Indonesian English French German Greek Hebrew Italian Korean Spanish

Warta 2012

NOVEMBER 2012

PDF

GELORA CINTA PERTAMA

Tuhan selalu memberikan warna hidup yang beda. Kekayaan kasih karunia-Nya sungguh tidak terbatas. Semakin intim kita dengan Tuhan akan semakin dalam kita memasuki kekayaan kemuliaanNya. Semua yang dilimpahkannya itu seakan-akan seperti mimpi. Kita akan terbuai pada suatu ketika saat kaki kita telah berhenti pada tapal “Sela”, saat itulah kesadaran itu muncul. Betapa jauhnya, betapa indahnya, betapa luar biasa, percepatan kehidupan orang-orang yang mengandalkan Tuhan di dalam hidupnya.

Sejenak saya ajak saudara menikmati pemandangan yang telah Tuhan paparkan dihadapan saya. Bacalah dan masuki dimensi Roh Kudus melaluinya. Suatu pagi yang cerah, seperti biasanya. Saya akan mengantar kedua anak saya ke sekolah. Mama saya tiba-tiba telah berpakaian rapi. “Mama mau ikut ke pasar, Zerach minta dimasakkanbabi goreng asam dan dibuatkan pempek,” kata beliau dengan antusias. Selepas menurunkan anak-anak di sekolah maka saya antar mama ke pasar. Kali ini saya memilih menunggu di mobil saja. Mama saya telah bergegas memasuki pasar tradisional yang ada di area ujung dari Kelapa Gading.

Seorang diri di mobil dengan ditemani lagu-lagu kepahlawanan. Signal BB tidak ada sama sekali di area ini. Saya duduk menikmati suasana yang beda pagi ini. Tiba-tiba suatu pemandangan lain menyita perhatian saya. Ada banyak lebah ukuran kecil sedang menikmati bunga-bunga yang bermekaran. Bunga-bunga ini adalah bagian dari tanaman yang merambat di pagar tepat didepan mobil saya. Saya dibawa masuk pada ingatan masa kecil saya. Seakan-akan Tuhan hendak mengingatkan saya tentang keadaan yang dahulu pernah saya rasakan.

Saya tertegun.Mata saya terus melihat apa yang lebah-lebah itu lakukan. Mereka  hinggap dari satu bunga ke bunga yang lain. Suatu kehidupan yang tidak akan pernah kita lihat bila bukan Tuhan yang menyatakannya. Tak berapa lama, mama saya pun kembali ke mobil dengan belanjaannya. “Waduh...mama kelupaan beli tahu. Kamu ndak ada janji ke mana-mana kan?” kata mama seraya meletakkan belanjaannya pada ember yang sudah disiapkan sejak berangkat dari rumah. Saya mengangguk setuju. Mama berbalik kembali memasuki pasar tradisional. Saya masih terpesona pada lebah-lebah yang menghisap madu diantara bunga-bunga yang bermekaran itu. Haleluyah.

Tuhan membuat keteraturan ada dalam semua ciptaan-Nya. Setiap orang dapat menemukan bahwa dalam hidup ini ada pengaturan-Nya. Apapun yang coba kita pahami akan tercermin melalui, “Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu.” (Amsal 25:2). Karena semua pengaturan-Nya inilah maka kita ajarkan untuk percaya. Ada banyak perkara tidak akan mampu kita atasi dengan kekuatan manusiawi kita. Ada banyak hal yang terjadi terkadang tidak bisa kita pahami sama sekali. Semua yang ada hanya bisa dinikmati melalui iman. Kebenaran hidup yang tentu saja berbeda dengan tuntutan hidup duniawi. Ada suatu dimensi yang berbeda, tetapi Kitab Suci telah menjabarkannya,”Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.” (Roma 5:1)

Lewat apa yang saya lihat ini bahwa adanya kemanisan yang selalu tersedia. Mata iman kita harus selalu dapat mencapai semua penyediaan itu. Bila kita dapat menerima semua kekayaan penyediaan-Nya maka kita akan masuk ke dalam pengaturan yang luar biasa itu. Kita akan menjalankan hidup ini dengan berarti. Tidak akan ada hal-hal yang terbuang sia-sia karena tuntutan keinginan daging yang terus berseteru dalam diri kita apabila kita mau berserah penuh untuk percaya. Berserah sepenuhnya untuk hidup dalam pimpinan Roh Kudus Tuhan. Mari kita masuk lebih dalam lagi kepada pesan-Nya untuk pencerahan hati kita:

I.              BERMULA DARI KASIH KARUNIA

Masihkah anda memiliki ingatan akan panggilan-Nya? Dimana segala sesuatu yang pernah anda lakukan terasa tidak bermakna lagi saat anda memasuki bunga yang penuh cinta dengan Tuhan. Saya merasakan Tuhan sedang membawa semua kita berbalik arah. Tidak terjebak pada arus rohani yang penuh dengan deburan ombak mamon. Kita telah dibawa “hanyut” sehingga tidak berdaya. Daging kita bergelora sementara Roh kita terlena. Kekuatan mamon dibalik semua janji-janji rohani, program-program rohani bahkan pengkultusan yang sedang terjadi telah membuat kita buta dan tuli rohani. Kita terus mempropagandakan suatu kegiatan rohani yang sebenarnya tidak pernah kita ketahui asal muasal, bobotnya dan bagaimana sebenarnya dihadapan Tuhan.

Di dalam tulisan Roh Kudus pada Wahyu 2:5, “Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.” Terkandung suatu perintah dan peringatan untuk kita berbalik arah. Berbalik untuk membenahi lagi sesuatu kekeliruan yang telah terjadi supaya semua jerih payah tetap pada kehendakNya. Tuhan ingin kita tidak terjebak pada suatu arus rohani yang sebenarnya telah bercampur dengan dunia, nafsu manusia bahkan setan-setan. Kemurnian cinta kepada Tuhan tidak boleh bercampur dengan sumber yang lain sebab Tuhan sangat menyukai keharuman satu rasa yaitu kesetiaan.

Saya diperintahkan Roh Kudus untuk berangkat ke Surabaya demi menyelesaikan beberapa perkara rohani. Satu persatu akan saya jabarkan namun marilah kita terlebih dahulu berpegang kepada pesan Tuhan Yesus ini, ”Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."  (Yohanes 3:8).Sebelum lebih dalam lagi, pahamilah bahwa kita ini telah dilahirkan baru sejak hati kita berbalik kepada kasih-Nya yang semula (cinta pertama kepada Tuhan), rela memberi diri untuk ditahirkan dan dimatikan lewat baptisan, memilih hidup beriman untuk dibangkitkan dari semua kematian manusia lama, air baptisan itu sebagai media  dan Roh Kuduslah navigator hidup kita yang mencapai Manusia Kristus yang baru dan dewasa.

Saya tidak menyangka bahwa Roh Kudus yang sudah beberapa kali mendesak saya untuk ke Holyland pada waktunya membuat sayamenyerah dan berkata,“Baiklah Tuhan.” Saya telah menjawab dengan banyak dalih kepada Tuhan. Sejak beberapa tahun yang lalu, saya telah berusaha untuk berkata,”Nanti saja ya Tuhan.” Ada suatu perasaan enggan untuk ke Israel. Saya merasa dalam perjalanan Roh Kudus, bisa menyaksikan keindahan sorga sudah lebih dari segalanya. Saya tidak perlu keluarkan banyak uang. Saya tidak perlu buang banyak waktu untuk ke tanah suci Israel.

Memang semula Tuhan bersabar karena paham betapa “ndak tahu aturannya hamba-Nya yang satu ini.” Diberikan perintah yang enak malah ndak mau, malah pilih yang tidak menyenangkan....hahaha...Andaikan saya diberikan kesempatan memeluk-Nya. Saya akan berlari seperti anak kecil dan berkata,”Bapa, anak-Mu memang ndak tahu diri. Maafkan...maafkan....! Terlalu tinggi hati dan tidak tahu kebaikan hati-Mu.” Saya ingin melihat Bapa Sorgawi tersenyum dan mengusap air mata ini. Saya ingin menjadi kesayangan-Nya yang senantiasa membuat wajah-Nya tersenyum.

Jawaban yang begitu lugas itu ternyata memberkati Roh Kudus. Suatu perasaan lain memasuki diri saya. Apakah itu?....Ijinkan saya menjawabnya dengan nyanyian hati...Jatuh cinta berjuta rasanya...dipeluk...dimanja...amboi asyiknya....hahahaha....saya teramat mencintai-Nya. Tetapi DIA Tuhan mencintai saya melebihi cinta saya kepada-Nya. Saya merasakan tiba-tiba hati ini dipenuhi dengan Tanah Suci Israel. Ke tempat dimana Tuhan saya pernah dilahirkan. Dimana sejarah cinta itu diukir. Saya akan kesana. Perjalanan ini akan menjadi beda. Mengapa beda? Karena ini kehendak-Nya dan TUHAN akan mendampingi sejak awal hingga keseluruhannya. Berbahagialah mereka yang mencapai kehendak-Nya ini dan terhitung dalam pilihan-Nya....The Beginning of Life – Israel 2013.

Seminggu sebelum saya berangkat ke Surabaya, saya pun diperintahkan untuk berangkat seorang diri pelayanan di Bandung. Ini sebuah perintah yang jarang. Saya hampir-hampir tidak pernah berangkat seorang diri. Di Bandung justru Roh Kudus memerintahkan saya membeli sebuah jaket kulit yang cukup tebal. Dalam keadaan yang tidak mengerti, saya tetap mentaati Tuhan. Luar biasa sekali penyertaan-Nya karena ATMyang biasa saya pakaiuntuk uang sekolah anak-anak menjadi saluran berkat-Nya. ATMini sudah lama tidak dipakai karena pengalihan ke bank lain. Tetapi lewat ATM ini saya malah dapat diskon 30%. Puji Tuhan.

Jaketnya bagus sekali, tebal dan hangat. Tetapi harganya buat saya,sebagai hamba Allah yang memilih hidup sederhana,cukup mahal. Beda jauh ketika saya masih bekerja di sekuler, tentulah harga segitu akan terasa murah. Ternyata cinta itu memberi. Pemberian itu justru dalam kesadaran dan kerelaan telah membuat kita memilih. Apa yang Tuhan suka adalah pilihan-Nya. Tidak lagi apa yang aku sanggup tetapi apa yang aku relakan. Persembahan cinta yang sangat indah dalam hubungan mesra dan intim dengan Roh Kudus.

Sungguh mengejutkan sekali ketika ke Surabaya, justru di pesawat terbang Roh Kudus berkata,”Jaketmu itu akan jadi mantelmu ke Israel.” Haleluyah. Saya berpikir ke Surabaya juga hendak membuat sebuah mantel untuk pelayanan. Ternyata bukan Surabaya tetapi Bandung. Teringat lagi saya nubuatan seorang penginjil besar sepuluh tahun yang lalu,”Engkau akan membawa Api Tuhan tercurah lewat Bandung.” Terima kasih Tuhan Yesus. Aku kini diperlengkapi sejak berkata,”Baiklah Tuhan, aku akan ke Israel sesuai dengan kehendak-Mu ini.”

