan saya mengutip dari berbagai sumber tulisan rohani yang saya temukan di internet pagi ini sebagai pelengkap tulisan bultetin ini:

Dalam Tradisi ibadah Yahudi Rabinik, seorang pemimpin ibadah/ doa/ pujian di dalam Sinagoga:  memulai pelayanannya dengan berkata הִנֵּנִי - HINENI. Hal tersebut sebagai suatu konfirmasi kepada Allah dan kepada dirinya sendiri, bahwa dia sepenuhnya fokus dan hadir untuk tanggung jawab yang besar untuk melayani jemaat Allah. Dan pada awal doa, dimulai dengan pembukaan kata-kata : 
 

הִנְנִי הֶעָנִי מִמַּעַשׂ - HINENI HE'ANI MIMA'AS, artinya: Ini aku, seorang miskin yang melayani (ingin melakukan suatu perbuatan baik).

 

Ketika saya membaca sepenggal tulisan diatas itu saya jadi teringat akan catatan kitab suci, “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.” (2 Korintus 8:9)

Kita tanpa sadar ketika membaca cerita Tuhan Yesus berkali-kali menyatakan kerelaan dalam kehidupan-Nya sebagai pedoman dan teladan Hineni untuk taat sampai mati di atas kayu salib:

  1. Rela menderita dan tidak perlu ditolong (Matius 26)
  2. Rela Membayar Pajak (Matius 17)\
  3. Kerelaan untuk pikul salib penderitaan (Matius 26)
  4. Pengorbanan demi umat manusia (Yesaya 54:10-12)

Keputusan seorang percaya untuk ber-Hineni tidak didasari oleh sebuah kepasrahan apalagi sebuah keputusasaan. Dasar orang percaya ber-Hineni adalah karena CINTA kepada Tuannya. Imannya bukan lagi kuat, namun sudah bulat. Orang tersebut sadar bahwa dia memiliki pilihan untuk menjadi orang "merdeka", hidup berdasarkan kehendak bebas (free will) yang Tuhan berikan sejak mulanya, namun pada akhirnya ia MEMBUANG KEMERDEKAANNYA dan mengikat seluruh hidupnya total kepada Tuannya KARENA CINTA.

Dalam tulisan lain saya juga menemukan pemahaman Hineni, “Hineni adalah perkataan jawaban yang mengekspresikan sikap hati menghamba dari seseorang yang dipanggil kepada pemanggilnya, baik pemanggilnya itu manusia maupun Tuhan. Semua orang yang mengenal Tuhan sepantasnya memiliki sikap hati hineni.

“Apa pun juga model relasi kita dengan Tuhan (anak-Bapa, hamba-Majikan, budak-Tuan, mempelai wanita-Mempelai Pria, sahabat-Sahabat), apa pun jawatan pelayanan kita (rasul, nabi, penginjil, gembala, pengajar), apa pun juga jabatan gerejani kita (penilik jemaat, penatua, diaken, dll.) atau pun panggilan kita, tanpa kecuali semuanya harus memiliki sikap hati menghamba. Karena bagaimana pun juga, Tuhanlah Pencipta kita, Penebus kita, dan dengan demikian Pemilik kita.

Anda dapat menemukan banyak sekali tulisan dan pemahaman tentang Hineni ini. Saya justru baru mengetahui semuanya ini sejak Roh Kudus berkata hari ini.

Setelah membaca banyak tulisan yang luar biasa tentang Hineni ini, saya diberikan pemahaman secara sederhana atas seribu satu pertanyaan hidup saya hari ini melalui kunci master jawaban-Nya:

Hineni = Ini aku Tuhan……

Hineni merupakan suatu respon pribadi dan berharga dari panggilan Tuhan atas kehidupan ini. Suatu sikap dan kesiapan untuk menerima konsekwensi dari panggilan Tuhan. Kerelaan untuk mengikuti teladan Tuhan Yesus yaitu pikul salib, rela memberitakan Injil, rela menderita dan mempertahankan iman murni hingga garis akhir hidup.