Roh Kudus sendiri yang memberikan pernyataan untuk trip Israel 2013 ini dengan sebutan “The Beginning of Life”.  Bila saya harus memilih atau bila anda diposisi yang sama, lebih baik berdoa daripada banyak bertanya. Doa supaya bisa jadi bagian dariorang-orang istimewa dalam Trip Tuhan ini daripada tanya-tanya terus tanpa dapat mengecap kebaikan-Nya. Lebih baik berdoa dan langsung mengecap kehendak-Nya. Nanti toh DIA Tuhan sendiri yang akan menjabarkan semua hal yang tersembuyi ini. Ada banyak cerita, sejarah dan cinta dalam perjalanan Israel ini. Pada mulanya adalah Tuhan. ( Kejadian 1 : 1 )

Keluarga Melodia yang biasanya menangani hospitality pelayanan saya di Surabaya kali ini berhalangan karena ada Trip berkaitan bisnis mereka ke China. Seorang sopir diutus untuk menjemput saya. Satu hari sebelumnya Ci Meling membatalkan acara barter resep dewa...hahaha. Saya kepincut mau belajar buat bakpao dan beliau ingin belajar buat tekwan ala gembala. Tuhan menjadikan banyak cerita lucu dan indah dalam trip yang kali ini. Saya berangkat sendiri juga seperti kejadian di Bandung yang penuh dengan perjalanan kemesraan dengan Tuhan itu.

Penerbangan ini benar-benar ajaib. Saya mengalami banyak sekali kesibukan pagi sejak antar anak-anak kesekolah hingga beberapa kewajiban dalamrumah tangga. Tergopoh-gopoh sejak pagi berangkatnya. Menjelang di perjalanan ke Bandara, seorang pejabat menelepon hendak bertemu dan mau menyusul ke Bandara. Sisa waktu yang ada sekitar 50 menit lagi. Saya telah check in dan meminta kursi agak depan karena tidak bawa bagasi. Luar biasa sekali, saya dapat seat nomor dua,tetapi dari belakang...hahaha...Tuhan baik. Selagi saya menunggu kedatangan pejabat tersebut, Roh Kudus berbisik lembut, ”Nak, lihat ke layar monitornya...” Haleluyah.

Kedip-kedip layar monitor itu membuat saya meraih selembar kertas check in tadi. Ternyata nomor penerbangan di layar monitor itu sama dengan nomor pada lembar check in tadi. Saya putuskan untuk telepon dan menunda pertemuan. Saya bergegas masuk dan benarlah apa yang telah dinyatakan oleh Roh Kudus. Saya dikawal dan seorang dirisebagai penumpang. Didalam pesawat semua penumpang lainnya sudah duduk rapi. Selepas saya duduk, beberapa menit kemudian pesawat tinggal landas. Haleluyah. Bila bukan Tuhan, saya sudah ditinggal pesawat...welehhh...Tuhan Roh Kudus memang keren.

Mendarat dengan mulus di kota Surabaya. Saya dijemput seorang pria dengan memakai setelan baju kerja,”Pak Djohan, apa kabar? Saya ambil mobil dulu, bapak tunggu disini ya.” Seraya saya tersenyum pria ini telah berlari ke pelataran parkir. Saya menghela nafas karena cuaca Surabaya yang sangat panas melebihi cuaca di Jakarta. Dari kejauhan saya memandang pria itu tersenyum dibalik sebuah mobil Katana. Seraya membuka jendela kaca mobilnya, dia berkata, ”Pak Djohan ndak apa-apa ya naik mobil kecil nih. Panas lagi.” Saya tersenyum dan membalasnya,”Puji Tuhan, Pak. Saya senang koq!”

Kami bercakap-cakap sepanjang perjalanan itu. Soal cuaca mendominasi pembicaraan awal kami. Lalu saya berkata,”Tuhan akan memberikan hujan atas Surabaya ini. Terlalu panas dan ndak kuat menahannya.” Jujur saja saya sudah setengah terpanggang bila ndak mau disebut terbakar. Cuacanya teramat mengigit sampai menembus mobil hingga terasa di kulit. Kepala mulai terasa senut-senut. Saya telah diajar Tuhan untuk memiliki hati yang teramat sederhana dan tidak terikat oleh hal-hal lahiriah tetapi kali ini benar-benar menyerah karena jasmaninya bereaksi hingga doa dalam hati adalah kekuatan yang masih tersisa, “Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.” (Filipi 4:12)

Saya datang ke Surabaya kali ini bukan karena panggilan dan undangan pelayanan melainkan kehendak Roh Kudus. Saya tentu akan mencari Tuhan untuk menyampaikan keadaan yang ada. Sebaiknya jujur saja sama Tuhan daripada dipaksakan dan kemudian menderita sesudahnya. Tuhan lebih tahu tetapi tetap Tuhan butuh pernyataan dan kerelaan hati kita untuk berlaku jujur dihadapanNya. Saat mulai bercerita tentang kehidupan pria itu, saya mulai menikmati semua keadaan. Cuaca panas itu tidak lagi menekan karena saya mengalihkan rasa haus akan Tuhan melalui cerita pria itu. Kehidupannya menakjubkan saya bahkan menjadi beberapa jawaban dan konfirmasi juga untuk saya. Ada kebahagiaan di waktu yang lain – dikehidupan yang kedua - ketika Tuhan menyodorkannya. Kita harus rela untuk meresponi kehendakNya. Saya percaya... sungguh percaya. Biar kehendakMu yang jadi,ya Tuhan.

Tuhan telah membongkar lagi brankas hati saya yang tanpa saya sadari bahwa ada bagian-bagian yang tidak lagi seperti dulu....! Saya harus berani berkata dengan amat jujur pada diri sendiri bahwa Tuhan benar. Dia lebih tahu hati saya. Tuhan mengenal jalan-jalan hidup kita. Tuhan mengenal kedalaman hati kita. Hal terpenting dalam hidup ini adalah menempatkan Firman-Nya untuk jadi pelita supaya kasih mula-mula itu tetap bersemi.....

Ø  Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. (Mazmur 119:105) 

Ø  Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan. (Mazmur 119:130)

Ø  Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh. (Amsal 6:23) 

Ø  Sebab itu engkau harus mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini." (Ulangan 27:10) 

Ø  "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia.(Ulangan 28:1  Ulangan 28:2  Ulangan 28:13) 

 

Bersambung.............

Surabaya yang berbulan-bulan diterpa panas itu benar-benar tercurah hujan

Ada dimensi mendalam saat jabat tangan Trip Israel di Surabaya

Tuhan juga membuat seorang history maker gereja tertawa geli dalam suatu

pelayanan doa malam...sungguh tak biasa dan dia berkata,”Inilah permulaan-Nya...”

Nantikan diedisi berikutnya.....Tuhan Yesus memberkati

SEPTEMBER-OKTOBER 2012

PDF

JADILAH TERANG DAN GARAM

“Bijaklah dalam memilih!”

“Jangan bodoh dalam mengambil keputusan!”

Dua kalimat ini dengan polesan irama yang berbeda. Satu dengan kehalusan, sementara yang lain lebih keras. Pernahkah kita menyadarinya bahwa kedua kalimat itu mengandung makna yang sama? Terkadang sebagai penerima pernyataan kita telah gagal sebelum mencapai tujuan yang dimaksud. Ketika kita menerima pernyataan pertama dengan kehalusan, kita meremehkannya. Kita menganggap bahwa itu hanyalah nasehat biasa. Sementara yang lain menjadi demikian tersinggungnya ketika menerima pernyataan dengan tekanan yang amat keras. Tujuan yang baik tidak lagi kita pahami karena kita lebih memilih untuk membenci penyampai pesan tersebut.

Inilah sekelumit hidup sehari-hari bahkan terjadi dalam kehidupan rohani. Persoalan utamanya bukanlah pada penyampai dan bungkusan pesannya tetapi sikap hati dalam menerimanya. Seseorang yang tidak memiliki hati yang terbuka, mau dikoreksi dan belajar, saya lebih suka menyebutnya sebagai orang bebas. Anda mungkin saja menyebut mereka dengan istilah,”keras kepala.” Tetap pada satu pemahaman yang sama bahwa orang-orang ini tidak mau belajar dan bersikap sombong dalam kehidupan.

Melalui pesan family bulletin kali ini saya ingin mengajak anda memasuki pernyataan dan perkataan Tuhan Yesus secara pribadi. Anda dapat menerimanya secara terbuka atau justru menjadi tersingung.  Semua arah dan tujuan akhirnya anda yang pilih tetapi saya yakinkan kepada anda bahwa semua tulisan yang diilhamkan oleh Roh Kudus ini mengandung janji tentang perubahan hidup yang mencapai terang dan garam yang penuh kebahagiaan. Anda berubah akan mempengaruhi banyak hal dalam hidup anda. Perubahan yang baik akan memetik buah kehidupan yang menyenangkan hati dan membahagiakan hidup.

I.              PILIHLAH KEMENANGAN

Kita memahami sepenuhnya bahkan sangat menyukai apa yang tertulis berikut ini, ”Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.” (Roma 8:37). Jelaslah sekali dari apa yang dinyatakan oleh kitab suci tersebut bahwa selagi kita hidup akan selalu ada peperangan, persimpangan jalan dan perlombaan hidup. Suka atau tidak, kita tetap akan mengikuti proses demi proses yang berputar secara alami. Semua ini terjadi karena kita tidak hidup seorang diri tetapi ada banyak orang disekitar kita yang melakukan hal-hal tersebut yaitu berperang, berlomba dan bimbang dalam menentukan arah kehidupan.

Dalam Pengkhotbah 3:15  dinyatakan, “Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan Allah mencari yang sudah lalu.”  Kita sekarang dapat memahami hidup lebih bijaksana karena semua hal yang lalu sewaktu-waktu bisa terulang dan terjadi lagi.  Artinya kita dapat memetik hikmah dari apa yang sudah pernah terjadi. Pengalaman yang pernah ada dapat menjadi sebuah media dan cara Tuhan berbicara. Namun berpegang kepada pengalaman saja tidaklah cukup. Kita tetap harus mengandalkan suara Tuhan dan kebenaran Firman-Nya.

Sekarang lebih dekat lagi marilah kita melihat beberapa hal yang dicerminkan lewat peristiwa-peristiwa ketika Tuhan Yesus ada disana. Tempatkan diri anda seakan-akan ada disana maka kita akan dengan mudah memasuki kekayaan dari Firman Tuhan ini:

Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.  Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."  Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: "Ia menghujat Allah."  Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?  Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?  Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" —lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu—:"Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"  Dan orang itupun bangun lalu pulang.  Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia. (Matius 9 : 1-8)

Yesus telah bertemu dengan orang banyak. Mari kita buat jadi empat kelompok orang supaya memudahkan kita untuk melihat perbedaan yang ada: kelompok 1 murid-murid Tuhan Yesus, kelompok 2 Orang lumpuh,  kelompok 3 Ahli Taurat dan kelompok 4 orang banyak. Hal seperti ini dapat kita tempatkan seakan-akan terjadi dalam gereja. Tuhan Yesus berbicara. Di gereja suara Tuhan Yesus dikhotbahkan para Pendeta. 4 kelompok orang yang mendengarkan ini seperti jemaat yang ada dalam gereja. Semuanya dalam satu situasi, satu tempat, waktu yang sama, dengan berbagai macam kepentingan.

Sekarang kita akan melihat dan menyimpulkan respon-respon yang ada:

Ø  Murid-murid Yesus : tidak dituliskan dengan jelas (buatlah semua pemahaman sederhana bahwa mereka sangat percaya kepada perkataan Tuhan Yesus).

Ø  Orang lumpuh : menerima perkataan Tuhan Yesus dengan pembuktian bahwa mujizat terjadi.

Ø  Ahli Taurat : tersandung.

Ø  Orang banyak : tidak ada tulisan yang menjabarkan pendapat mereka tetapi setelah mujizat terjadi dinyatakan bahwa mereka sangat ketakutan dan memuliakan Allah.

Melalui keempat kelompok orang ini, kita dapat menyimpulkan dengan pasti bahwa orang-orang rohani justru tidak memperoleh apa-apa ketika mendengar perkataan Yesus. Mereka malah tersandung dan marah. Tiga kelompok lainnya kita dapat simpulkan bahwa mereka diberkati. Lebih-lebih yang dialami oleh orang lumpuh tersebut. Dia beroleh jawaban hidup. Dia mengalami mujizat Tuhan dengan nyata.

Melalui cerita ini ternyata kita dapat menarik kesimpulan yang sederhana bahwa pengetahuan rohani saja sangat berbahaya bila tidak disertai dengan sikap hati yang mau terbuka, belajar dan rendah hati.  Pengetahuan tanpa pernah mengalami sendiri hal-hal rohani adalah suara tong kosong nyaring bunyinya. Perkataan-perkataan rohani yang tidak disertai contoh keteladanan sama seperti calo-calo yang ada disekitar kita. Mereka mencari keuntungan, mereka mengutip perkataan orang lain, mereka menambahkan dari apa yang mereka tahu demi keuntungan, lalu mereka benar-benar bersiasat untuk menjerat orang.  Apakah calo rohani juga ada? Bisa saja. Orang-orang yang berpengetahuan rohani tanpa pengenalan pribadi akan Tuhan adalah calo rohani. Mereka menikmati segelintir keuntungan tetapi mereka sendiri tidak masuk kedalamnya. Orang-orang yang dirugikan justru berangkat menikmati perjalanannya. Haleluyah.

Semua orang harus mencapai pengetahuan rohani tetapi tidak boleh terjebak kepada pembenaran diri. Orang-orang yang tersesat justru cenderung menjadi pembela kebenaran, sementara itu mata dan hati mereka tertutup rapat, ”Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.” (Matius 13:14) 

Benarlah apa yang menjadi perbandingan dalam kisah tersebut bahwa orang lumpuh yang tidak punya pengetahuan rohani justru lebih baik daripada orang-orang yang berpengetahuan rohani di hari ujian hati. Iman yang muncul dari sikap hati yang terbuka adalah kunci mujizat. Pikiran-pikiran yang telah terkurung dalam doktrin rohani tanpa memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan adalah penjara kehidupan yang sangat berbahaya. Anda akan menemukan banyak pesan Tuhan sehubungan dengan hal ini bila anda mau membaca kembali family bulletinedisi-edisi sebelumnya (anda dapat menemukan tulisan-tulisan tersebut melalui : www.sheepgateministry.com)

Bila anda disuruh memilih dari keempat kelompok orang tersebut, saya pastikan anda untuk tidak memilih. Anda tidak perlu menjawab dengan kata tetapi cukup dengan anda menyelami apa yang telah terjadi.  Terkadang banyak kata yang keluar dari mulut kita tidaklah mencerminkan apa yang terkandung dalam hati kita. Kemunafikan adalah salah satu sikap hidup yang tidak berguna. Topeng-topeng rohani justru akan berbuahkan kesakitan yang mendalam pada akhirnya. Tentukan diri anda pada sikap hidup yang jujur, terbuka, mau belajar dan mau dikoreksi.

Kita semestinya belajar untuk mencapai sikap hati yang bijak yaitu menjauhi kejahatan. Belajarlah hari ini untuk tidak lagi menghakimi sesama dengan dalih rohani apapun, “Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Matius 7:2). Jagalah diri anda dengan segala kewaspadaan. Teruslah bertekun dalam doa dan pembacaan kitab suci. Jangan jauhi kumpulan orang-orang yang mengalami Tuhan seperti yang telah dipesankan melalui Ibrani 10:25, “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”

Raihlah hidup yang bijaksana dengan sikap hati yang benar, “Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian. Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat. Takut akan TUHAN memperpanjang umur, tetapi tahun-tahun orang fasik diperpendek.”  (Amsal 9:10Amsal 8:13, Amsal 10:27)

Kemenangan ada di tangan Tuhan. Anda tidak akan dapat menciptkan kemenangan anda sendiri. Tuhanlah yang menentukan batas-batas dan area kemenangan hidup ini. Pilihlah Tuhan maka anda beroleh hati yang bijaksana, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” (Matius 11:29) Saat anda memilih Tuhan,  menempatkan Firman-Nya sebagai landasan sikap hidup maka anda telah memilih kemenangan dalam hidup ini.

 

II.            BELAJARLAH UNTUK RENDAH HATI

 

Belajar tidak pernah mengenal usia. Apakah anda menjadi lelah? Semua orang pernah merasakannya. Kelelahan yang paling berat adalah saat kita tidak menemukan jalan keluar dari persoalan yang ada. Kekeringan terjadi karena kita telah membuang banyak harga dari kesalahan hidup yang ada. Penyesalan adalah buah dari kekalahan namun saat orang memilih untuk tidak menyerah, sebenarnya saat itu mereka sedang memasuki pintu kesadaran untuk menang.

 

Semua orang punya perhitungan kebenarannya sendiri-sendiri. Kebenaran yang bersumber pada diri manusia tidak akan pernah sama antara satu dengan yang lain. Terkadang kita menemukan orang-orang yang tidak pernah akur, tiba-tiba bersatu untuk menyerang kita. Apakah hal ini kebenaran? Bukan. Orang-orang yang memiliki moralitas yang buruk hanya bisa disatukan oleh satu alasan yaitu pembenaran diri. Anda dalam sekejab akan menemukan mereka berselisih paham dan bertengkar. Sebab orang yang membenarkan dirinya akan selalu dikuasai oleh roh egois. Mereka tidak akan pernah bisa hidup akur dengan orang lain. Ciri khas yang bisa anda temukan pada diri mereka adalah suka menjelek-jelekkan orang lain, garang, tidak sadar akan keadaannya sendiri dan tidak tahu budi.

 

Oleh karena semua penyimpangan dan kecenderungan dosa inilah kita harus melepaskan pembenaran diri kita. Menempatkan kebenaran Firman Tuhan dalam diri kita. Firman Tuhan saja yang dapat membuat kita takluk pada hukum kasih. Kekuatan, kepintaran dan sisi manusiawi kita memiliki kecenderungan untuk menang sendiri (egois– manusia yang dikuasai keinginan daging). Namun berada pada dimensi penyerahan diri pada kebenaran Firman Tuhan adalah kedewasaan. Proses mencapai manusia Kristus akan terjadi bila anda belajar untuk hidup bergaul dan dipimpin oleh Roh Kudus (penuh kasih– manusia yang hidup dalam pimpinan Roh).

 

Rendah hati yang ada dalam kekristenan selalu mengacu kepada Firman Tuhan, dimana rendah hati yang dimaksud bukanlah sebatas kata tetapi perbuatan-perbuatan yang memuliakan Tuhan. Seseorang yang memiliki perbuatan-perbuatan yang baik adalah cermin dari kedewasaan rohani seorang manusia Kristus yang mencapai terang dan garam kehidupan. Bila ada orang-orang yang berpikir bahwa kekristenan hanya terfokus pada berkat semata, ituadalah sudut pandang bayi rohani yang sangat berpikiran sempit. Dalam kekristen bahkan ada penekanan-penekanan yang menyatakan kerendahan hati seseorang terukur melalui perbuatan hidupnya.

 

Saya ingin menuliskan beberapa pesan penting sehubungan dengan perbuatan-perbuatan baik yang dimaksud dan diajarkan oleh kitab suci:

 

Ø  Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. (Yakobus 4:17,  Titus 2:7a) 

Ø  Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. (Galatia 6:9) 

Ø  Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.  (Ibrani 13:16) 

Ø  Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.  (1 Timotius 5:8)

 

Tuhan telah membuat saya mengalami hal-hal yang sangat indah melalui media blackberry, dimana orang-orang dari berbagai bangsa tiba-tiba mengirimkan permohonan pertemanan dengan saya. Berkat ini sungguh luar biasa maka sebagai penutup dari family bulletin ini ijinkan saya ingin mengutip dan berbagi sebuah cerita yang telah saya terima melalui relasi yang ada dalam blackberry group saya: 

 

Istriku berkata kepadaku,”Berapa lama lagi kamu baca koran? Tolong kesini dan bantu anak tersayangmu untuk makan.” Aku meletakkan koran dan menatap anak perempuanku satu-satunya yang bernama Sindu, yang tampak ketakutan, air matanya mengalir. Didepannya terdapat semangkok nasi yang berisi nasi susu asam / yoghurt  (sejenis nasi khas India – curd rice ).

 

Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno. Mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada ‘cooling effect’.

 

Aku mengambil mangkok dan berkata, “Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak-teriak sama ayah.” Aku bisa merasakan istriku cemberut di belakang punggungku. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya, dan berkata, “Boleh ayah, akan saya makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok tapi semuanya akan saya habiskan, tapi saya akan minta…” agak ragu sejenak, “…akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?” Aku menjawab, “Oh…pasti, sayang.”

 

Sindu tanya sekali lagi, “Betul nih ayah?”

“Ya, pasti!” sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah-mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.

Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, “Janji,” kata istriku.

Aku sedikit khawatir dan berkata, “Sindu jangan minta komputer atau barang-barang lain yang mahal ya, karena ayah saat ini tidak punya uang.”

Sindu menjawab, “Jangan khawatir, Sindu tidak minta barang mahal kok.”

 

Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hati aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya.

 

Setelah Sindu melewati penderitaannya, dia mendekatiku dengan mata penuh harap, dan semua perhatian (aku, istriku, dan juga ibuku) tertuju kepadanya. Ternyata Sindu mau kepalanya dibotaki pada hari Minggu.

 

Istriku spontan berkata, “Permintaan gila, anak perempuan dibotaki, tidak mungkin.”

Juga ibuku menggerutu jangan-jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak menonton TV dan program TV itu sudah merusak kebudayaan kita.

 

Aku mencoba membujuk, “Sindu, kenapa kamu tidak minta hal lain? Kami semua akan sedih melihatmu botak.” Tapi Sindu tetap pada pilihannya, “Tidak ada, ayah, tidak ada keinginan lain,” kata Sindu. Aku coba memohon kepada Sindu, “Tolonglah…kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami.”