Beberapa hal yang saya temukan dalam kitab suci untuk mengarahkan kita kembali kepada kasih mula-mula Tuhan:

§  Hineni merupakan jawaban sejajar antara alam Roh dengan alam nyata

Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!" Yesaya 6:8

Ketika Nabi Yesaya mencapai dimensi Roh untuk melihat dan mendengar secara langsung kehendak Tuhan maka “Hineni – ini aku, utuslah aku” merupakan jawaban yang dinyatakan di alam Roh juga terikat pada alam nyata.

Keadaan inilah yang seringkali saya lihat dalam pelayanan yaitu ketika Tuhan membukakan kepada saya alam penglihatan di alam roh maka saya bisa menyampaikannya sebagai pesan Tuhan yang dikenal dengan istilah rohani “nubuatan” dan hal itu dikemudian hari terjadi di alam nyata. Karena rentang waktu alam roh dengan alam nyata, seringkali tergenapi semua penglihatan itu pada masa depan.

§  Hineni sebagai pilihan hidup dihadapan Tuhan hingga kematian

Perhatikan apa yang terjadi pada saat Musa telah melewati 40 tahun pengasingan dan pelarian hidupnya itu. Peristiwa nyala api di semak duri itu;

Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah." Keluaran 4:4

Dapatkah kita mensejajarkan jawaban Musa “Ya, Allah dengan Hineni”? Ketika Tuhan memanggil nama Musa saat itu. Hal ini menyatakan kepada kita bahwa Tuhan akan lebih dahulu memanggil kita maka kita baru bisa menyatakan Hineni dihadapan Tuhan dan manusia.

Setiap pelayanan haruslah didasari oleh panggilan Tuhan supaya suatu masa dalam keadaan apapun juga, seseorang yang memahami panggilan Tuhan dalam hidupnya tetap teguh berjalan pada komitmen hidup yang dinyatakan kepada Tuhan. Sebab tanpa memahami panggilan Tuhan dan terburu-buru masuk dalam pelayanan gereja maka seketika pencobaan sijahat akan menghancurkan iman hidupmu, “Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis.

Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis.” I Timotius 3:6-7

Pemahaman akan Hineni akan membuat orang-orang Kristen tidak main-main dalam panggilan dan pelayanan. Lihat dampaknya bila orang tidak memahami panggilan Tuhan:

“Tetapi Musa berkata: "Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus." Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Musa. (Keluaran 4:13-14a) Ternyata TUHAN yang seringkali kita perdebatkan secara teori rohani ini memiliki kedaulatan yang luar biasa. Tidak bisa ditakar secara manusiawi. Pengetahuan saja tidak cukup untuk menyimpulkan kedaulatan-Nya.

Cerita kitab suci bukanlah suatu dongeng ataupun dibuat-buat tetapi tulisan yang diilhamkan Roh Tuhan secara terbuka. Dampak penolakan Musa karena pertimbangan manusiawinya yaitu sisi keterbatasan hidupnya, ternyata mendatangkan murka Tuhan. Kita harus punya satu kepercayaan teguh bahwa TUHAN itu Maha Kuasa maka semua keterbatasan manusiawi kita tidak dapat membatasi panggilan-Nya.