 

Sindu dengan menangis berkata, “Ayah sudah melihat bagaimana menderitanya saya menghabiskan nasi susu asam itu, dan ayah sudah berjanji memenuhi permintaan saya. Kenapa ayah sekarang mau menjilat ludah sendiri? Bukankah ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apa pun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India zaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya rela memberikan tahta, harta dan kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri.”

 

Sekarang aku memutuskan untuk memebuhi permintaan anakku, “Janji kita harus ditepati.” Secara serentak istri dan ibuku berkata, “Apakah kamu sudah gila?”

“Tidak,” jawabku, “Kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri. Sindu, permintaanmu akan kami penuhi.”

 

Dengan kepala botak, wajah Sindu Nampak bundar dan matanya besar dan bagus.

 

Hari Senin, aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya.

 

Tiba-tiba seorang anak laki-laki keluar dari mobil sambil berteriak, “Sindu, tolong tunggu saya.” Yang mengejutkanku, ternyata kepala anak laki-laki itu botak. Aku berpikir, mungkin botak model zaman sekarang. Tanpa memperkenalkan dirinya, seorang wanita keluar dari mobil dan berkata, “Putri Anda, Sindu, benar-benar hebat. Anak laki-laki yang jalan bresama-sama dia sekarang, Harish, adalah anak saya. Dia menderita kanker leukemia.” Wanita itu berhenti sejenak, menangis tersedu-sedu.

 

“Bulan lalu Harish tidak masuk sekolah, karena pengobatan chemotherapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi ke sekolah, takut diejek oleh teman-teman sekelasnya. Nah Minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya saya betul-betul tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah demi anakku Harish. Bapak dan istri Bapak sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia.”

 

Aku berdiri terpaku dan aku menangis. “Malaikat kecilku, tolong ajarkanku tentang kasih.”

 

Teriring salam dan doa,

Ps. Pertamaputra Djohan

JULI-AGUSTUS 2012

PDF

PERSIAPKAN WADAH – PERSIAPKAN DIRIMU

 

Janganlah bersedih

Janganlah merasa kehilangan

Sebab pada musimnya sebatang pohon pasti kehilangan daunnya

Daun yang baru akan siap mengisi musim baru

 

Saya terkagum-kagum pada Tuhan karena kiriman pesan ini justru datang dari negara  India, saat saya membuka pintu pertemanan melalui BB (Blackberry).  Bermula dari banyaknya request BB yang saya reject karena saya merasa tidak kenal nama-nama yang muncul itu. Suatu hari Roh Kudus berkata kepada saya bahwa pertemanan itu jangan ditolak tetapi kumpulkan mereka pada satu folder tersendiri. Saya mentaati suaraNya. Siapa bisa sangka ternyata yang request pertemanan itu datang dari berbagai negara : India, Africa, dll.

Sekarang hal yang baru muncul lagi karena orang-orang ini dengan rajinnya menyapa. Anda pasti dapat dengan mudah dapat memahaminya bahwa mereka tidak berbahasa betawi – Indonesia tetapi menggunakan bahasa Inggris. Saya tertawa geli kalau mengingat akan hal ini maka ini adalah cara Tuhan untuk membangun sebuah keberanian dalam diri saya terutama untuk belajar.

Sekarang kita dapat memahami jalan-jalan Tuhan dengan mudah ketika kita menempatkan kesadaran dan ketaatan untuk mengikuti pimpinan Roh Kudus-Nya. Buah dari ketaatan itu akan menunjukkan kepada kita pentingnya hidup bergantung kepada Tuhan. Perhatikan apa yang tertulis di dalam Roma 8:28 “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Sungguh indah dan bahagia menyadari bahwa ada campur tangan Tuhan dalam setiap perkara yang terjadi kepada kita yaitu anak-anak Tuhan.

Dalam tulisan family bulletin kali ini saya ingin membawa anda memasuki dimensi pengharapan. Suatu bentuk pengharapan yang datang melalui iman bahwa Tuhan akan membuat kita terus naik, menjadi kepala dan mengalami banyak peperangan tetapi kita akan menyatakan diri tepat pada waktu-Nya karena kita adalah generasi lebih dari pemenang. Bila ada pengharapan maka akan ada dua dimensi wadah yaitu dalam diri kita dan diluar diri kita. Benarkah...? Mari kita merenungkannya lebih dekat.

 

I.              HATI – WADAH DALAM DIRI

Sesuatu yang ada di dalam diri manusia adalah misteri yang mungkin saja tidak dapat diselami oleh orang lain. Namun Tuhan selalu memahami apa yang ada didalam diri manusia. Mengapa hati sangat penting dalam kehidupan rohani...? Bahkan hati adalah bagian terpenting dalam kehidupan setiap orang pribadi! Apakah anda masih ingat dan berpegang akan pesan dari hikmat,”Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23) 

Lalu apakah yang harus kita perbanyak dalam brankas hati ini...?

Pertanyaan seperti ini tidak lagi pernah terdengar karena setiap orang larut dalam hiruk pikuknya hidup ini. Semua orang tenggelam dalam kekalutan, kesibukan dan persoalannya masing-masing. Sejenak kita berhenti untuk berdiam diri, menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dan belajar untuk menemukan apakah pertanyaan ini masih penting buat hidup kita? Ataukah kita sudah lupa akan nasehat orang tua bahwa selagi hidup haruslah kita perbanyak amal kebaikan. Tetapi orang-orang yang tidak menjaga hatinya, tentulah tidak akan pernah sampai kepada tujuan hidup yang mulia itu. Sebagian besar orang lebih mencemari hatinya dengan segala bentuk kejahatan, kesombongan, kata-kata yang meleter dan tidak lagi berpadanan dengan kelemahlembutan sebagai buah dari dalam dirinya.

Pertanyaan ini adalah milik banyak orang, dimana semua orang pasti akan menyetujui satu jawaban yang melampaui semua batasan. Jawaban yang paling tepat adalah jawaban Tuhan. Saya ingin anda memahami apa yang Tuhan Yesus jawab berikut ini:

Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:

  1. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
  2. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
  3. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
  4. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
  5. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
  6. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
  7. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
  8. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
  9. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.  Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5 : 1-16)

Sebanyak sembilan kali Tuhan Yesus menyebutkan kata “berbahagialah”. Apakah anda menyadari hal ini? Ataukah suatu kebetulan kalau 9 merupakan angka tertinggi dalam bilangan yang dipakai skala internasional? Mari saya yakinkan kepada anda – semua pembaca family bulletin ini bahwa semua orang  berharap dan memimpikan sampai akhir hidupnya, untuk mengisi brankas hatinya dengan rasa bahagia.

Jadi bila Tuhan punya rencana yang besar atas hidup anda maka Tuhan akan berurusan dengan hati anda. Tuhan akan mengosongkan bejana hati anda dan mulai mengisinya dengan kesembilan hal ini. Proses dibalik kesembilan hal ini akan memampukan anda untuk menjadi seorang manusia Allah yang dewasa. Anda akan mencapai kesadaran penuh untuk hidup bergantung kepada Tuhan. Menempatkan diri anda dengan setia memikul salibNya. Anda akan sepenuhnyadapat memahami bahwa hidup oleh iman, bukanlah perkataan semata-mata melainkan kehidupan iman setiap hari seperti yang ada tertulis, Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."  (Roma 1:17) 

Setiap orang yang memiliki Yesus dalam hidupnya akan memiliki hati yang penuh. Apapun yang dunia tawarkan tidak lagi menarik buat dirinya. Semua hal yang ada didalam dirinya merupakan wadah untuk selalu diisi oleh Roh Kudus-Nya, “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?" (1 Korintus 3:16)

Suatu malam pada tanggal 06 Juni 2012, saya mengajak kedua orang anak saya dengan mama saya untuk makan bersama. Sebenarnya mobil yang saya kendarai itu benar-benar tanpa tujuan. Hal ini tidak seperti biasanya karena kedua anak saya tentu punya permintaan yang sudah diproklamasikan sebelum kami berangkat. Malam ini menjadi malam yang beda. Saya menikmati perjalanan ini dengan banyak percakapan dengan Roh Kudus. Saya benar-benar menikmati perjalanan ini sekalipun sesekali waktu bayangan wajah istri saya hadir membersitkan rasa rindu yang mendalam.

Mobil kami berhenti disebuah tempat yang asing, sebuah warung makan yang sangat ramai. Saya memarkirkan mobil dipinggir jalan, luar biasanya oleh tukang parkir dibolehkan parkir di depan pintu rumah orang. Haleluyah. Saya geleng-geleng kepala kalau mengingat keadaan ini. Bergegas kami turun lalu dengan cepat kami menemukan meja kosong, tentu satu meja panjang itu dipakai bersama dengan pengunjung yang lain. Memesan makan seafood itu sungguh mengejutkan ternyata makanannya seperti fast food, dalam sekejapsudah tersaji. Wow...kedua anak saya menikmati makanan seafood itu, bahkan mama saya makan sambil berceloteh bahwa adik bungsu saya pernah mengajaknya makan di tempat ini. Haleluyah bahagianya hidup ini. Ada nikmat Tuhan yang mengalir indah malam ini.

Selesai makan maka tangan jadi ganti aroma, sekarang benar-benar bau udang, ikan dan kepiting. Rehuel putri pertama saya berkata,”Pa, tadi cece buru-buru sih maka lupa bawa tas maka tidak bawa tissue basahnya.” Kami tertawa geli membayangkan aroma seafood masih menempel di tangan. Saat saya menyalakan mobil maka saya menemukan sebuah swalayan kecil kira-kira 20 meter di depan. Saya bergegas ke swalayan ini, maksud hati ingin membeli tissue basah tetapi sampai disana...hemm....jadi belanja juga...hahaha....!!

Saya meraih ice cream berlapis coklatrasa klasik dan strawberry buat Rehuel dan Zerach. Saya juga sempatkan ambil sebotol minuman yang mengandung vitamin C ukuran cukup besar buat saya berbagi dengan mama. Saat saya mengantri di depan kasir, seorang gadis cilik sedang merengek kepada papanya. Saya perkirakan anak gadis cilik itu seusia dengan Zerach. Dia merengek-rengek hendak minta dibelikan sesuatu oleh papanya. Satu pemandangan yang cukup janggal adalah mereka “papa dengan putrinya” ini ada di depan saya tetapi justru saya yang lebih dulu dilayani...semua hal dalam hidup ini ternyata akan ada pengecualian-pengecualian ya. (akses banyak tulisan dan pesan Tuhan di www.sheepgateministry.com)

Kasirnya telah menghitung semua belanjaan saya dan selembar uang seratus ribuan saya serahkan. Puji Tuhan masih banyak kembalian...hahaha....!!Saat saya hendak melintasi pintu keluar, tiba-tiba ada suara lembut dibenak saya berkata,”berkati anak gadis cilik itu.” Saya tidak perlu menunggu lebih lama lagi, seraya menerima uang kembalian itu saya mengambil selembar uang dan memberikannya kepada anak gadis cilik itu. Saya paham sekali bahwa uang pemberian itu akan membahagiakan dirinya.

Papanya yang berkulit hitam itu tiba-tiba tersenyum, sederetan giginya yang putih dengan lugas berkata,”Terima kasih tuh sama si Om.” Saya membalas senyum mereka seraya beranjak keluar dari swalayan kecil itu. Suara lembut itu sekarang berganti menjadi sebuah suara yang sangat berwibawa,”Siapa yang bermurah akan menerima kemurahan!”

Saya mengenali suara itu sebagai suara Bapa sorgawi.

Pergaulan dengan Roh Kudus akan menuntun hidup anda mencapai kekudusan hidup yang dimaksud oleh kitab suci, “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.” ( Ibrani 12:14 , Matius 5:8 ). Marilah kita mencapai hidup bahagia dengan hati yang murni dan dikenan oleh Tuhan.

 

II.            BEJANA – WADAH DI LUAR DIRI KITA

 

Setelah menikmati makan malam yang luar biasa itu, kami telah sampai dirumah kira-kira pukul 20.38 Wib. Saat saya memarkirkan mobil ke garasi rumah, suara guntur terdengar dan kilat diangkasa nampak menyambar-nyambar. Zerach putra bungsu saya yang berbadan gempal ini yang membukakan pintu garasi sambil menutup pintu berkata,”Wah, hari mau hujan nih!” Betapa bahagianya hidup ini karena semua adalah anugerahNya. Saya terbayang kembali wajah istri saya lalu didalam sanubari terdengar,”Ma, mengapa begitu cepat mama ke sorga ya. Lihatlah anak-anak kita semakin bertambah besar.”

 

Saat memasuki pintu rumah, suara lembut yang telah membisiki saya untuk memberkati anak gadis cilik itu terdengar lagi, ”Nak, hari ini tanggal 6, bukankah hari ini engkau harus membayar tagihan kartu kreditmu?”....Ya ampun. Saya bergegas naik ke kamar dan pamitan lagi sama mama saya untuk pergi ke Atm terdekat. Jarak rumah dengan ATM terdekat kira-kira 200 meteran, berada di swalayan tepat dibelakang rumah saya. Entah sadar ataukah tidak, saya meraih sebuah payung. Hal ini tidak seperti biasanya, benar-benar alami terjadi.

 

Saya baru menyadarinya ketika berjalan 50 meteran lebih, saya bergegas membuka payung itu. Entah sudah berapa lama saya tidak pernah memegang payung lagi? Saya kesulitan membuka payung itu, hujan mulai berjatuhan. Saya terus mencoba-cobanya lalu terbuka. Disela-sela hujan rintik saya terus berjalan menuju mesin atm itu. Setelah antri lebih dari 3 orang saya segera membayar tagihan kartu kredit yang diingatkan Roh Kudus Tuhan. Saya membuka pintu atm itu...ohhh.....hujan begitu lebatnya. Saya membuka kembali payung itu, kali ini lebih mudah karena saya sudah menemukan celah untuk membuka pengait dari penutupnya.

 

Hujan begitu lebatnya, saya berjalan seorang diri. Lalu saya mendengar suara Tuhan berkata, “Nak, semakin kosong akan semakin bergantung. Semakin berharap semakin disayang Bapa. Janganlah kamu khawatir tetapi percayalah.” Di perjalanan pulang itulah Roh Kudus menguraikan kepada saya banyak hal. Saya tidak dapat menuliskannya lengkap karena sangat panjang sekali tetapi saya terpesona kepada Kasih Tuhan, “Nak, ingatlah bahwa hidupmu dahulu tidak memiliki apapun juga, engkau terbiasa dalam kekosongan, lalu Aku memberikan kepadamu seorang istri dan mengaruniakan anak-anak kepadamu, sekarang engkau kembali hidup tanpa seorang istri.” 

 

Saya kembali bergumam disela-sela suara Tuhan itu,”Mengapa begitu cepat ya Tuhan? Aku begitu mencintainya. Sekarang aku merasakan kosong dan hampir-hampir tidak lagi bisa mencintai. Saya terjebak pada ketakutan untuk memulainya lagi. Dahulu aku pun sama seperti saat ini tetapi kehadiran istri yang Engkau berikan itu memberikan warna hidup baru kepadaku. Sekarang aku punya anak-anak. Aku merasakan hidupku masih penuh ya Tuhan. Biarkan aku menjalani hidup ini untuk berkarya dan menyelesaikan pekerjaan-Mu.”

 

Seraut wajah dari Bapa sorgawi yang saya layani ini tersenyum. Lalu Roh Kudus berkata, “Nak, seperti payung dipersiapkan sebelum hujan tanpa engkau menyadarinya. Demikianlah semuanya bagimu....hujan itu akan turun segera. Semua kekeringan akan berlalu. Sekarang engkau dituntun untuk mempersiapkan wadahnya seperti engkau meraih payung ini. Kuatkan dan teguhkan hatimu. Semuanya akan segera mencapai kemuliaan penggenapan janji-janji Bapa dihidupmu.”

 

Saya seperti orang yang terbangun dari mimpi yang panjang bahwa seluruh aspek hidup saya hari ini benar-benar dikembalikan seperti semula ketika saya menemukanNya. Istri saya yang datang kemudian adalah harta pusaka sorga yang abadi. Saya bahkan sempat berucap, ”Mengapakah keluargamu tidak memahami hidupku? Betapa kehilanganmu adalah kehilangan hidup bagiku? Siapakah yang dapat mengobati luka dan sakit dari kehilanganmu ini? Mereka ada bertalian darah denganmu tetapi aku...aku adalah pria yang hidup sepenuhnya mencintaimu sampai dunia ini berakhir. Tuhan ada diantara kita. Tuhan yang menyatukan nafas hidup kita. Betapa aku sangat mencintaimu ya Elsye - istriku.”

 

Semua bayang-bayang dari kebahagiaan hidup itu sekarang menjadi sebuah mezbah hidup yang sangat berharga. Saya tersadar seketika bahwa semua yang ada di dalam hidup saya, bahkan pendirian Yayasan Gerbang Domba juga merupakan kehendak Tuhan. Sekarang saya semakin memahaminya bahwa Tuhan memang hendak berbuat sesuatu yang teramat besar dan mulia melalui komunitas Sheep Gate yang saya dan istri bangun melalui air mata bahkan nyawa hidup kami ini.

 

Pengurapan Tuhan dalam sekejapmembanjiri saya seiring hujan juga membasahi tubuh saya. Payung itu tidak dapat menahan siraman hujan itu. Saya percaya suatu masa nanti, kemuliaan Tuhan yang tercurah itu tidak sanggup kami tampung lagi karena begitu besar dan mulianya. Selintas saya dibawa dalam ingatan, “Pelayanan-pelayanan yang sekarang ada dan saya jalani adalah pelayanan belaskasihan.”

Jadilah kehendak-Mu atas hidupku bahkan anak-anakku.

Jadilah kehendak-Mu atas Sheep Gate ini.

Amin.

 

Teriring salam dan doa;

Ps. Pertamaputra Djohan

MEI-JUNI 2012

PDF

BERBALIK PADA KASIH MULA-MULA MENCAPAI KEHENDAK TUHAN

Mari belajar dari kitab suci! Mari pahami arti dari sebuah kesalahan dan pilihlah untuk berbalik pada kehendakNya. Persoalan utama yang seringkali terjadi adalah kita mengabaikan kasih dalam semua keputusan. Apa yang anda putuskan hari ini adalah jalan yang terbentang untuk suatu masa ke depan. Segala sesuatu yang dibangun dalam kurun waktu yang lama, dalam sekejab bisa saja hilang lenyap karena ketidaksabaran. Anda lebih memilih kelelahan daripada bertahan. Sedangkan janji-janji Tuhan masih mencapai proses menuju kemuliaanNya.

Perhatikan pesan Tuhan melalui apa yang tertulis berikut ini, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6:9) Hati yang tidak setia adalah bencana dari panen raya kehidupan anda. Teruskan persembunyian diri anda, teruskan tolak hati nurani anda hingga suatu masa anda akan benar-benar kehilangan semua janji-janji yang luar biasa itu. Kebaikan yang telah anda buat dalam kehendak-Nya akankah anda buang hanya untuk pergi dari sebuah proses yang sedang Allah ijinkan terjadi? Seringkali seseorang menjadi demikian naifnya dengan alasan-alasan rohani demi menutupi hatinya yang kering. Semua hal tidak ada ubahnya dengan kebiasaan dan keterusan yang tidak berfaedah. Jalan itu adalah jalan kebuntuan. Berbalik arahlah! Allah sangat mencintai korban persembahan yang dilakukan dalam kerendahan hati.

Kitab suci mengajarkan kepada kita tentang penyertaan Tuhan. Selalu ada perbedaan dalam hidup ini karena adanya penyertaan Tuhan. Lihatlah apa yang dilakukan oleh Lot saat semua mencapai waktu pengujian Tuhan: Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah, serta berkata: "Tuan-tuan, silakanlah singgah ke rumah hambamu ini, bermalamlah di sini dan basuhlah kakimu, maka besok pagi tuan-tuan boleh melanjutkan perjalanannya." Jawab mereka: "Tidak, kami akan bermalam di tanah lapang.Tetapi karena ia sangat mendesak mereka, singgahlah mereka dan masuk ke dalam rumahnya, kemudian ia menyediakan hidangan bagi mereka, ia membakar roti yang tidak beragi, lalu mereka makan. ( Kejadian 19:1-3 ). Pahamilah bahwa Tuhan sangat mencintai orang yang dipercayakan-Nya memikul sebuah visi kemuliaan. Kita tahu bahwa Abraham adalah pemimpin dari visi kemuliaan itu. Lot terjebak pada situasi hidup yang keliru. Lot tidak mencapai apa yang disebut dengan kerendahan hati. Duduk di pintu gerbang Sodom adalah gambaran tentang hidup seseorang yang kosong tanpa kasih Tuhan, tanpa cerita kemuliaan, tanpa air mata misi besar-Nya.

Perselisihan seringkali Tuhan ijinkan terjadi! Perselisihan yang justru dipicu oleh orang-orang sekitar kita. Ikatan persaudaraan jadi renggang. Kekuatan kekeluargaan komunitas Tuhan jadi terpecah-pecah. Namun dibalik apa yang terjadi itu, Tuhan tetap menyatakan perbedaan yang sangat mencolok. Anda tidak akan dapat menghindari kebenaran dari apa yang terjadi antara rombongan Abraham dengan rombongan Lot. Ada buah kemuliaan dibalik perselisihan itu. Kesetiaan dan kerendahan hati adalah kunci dari kebenaran Tuhan. Peganglah kasih! Sebab kasih yang tulus akan membuat orang menjadi setia. Allah menghargai kesetiaan yang ada hingga dapat melimpahkan masa tua yang bahagia seperti yang Yosua dan Kaleb alami pada era Musa. Kesetiaan mereka mengikuti Musa untuk memikul kemuliaan-Nya dari Mesir menuju Kanaan.