Dan dari catatan ayat berikutnya: “Tetapi di tengah jalan, di suatu tempat bermalam, TUHAN bertemu dengan Musa dan berikhtiar untuk membunuhnya. Lalu Zipora mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya, kemudian disentuhnya dengan kulit itu kaki Musa sambil berkata: "Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku." Keluaran 4:24-25 Dapat memberikan kepada kita beberapa hal yang sangat baik sehubungan panggilan Tuhan yaitu:

  1. Keluarga haruslah diutamakan dan haruslah memiliki pengenalan yang sama
  2. Hidup ini perlu dikelilingi oleh orang-orang yang murni dan memberikan nasehat yang bijaksana
  3. Sekali Hineni dengan Tuhan maka sampai garis akhir hidup tetap untuk Tuhan

Bila anda melepaskan Hineni anda karena kesukaran hidup, karena berbagai godaan uang dan kekayaan, karena berbagai tipu jahat setan dibalik kejatuhan dan fitnah mkaa anda harus menyadari bahwa semuanya itu kesalahan, kekeliruan dan kesesatan iman dalam perjalanan Hineni menuju garis akhir hidup anda dihadapan Tuhan. Kematian saja yang dapat memutuskan Hineni hidup anda kepada Kristus Yesus.

Sekarang marilah sejenak kita melihat kehidupan Ayub bagaimana kesukaran hidup tidak mengoyahkan Ayub:

“Lalu Ayub mengambil sekeping beling untuk menggaruk-garuk badannya, sambil duduk di tengah-tengah abu.  Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!"

Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

Ketika ketiga sahabat Ayub mendengar kabar tentang segala malapetaka yang menimpa dia, maka datanglah mereka dari tempatnya masing-masing, yakni: Elifas, orang Teman, dan Bildad, orang Suah, serta Zofar, orang Naama. Mereka bersepakat untuk mengucapkan belasungkawa kepadanya dan menghibur dia. Ayub 2:8-11

Sedikit kesukaran yang kita alami janganlah membuat hidup jadi cengeng. Janganlah terpenjara dalam perasaan mengasihani diri sendiri. Janganlah menyalahkan siapapun juga. Sebab selagi masih ada nafas hidup maka kesempatan masih ada. Pengharapan didalam Tuhan tidak akan sia-sia. Selama anda berjalan pada koridor kehendak Tuhan maka anda tidak akan dipermalukan. Semua hanya masalah waktu saja sebelum Tuhan mengangkat dan memberkati hidup anda…..Sabarlah menantikan pertolongan-Nya.

Penderitaan Ayub sudah mencapai taraf tertinggi dalam rangking penderitaan hidup di dunia ini. Penghiburan yang sejak semula dirancangkan sahabat-sahabatnya justru menjadi ajang perdebatan rohani. Segala sesuatu hanya nampak “mana yang benar dan mana yang salah” bergantung kepada penilaian TUHAN semata.

Lihatlah penilaian Tuhan dibalik perdebatan rohani Ayub dengan ketika sahabatnya, “maka firman TUHAN kepada Elifas, orang Teman: "Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub. Ayub 42:7

Hineni orang benar akan menyimpang seketika pada penilaian dunia oleh karena serangan setan. Hineni orang benar akan nampak “kalah/gagal/kesukaran hidup” oleh karena ujian iman dan kesalehan dihadapan Tuhan, setan dan manusia.

Tuhan Yesus sudah pesankan kepada kita yang hidup di generasi akhir zaman ini, “Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”  Matius 10:21-22

Secara sederhana saya dapat menyimpulkan bahwa Hineni yang bertahan sampai garis hidup adalah Hineni yang hidup dalam Kasih.

Sebagai bagian penutup dari tulisan bulletin ini, ijinkan saya menuliskan beberapa ayat kitab suci untuk menghibur saudara-saudara seiman dalam proses HIneni menuju garis akhir bersama Tuhan kita Yesus Kristus bahwa anda adalah orang yang berbahagia karena:

·         Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya. Yakobus 1:25

·         Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan. Yakobus 5:11

·         Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar. 1Petrus 3:14

·         Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya. Wahyu  20:6

Terpuji-pujilah Nama Tuhan. Semoga Kita semua bisa mencapai Hineni yang sejati sesuai dengan kehendak Tuhan sampai hari Penghakiman Kristus nanti. Amin

SHEEP GATE
FAMILY

Copyright © 2011, SHEEP GATE MINISTRY