Kita dapat membaca dengan jelas bahwa kedua malaikat itu bahkan memilih untuk bermalam di tanah lapang daripada menerima tawaran Lot. Sebaliknya salah satu dari utusan sorga itu justru menetap dengan Abraham. Pesan ini sangat penting untuk kita baca bahwa pada dimensi ‘Sodom dan Gomora’hidup kita. Kesadaran untuk kita berbalik lagi kepada panggilan kasih mula-mula, dimana Allah telah menempatkan kita.

Lot mendesak dengan amat kuatnya sehingga kedua malaikat itu pada akhirnya meluluskan permintaannya. Adakah kita mendapatkan kesempatan seperti ini ketika berada pada kesalahan dalam sebuah keputusan masa depan? Dapat saya memberikan kepada anda pemahaman yang lebih mendalam,”Mengapakah Lot tidak memilih untuk berbalik kepada Abraham daripada menghabiskan banyak waktu untuk menyesali pilihannya yang keliru? Apa yang dikiranya taman Tuhan ternyata kesalahan fatal.” Suatu keputusan yang didasarkan kesadaran, tentu akan merestorasi jalan-jalan kebuntuan itu. Petrus telah mencapainya. Thomas juga! Jadi ada kesempatan indah di generasi kita ini untuk berbalik lagi pada panggilan Allah sekalipun kita sudah deklarasikan kesalahan hidup kita. Hanya kasih yang membuat orang bertahan dan rela menderita demi sebuah perjuangan kemuliaan.

Marilah kita mencapai pemahaman yang sama akan ikatan kasih didalam sebuah keluarga Tuhan lewat tulisan berikut ini,

Karena aku mau, supaya kamu tahu, betapa beratnya perjuangan yang kulakukan untuk kamu, dan untuk mereka yang di Laodikia dan untuk semuanya, yang belum mengenal aku pribadi, supaya hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus, sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan. Hal ini kukatakan, supaya jangan ada yang memperdayakan kamu dengan kata-kata yang indah.  Sebab meskipun aku sendiri tidak ada di antara kamu, tetapi dalam roh aku bersama-sama dengan kamu dan aku melihat dengan sukacita tertib hidupmu dan keteguhan imanmu dalam Kristus. Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.  Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.  Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,  dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa. (Kolose 2:1-10)

Seorang pemimpin rohani seperti yang dituliskan lewat keteladanan hidup Paulus perlu dikenal lebih dekat. Anda dapat melihat pengorbanan hidupnya. Anda mengenal akan kemurnian dirinya. Anda bahkan menemukan perjuangan yang telah dilakukannya memberikan dampak bagi banyak orang. Seluruh aspek hidupnya membuka pintu kekayaan dan pengertian bagi banyak orang bahkan diri anda sendiri. Lihatlah sejauh mana anda telah mencapai kemajuan rohani saat pemimpin rohani itu memberkati hidupmu?

Mata hati pemimpin rohani yang terus memikirkan masa depan dan kebahagiaan banyak orang. Sekalipun banyak perbantahan dalam perkara-perkara komunikasi namun pemimpin yang memiliki hati yang bijak akan memberikan pencerahan buat banyak orang belajar. Anda bisa salah mengerti akan hidup pemimpin anda karena “perkataan manis” dari orang-orang yang ada disekitar anda tetapi perkataan itu sendiri adalah sedap-sedapan yang membuat anda lupa akan Firman Tuhan dan kasih yang memberkati. Anda menjadi demikian nampak rohaninya dari apa yang anda mulai lakukan lewat serangan mulut berbisa.

Pada waktunya semua orang akan melihat dengan jelas bahwa anda telah kehilangan kasih, ketertiban hidup dan iman yang murni. Demikian juga halnya dengan orang-orang yang telah meracuni hidup anda, saya pastikan akan muncul pertentangan hebat. Racun makan racun adalah kehidupan yang tidak mungkin. Orang jahat kumpul dengan orang jahat, tentulah akan muncul keinginan ke-aku-an berbuat fasik. Setan yang menjadi tuan akan tersenyum dibalik semua racun komunikasi yang salah tempat, salah orang dan salah menempatkandiri. Saya yakinkan pada anda bahwa semakin banyak anda telanracun itu maka setan akan menutup jalan anda untuk berbalik. Siapa bijak tentulah dia akan menjaga mulutnya terhadap perkataan-perkataan yang jahat.“Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” (Amsal 18:21) 

Tetaplah didalam Yesus! Tetaplah didalam kasih supaya hidupmu berakar. Semua goncangan dibalik ujian itu tidak memporak-porandakan hidupmu. Teguhkan hatimu untuk berbalik kepada iman yang semula,dimana Tuhan telah mengajarkan kepadamu jalan-jalan kemurnian itu. Bukankah andatelah mengecap banyak kebaikan dari apa yang telah Tuhan limpahkan lewat panggilan-Nya? Adakah anda ingin menukar kebaikan Tuhan dengan perkataan-perkataan yang jahat? Bukankah bersyukur dengan hati yang bijak jauh lebih dikenan-Nya?

Percayalah kepada Firman Allah bahwa pergaulan yang buruk dapat merusak kebiasaan yang baik. Seorang suami yang membiarkan istrinya terus memimpin haluan keluarga dalam kesalahan dan kebodohan, tentulah akan menuai angin. Raihlah otoritas untuk bersikap bijak dan mengembalikan semua pada tempat-Nya yang semula. Selama anda tidak mencapai kepenuhan Allah berarti anda sedang memasuki pintu gerbang Sodom dan Gomora. Pesan ini penting mengingat hari-hari ini adalah hari-hari penuaian dan penghakiman seperti yang telah dipesankan-Nya pada akhir tahun 2011 yang lalu. Dengarkan kembali pesan Tuhan tersebut supaya mata hatimu terang kembali (lihat di www.sheepgateministry.com).

Akhir dari semua pesan Tuhan ini, saya berharap anda dapat dapat memahami dua pesan singkat dari apa yang tercermin lewat hidup dua binatang ini:

Ø  Unta

Setiap pagi Unta selalu membungkukkan dirinya untuk menyambut tuannya. Dalam segala perkara dia tidak lalai untuk selalu rendahkan dirinya. Unta adalah binatang yang paling kuat menjelajahi padang gurun. Demikian juga kita yang mencapai kesadaran penuh segeralah berbalik kepada Tuhan. Semua pencobaan hanya bisa dilewati lewat kerendahan hati dihadapan Tuan kita yaitu Yesus Kristus Tuhan. Oleh anugerah-Nya, di sorga terdengar syafaat panggilan-Nya,”tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu." (Lukas 22:32)

Ø  Monyet

Dibalik badai pencobaan yang besarnya seperti apapun, induk monyet berpegang teguh pada pohon yang ada. Demikian juga anak-anak monyet dengan berpegang teguh pada pelukan induk, mereka merasa aman dalam perlindungan induknya. Pahamilah bahwa apa yang terjadi tidak menimbulkan kebinasaan pada induk ataupun anak monyet tersebut. Badai pasti berlalu dan kehidupan yang tenang akan datang kembali. Demikian juga halnya pada diri kita, pada dimensi pemimpinkah (induk) ketika badai pencobaan datang maka kita tidak boleh pergi tinggalkan pohon kehidupan yaitu komunitas dimana Allah telah menempatkan kita. Berpeganglah teguh dengan memeluknya seerat mungkin sebab badai pencobaan itu pasti akan reda. Apabila dalam porsi pengerja ataupun jemaat (anak) maka kita haruslah berpegang teguh pada pemimpin rohani kita yang merupakan induk pelindung kita. Percayalah bahwa Tuhan akan tolong kita semua, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”  (1 Korintus 10:13) 

Saya telah melintasi banyak area yang penuh air mata. Kesakitan hidup yang sulit dipahami. Peperangan ini hanyalah milik Tuhan. Kemenangan yang telah digariskan secara kodrati. Kota terakhir yang saya singgahi dengan air mata adalah Surabaya. Lewat kota inilah kemudian saya pahami yang telah terjadi terhadap Sheep Gate adalah kehendak Tuhan yang telah digariskan jauh-jauh hari. Seorang anak kecil telah diberikan Tuhan mimpi bahkan telah diceritakan kepada almarhumah istri saya.

“Gedung gereja Sheep Gate terbakar, ada banyak orang berhamburan pergi dan ada juga yang terjebak api didalamnya. Bahkan ditengah-tengah kebakaran itu terjadi perampokan. Keadaan itu sangat memilukan hingga datangnya pertolongan para malaikat maka gereja Sheep Gate beroleh ketenangan dan ketentraman-Nya kembali.”

Semua yang terjadi kemarin-kemarin adalah kehendak Tuhan dalam proses dan ujian maka hari ini kita sudah dapat melihat kedatangan para malaikat Tuhan merestorasi kembali semuanya. Orang bijak tidak akan mau pergi tinggalkan perjuangannya dihadapan Tuhan sebab hal itu adalah pemberontakan,”Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.” (Filipi 3:16). Persembahan yang harus kita bawa dihadapan Tuhan Yesus adalah “BERBALIK PADA KASIH MULA-MULA  MENCAPAI KEHENDAK TUHAN” supaya semua rencana Tuhan dalam hidup kita pribadi ataupun keluarga tergenapi sempurna. Amin.

Tulisan ini sebagai persembahan cinta kepada Yesus

2 hari menjelang hari ulang tahun (almrh) ibu Pdt. Ir. Elsyeria Mangunsong – Ibu gembala sejuta cinta bagi kasih mula-mula Sheep Gate generasi pendahulu.

                                                     

= P2EL =

MARET-APRIL 2012

PDF

KESADARAN, KETEKUNAN, DAN KARAKTER YANG DEWASA

Semua orang punya kekuatan dalam dirinya. Kekuatan yang mendorong seseorang untuk mencapai kemenangan. Setiap kita memiliki keinginan untuk sukses dalam kehidupan ini. Dalam kapasitasnya masing-masing, semua kita merasa berhasil apabila kita telah mencapai sebuah cita-cita yang kita mimpikan dalam kehidupan ini. Kita mengetahui dengan jelas bahwa setiap kita punya tujuan hidup. Tujuan hidup yang sederhana hanya akan menciptakan garis-garis kehidupan yang datar. Sebaliknya seseorang yang punya tujuan hidup yang semakin besar, hidupnya akan diwarnai gelombang kehidupan yang lebih besar.

Pencobaan hidup yang terjadi, sebenarnya disesuaikan dengan kekuatan dan kapasitas hidup yang ada didalam diri orang tersebut. Kedaulatan dan keadilan Tuhan menyatakan hal itu dengan jelas, "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya." (1 Korintus 10:13).Kekuatan dan kapasitas itulah yang seringkali kita tangkap sebagai takaran tujuan hidup.

Anda dianggap kuat setelah anda dapat melewati dan memenangkan semua pencobaan yang mendera hidup Anda. Pencobaan yang Anda menangkan itu, dengan sisi manusiawi akan dibandingkan, akan ditakar untuk menentukan seberapa kuat, seberapa besar Anda telah mencapai kemenangan hidup. Orang besar punya mimpi besar. Orang yang punya mimpi besar akan punya pencobaan dan tekanan hidup yang juga besar. Semakin besar Anda diberikan pencobaan dan memenangkannya maka Anda akan dianggap seseorang yang sangat unik dalam kehidupan. Kemenangan itu dianggap sebagai keunikan hidup. Kemenangan yang Anda peroleh itulah yang ingin didengar oleh semua orang.

Berpijak dari mimpi dan kemenangan besar inilah, saya ingin mengajak Anda - para pembaca melihat beberapa bagian dalam kehidupan ini perlu dipahami lebih bijaksana. Tetapi pertama-tama ijinkan saya menuliskan sebuah pedoman Firman Tuhan sebagai penuntun jalan yang akan menolong kita untuk melihat semua proses kehidupan dengan hati yang terang, "Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." (Roma 1:17)

 

TEMUKAN MIMPI ILLAHI ITU DALAM DIRI ANDA... Apakah Anda terkesan dengan kalimat diatas ini? Lalu apakah Anda memahaminya? Marilah kita menggali lebih dalam lagi sesuatu yang terkandung dalam diri kita. Suatu benih yang seringkali tertimbun dengan banyak kegagalan. Hati yang lelah, frustasi dan kesalahan dalam hidup seringkali mematikan semua benih mimpi itu. Tidak jarang keadaan yang disebut dengan kesakitan dari perlakuan sesama orang yang beriman menjadi jurang kepahitan yang dalam hingga orang-orang menenggelamkansemua mimpi hidupnya dalam kekecewaan.

Sebuah tujuan hidup yang besar, yang Anda sebut sebagai mimpi besar merupakan sebuah garis kodrati dari apa yang disebut dengan talenta. Tuhan telah memberikan talenta dalam diri kita masing-masing. Investasi Tuhan ini sudah ada dalam diri Anda. Percayalah bahwa semua kesuksesan hidup yang Anda baca, lihat dan pernah ketahui, selalu berfokus pada talenta yang Tuhan berikan menjadi sebuah tindakan hidup yang nyata. Keberanian untuk membuat talenta itu menjadi tindakan diperlukan keberanian untuk mendobrak dan mengambil resiko.

Seseorang yang membuat sejarah kemenangan adalah seseorang yang telah melewati batas semua ketakutan dalam dirinya. Seseorang yang dapat mengalahkan dirinya sendiri adalah seseorang yang dapat menaklukkan dan memenangkan pencobaan dunia ini. Mari kita melihat sebuah tulisan perumpamaan Firman Tuhan yang diajarkan oleh Tuhan Yesus:

 "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.  Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.  Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.  Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.  Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.  Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.  Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.  Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.  Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!  Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?  Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.  Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.  Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. ( Matius 25 : 14 - 29)

Sekarang kita dapat memahami sepenuhnya kunci dari sebuah keberhasilan melalui Firman Tuhan ini adalah, " Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya." Saya lebih suka mendefinisikannya secara sederhana bahwa keberhasilan ditentukan oleh kesadaran, ketekunan dan karakter yang dewasa.

Masihkah Anda ingat akan cerita tentang tokoh rohani yang bernama Yusuf. Saya akan mengajak Anda sekilas melihat proses pencobaan yang menimpa diri Yusuf sebelum keyakinan hidupnya menjadi sejarah kemenangan.

KESADARAN untuk hidup benar

"Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun—jadi masih muda—biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya." (Kejadian 37:2)

Kesadaran Yusuf untuk hidup dalam kebenaran sudah mendasar dalam dirinya sehingga situasi dan keadaan yang ada membuat Yusuf hidup dalam kebencian orang-orang yang ada didekatnya. Apakah Anda juga menderita hal yang sama seperti Yusuf? Anda menderita karena kebenaran yang Anda percaya? Bersyukurlah karena dimana Anda harus menderita karena kebenaran disitu akan nyata mujizat, pembelaan dan penghiburan dari Tuhan. Anda bahkan disebut orang yang berbahagia dan berkarakter Kristus, "Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat." (Matius 5:11) 

KESADARAN bahwa dunia membenci cinta yang penuh kemuliaan

"Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia. Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah. (Kejadian 37:3-4) 

Jubah yang Yusuf terima bicara tentang perbuatan-perbuatan yang indah dalam diri seseorang. Seringkali perbuatan yang indah sekalipun tetap menjadi buruk bila berada pada situasi dan tempat yang salah. Kesadaran Yusuf untuk memahami hal seperti ini dibutuhkan waktu dan proses yang cukup lama bahwa dunia akan membenci sebuah kasih sayang yang indah.

Apabila Anda dipercayakan untuk sebuah kehendak Bapa yang besar dalam kemuliaanNya, Anda akan diserang dan diuji oleh roh-roh jahat yang ada didunia ini. Pencobaan sebagai kemurnian dari cinta yang anda terima dari Tuhan. Dunia akan menyatakan penolakan mereka atas cinta yang datang dari Bapa. Anda akan mengalami banyak sekali tekanan-tekanan, muslihat yang berkedok rohani bahkan kejahatan-kejahatan yang tersembunyi. Semua tipu daya dan upaya yang roh-roh jahat dunia itu lakukan demi menghancurkan kehendak Tuhan yang telah anda terima. Rahasia ini besar sebab tidak semua orang paham dan rela untuk memikul salib pengorbanan ini. Apalagi semua pencobaan itu bahkan ada didepan mata yaitu lewat orang-orang yang ada disekitar hidup anda. Orang-orang yang anda percayai !

Jangan kecewa! Apa yang terjadi pada Yusuf justru mengajarkan kepada kita bahwa akhir dari semua pencobaan itu adalah kemuliaan bagi Nama Tuhan. Cinta yang murni pasti teruji seperti emas yang masuk dalam dapur perapian. Kehendak Tuhan yang Anda raih akan jadi berkat yang luar biasa ketika Anda dengan kesadaran penuh untuk menghadapi semua pencobaan dengan berserah, berdoa dan mengandalkan pertolongan pembelaan Tuhan. Ingatlah akan penderitaan salib Yesus bahwa kita memiliki Tuhan yang penuh cinta dan pengorbanan. Apabila dihidup kita juga dipercayakan hal yang besar dan diperlukan cinta dan pengorbanan, relakan hatimu untuk memikul salib kemuliaan ini sebab Bapa punya tujuan yang besar dari hidupmu. Sadarilah... 

 

KESADARAN bahwa mimpi itu bukan mimpi biasa

Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya. Karena katanya kepada mereka: "Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini: Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu." Lalu saudara-saudaranya berkata kepadanya: "Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?" Jadi makin bencilah mereka kepadanya karena mimpinya dan karena perkataannya itu. Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku."  Setelah hal ini diceritakannya kepada ayah dan saudara-saudaranya, maka ia ditegor oleh ayahnya: "Mimpi apa mimpimu itu? Masakan aku dan ibumu serta saudara-saudaramu sujud menyembah kepadamu sampai ke tanah?" Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya. (Kejadian 37:5-11)

Apakah Anda juga dituntun Roh Kudus mencapai mimpi yang supranatural dalam hidup Anda? Dimensi yang sulit dipahami dengan akal pikiran manusiawi kita. Dimana sejak mimpi itu datang maka hidup Anda tidak bertambah baik. Sebaliknya seluruh pencobaan yang terberat dari dunia ini seakan-akan sedang difokuskan untuk menghancurkan hidup Anda. Pahamilah bahwa mimpi itu sangat besar, mimpi yang datang dari sorga. Pahamilah bahwa untuk menjadi orang besar, Anda harus siap keluar dari sisi manusiawi Anda untuk mulai hidup dan berjalan bersama Tuhan.

Tidak ada mimpi yang membuka kesempatan bagi Anda untuk mencapainya dengan kekuatan manusiawi Anda. Semua kepemilikkan Anda tidak jarang Allah akan buat jadi habis hingga yang masih bersisa hanya wadahnya dan diri Anda sendiri. Dalam kesakitan, kesendirian dan kefrustasian yang Bapa kerjakan atas diri seseorang yang terpilih akan menjadi sebuah cambuk pembersihan manusia dalam kita. Anda akan paham sepenuhnya arti kata bergantung. Anda tidak akan lagi bisa mempertahankan semua teori rohani yang Anda kutip selama ini. Anda bahkan tidak dapat memakai semua pengalaman rohani orang lain untuk menyelesaikan semua pencobaan itu.

Berdiamlah sejenak. Temukan Tuhan dalam hadirat-Nya. Saat Anda bertenang, Anda akan paham bahwa semua situasi sulit ini merupakan satu kesatuan dari puzzle - puzzle mimpi sorgawi Anda.

 

KETEKUNAN untuk terus belajar dalam penderitaan

Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, merekapun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu.  Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair.  Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mereka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir.  Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu: "Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya?  Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita." Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu.  Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.  Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf. Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang. Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya. (Kejadian 37 : 23-28, Kejadian 39 : 1-6)

Sumur kosong itu adalah penderitaan yang sangat mengerikan dalam hidup ini! Pertolongan datang terkadang bukanlah disengaja. Dimana ada banyak kepentingan orang-orang menempatkan kita pada situasi tidak bisa memilih. Anda disudutkan untuk hanya bisa "menerima" dan tanpa pernah bisa menawar ataupun memilih. Hidup Anda ditentukan oleh keputusan orang-orang sekitar Anda. Ini merupakan sebuah bentuk pencobaan hidup yang sangat mengerikan.

Melalui semua perkara ini kita dapat pahami pada akhirnya hidup kita akan dijual ke sistem perdagangan dunia. Semuanya selalu mengacu kepada hati yang sarat dengan kepentingan. Kemudian semua kepentingan itu dengan amat mudahnya diterjemahkan menjadi mamon dibaliknya. Inilah cara dunia membuat kekacauan dalam hubungan satu dengan yang lain. Dimana perseteruan, perpecahan dan semua bentuk pertentangan seringkali terjadi disebabkan oleh kepentingan-kepentingan pribadi. Roh-roh jahat didunia ini dengan amat hebatnya membuat selimut-selimut tebal kepalsuan untuk menyembunyikan semua kepentingan-kepentingan duniawi dibalik semua alasan rohani.

Yusuf adalah seorang pria yang tekun. Kita dapat belajar banyak lewat hidupnya. Kekuatan yang dicapai dalam kelemahan yang ada adalah jangan pernah menyerah. Tetaplah kerjakan apa yang ada didepan mata Anda. Semua deru-deru pencobaan bisa saja mengelilingi hidup Anda tetapi sadarilah bahwa Anda punya kemerdekaan untuk memilih. Pilihlah untuk belajar dari kegagalan hidup masa lalu. Pilihlah untuk mempersiapkan diri Anda bagi masa depan, dimana Anda sepenuhnya percaya bahwa Tuhan adalah Bapa yang baik. Dia akan menolong Anda memenangkan semua pencobaan itu.

Yusuf mencapai sebuah kemenangan yang gilang gemilang. Tetapi kita juga harus paham bahwa Tuhan tidak akan berhenti untuk membawa anda berjalan melewati semua lembah air mata sebelum destiny itu tergenapi. Yusuf telah dikaruniakan dalam dirinya suatu talenta untuk mengerti bahasa sorga. Ketekunan Yusuf memahami akan hal ini pararel diwujudkan dengan ketekunannya untuk mempelajari bahasa Mesir. Suatu terobosan hidup hanya akan terjadi bila Anda paham bahwa dalam suatu tingkatan yang lebih tinggi ( high level ) dituntut juga karakter dan keahlian yang sepadan dengan porsi yang akan Anda capai itu.

Kita diciptakan untuk hidup percaya kepada Tuhan. Garis kodrati awal mula penciptaan bahwa manusia hidup oleh pengaturan Tuhan. Manusia hidup dalam otoritas sorga yang nyata. Selama Anda mengijinkan Roh Kudus menuntun hidup Anda maka Anda tidak akan pernah kecewa dengan masa depan. Apapun yang terjadi hari ini, dalam pengaturan Roh Kudus akan menjadi sebuah kemenangan yang mulia dalam hidup Anda.

Allah tidak ingin kita terikat dengan apa yang sudah kita raih hari ini ! Sadarilah bahwa Allah terus membawa Anda naik demi kemuliaan penyediaanNya yang indah bagi masa depan hidup Anda. Yusuf yang kembali alami pencobaan dari sebelumnya, tentulah bukan pencobaan yang mudah untuk dihadapi. Pencobaan bisa datang dari berbagai cara bahkan orang-orang didekat Anda. Yusuf alami kehancuran lewat seorang nyonya yang dilayaninya yaitu istri Potifar.

Kata Potifar sendiri diartikan sebagai "belonging of the sun". Anda akan terkejut ketika apa yang Anda sandarkan, pandang positif dan semua hal yang Anda banggakan itu tiba-tiba sekejab berubah menjadi musuh bagi Anda. Tuhan ingin Anda paham sepenuhnya bahwa hidup ini ada garis kedaulatan Bapa yang tidak bisa dihindari oleh siapapun juga. Bila Bapa sudah berdaulat maka semua dapat terjadi! Kedaulatan itulah yang sering terkandung pelajaran hidup tentang bagaimanaseharusnya kita menjadi anak! Saat kita menyadarinya bahwa Tuhan adalah Bapa yang baik maka mulut kita akan penuh dengan syukur dan hati kita akan penuh dengan damai sejahtera.

Kita tidak lagi hidup terikat dan kecewa tetapi benar-benar merdeka seperti yang ada tertulis, "Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!" (Yeremia 17:5)  Kemerdekaan hidup yang membuat kita jauh dari semua kutuk dan malapetaka. Kemerdekaan hidup yang penuh dengan kemurahan dan pemeliharaan Bapa.

Bila hari ini Anda disudutkan pada satu sisi kehidupan dimana Anda kehilangan semua pilihan, belajarlah untuk menemukan Tuhan. Dimana kekuatan dari penyertaanNya akan menolong akan mencapai solusi bahkan kemenangan yang gilang gemilang. Apa yang tertulis ini, "Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana." (Kejadian 39:20) Sebagai pernyataan kehendak kedaulatan-Nya. Bila Yusuf berhenti pada rumah Potifar maka Yusuf hanya akan menyelamatkan dirinya sendiri. Tetapi saat pencobaan yang terjadi semakin besar maka kemuliaan kehendak-Nya akan semakin besar. Anda akan memahaminya saat semua pencobaan itu Anda menangkan dan apa yang Anda raih telah berbuah nyata.

 

KARAKTER untuk berpadanan dengan kemuliaan

"Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu." (Kejadian 39:21) Ada satu kekuatan yang luar biasa dari orang-orang pilihan Tuhan yaitu karunia penyertaan Bapa. Anda tidak akan dapat menyamai karunia ini dalam kehidupan. Orang-orang dunia menyebutnya dengan istilah orang yang beruntung. Apapun yang ada dalam hidup orang pilihan itu adalah kemurahan dan penyediaan yang indah.

Yusuf memiliki garis penyertaan Bapa ini. Dimanapun, kapanpun dan situasi apapun, Bapa terus memberikan pertolongan dan penghiburan baginya. Anda akan tahu dengan mudah bahwa orang yang istimewa seperti ini dapat membuat banyak perbedaan. Penyertaan Tuhanlah yang membuka pintu kesempatan untuk talenta dalam hidup kita dinyatakan. Yusuf menafsirkan mimpi namun untuk mencapai buah taburan talenta kebaikan hatinya diperlukan waktu lagi. Anda boleh menyemaikan talenta Anda namun tetap dibutuhkan waktu Tuhan untuk menikmati tuaian dan keberhasilan.

Kesempatan yang Tuhan berikan itu berpadanan dengan Firman-Nya, "Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku." (Wahyu 3:8). Anda bisa meraih popularitas, keberhasilan dan kemenangan bukan karena kuat dan gagah Anda tetapi semuanya itu adalah kasih karunia. Anda akan paham sepenuhnya bahwa Tangan Tuhanlah yang membuat seseorang jadi besar dan berlimpah.

Selalu ada penyediaan Tuhan dengan kehadiran seseorang untuk membimbing orang pilihan-Nya dalam berbagi. Tuhan bisa mengaruniakan seorang penolong yang sepadan dalam hidup Anda "suami ataupun istri" dengan maksud memperkaya karakter hidup Anda. Ada banyak tatanan hati, karakter, tabiat, kebiasaan dan berbagai hal dalam diri Anda yang perlu diubah dan disesuaikan dengan tingkatan keberhasilan yang akan Anda raih. Semakin besar kemuliaan-Nya dalam hidup Anda maka akan semakin berbobot dan bersinar seseorang yang akan Allah tempat disisi hidup Anda. Lihatlah penyediaan Bapa atas Yusuf, "Lalu Firaun menamai Yusuf: Zafnat-Paaneah, serta memberikan Asnat, anak Potifera, imam di On, kepadanya menjadi isterinya. Demikianlah Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir. (Kejadian 41:45) 

Anda tidak punya pilihan untuk menolak apa yang telah Bapa tetapkan buat hidup Anda. Alasan rohani tidak bisa dipakai saat Bapa telah menyatakan kehendak-Nya. Anda benar-benar hanya punya satu jawaban, "Bapa, jadilah kehendak-Mu." Sebab apa yang Bapa pilih buat hidup Anda sekalipun banyak airmata tetap sebagai pilihan hidup yang sempurna. Suatu masa Anda akan dapat memahaminya bahwa kehadiran seseorang yang Allah tempatkan dihidup Anda adalah sempurna.

Untuk mengubah seseorang dibutuhkan orang yang paling dekat dan dicintainya. Sebab dasar hubungan yang berawal dari cinta akan mempercepat proses kematangan karakter seseorang untuk siap berpadanan dengan kemuliaan dan kehendak Bapa yang akan segera dinyatakan. Selalu capai pembaharuan melalui semua pelajaran airmata yang Bapa ijinkan terjadi dihidup anda. Yakinkan diri Anda bahwa airmata yang Bapa kehendaki adalah suatu tarikan dari dalam untuk Anda mencapai kesadaran agar tidak lagi main-main dengan kehidupan, berbalik dari semua kehidupan masa lalu yang haru biru, memberikan kommitmen yang sejati untuk hidup hanya bagi Bapa dalam kemuliaan-Nya sampai akhir hidup Anda.

KARAKTER untuk bersikap dewasa

Lalu segeralah Yusuf pergi dari situ, sebab hatinya sangat terharu merindukan adiknya itu, dan dicarinyalah tempat untuk menangis; ia masuk ke dalam kamar, lalu menangis di situ.   Ketika itu Yusuf tidak dapat menahan hatinya lagi di depan semua orang yang berdiri di dekatnya, lalu berserulah ia: "Suruhlah keluar semua orang dari sini." Maka tidak ada seorangpun yang tinggal di situ bersama-sama Yusuf, ketika ia memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya. Setelah itu menangislah ia keras-keras, sehingga kedengaran kepada orang Mesir dan kepada seisi istana Firaun. (Kejadian 43:30, Kejadian 45:1-2). Diantara semua kegemilangan dari apa yang dicapai seseorang yang mencapai puncak keberhasilannya akan mencerminkan siapakah dirinya yang sesungguhnya.

Saya selalu berhenti lama ketika membaca tangisan Yusuf ini. Saya tidak tahu mengapa karena beberapa kali saya dapat merasakan hatinya. Saya ikut menangis. Saya tidak dapat menahan kerinduan yang sama seperti yang Yusuf telah alami. Saat saya menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat maka kerinduan terbesar dalam hidup saya adalah membagikan semua kebahagiaan ini kepada mama, papa dan adik-adik saya. Saya telah memendam semua cinta ini begitu lama hingga pada akhirnya hari itu tiba. Hari bersejarah ketika Tuhan mempercayakan saya membaptis mama dan adik perempuan saya sekeluarga.

Seseorang yang ditetapkan besar untuk kemuliaan Bapa, tidak akan pernah menyimpan kebencian didalam hatinya. Dia akan paham sepenuhnya bahwa semua proses kehidupan itu - banyak airmatanya, hanya itu jalan penyediaan Allah untuk membimbingnya mencapai semua kemuliaan itu.  Bila Anda yang terpilih sebagai seseorang yang dipercayakan berkat sulung ganda, tentu akan paham bahwa airmata Anda akan lebih banyak dibandingkan orang-orang awam yang hidupnya biasa-biasa saja. Bahkan Anda akan dapat memahami arti kata bahwa bahkan kehidupan Anda akan diproses dalam kehidupan rohani melebihi semua orang rohani yang pernah bercerita.

Kekuatan yang ada pada diri seorang history maker adalah kemurnian hatinya. Dia tidak akan berbantahan. Semua tudingan dia telah dengan kesabaran. Sihir buruk terhadap karakternya, dia bawa dalam ketekunan berdoa. Ketika orang-orang disekitarnya membutuhkan pertolongannya maka dia bertindak. Hidupnya dikenal dari perbuatannya. Perkataannya selalu cerminkan Firman Hati Bapa. Hatinya yang penuh belaskasihan merupakan cerminan tindakannya yang selalu membawa solusi kehidupan bagi banyak orang.

Ada banyak orang menghakimi apa yang diperbuatnya. Ada banyak kekeliruan dalam menafsirkan keputusan hidupnya. Semua yang tertulis dalam garis hidupnya adalah bentangan garis baru kehidupan rohani. Orang-orang tidak akan dapat memahaminya hingga waktu-Nya musim penuaian dan peninggian itu datang, "Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya." (Matius 11:19) 

 

Kedewasaan hidup seseorang tercermin dari pemahaman akan proses dan tujuan akhir hidup yang dicapainya. Apa yang dicapainya akan menjadi berkat bagi banyak orang. Apa yang dia menangkan dalam semua pencobaan hidup adalah jembatan berkat, pelajaran dan kehidupan bagi banyak orang, "Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu." (Kejadian 45:5)

Tuhan telah memilih Anda untuk sebuah kemuliaan yang besar. Sadarilah. Tekunlah untuk menjalani semua pencobaan dan proses yang terjadi. Belajarlah dibalik semua airmata agar karakter Kristus semakin teguh dalam hidup anda. Amin.

 

Teriring salam dan doa;

Ps. Pertamaputra Djohan

Artikel Lain...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

SHEEP GATE
FAMILY

Copyright © 2011, SHEEP GATE MINISTRY