Indonesian English French German Greek Hebrew Italian Korean Spanish

Our Pastors

PDF

Pdt. Pertamaputra Djohan - Pastor Djohan - Ps. Sheep Gate - Djohan Father’s Miracle

Pastor Djohan lahir sebagai anak sulung dari sebuah keluarga yang sangat sederhana disebuah kota kecil didaerah propinsi Babel. Pastor Djohan mengalami kelahiran baru di usia di usia 24 tahun melalui sebuah mimpi yang supranatural. Kemudian mengalami pembentukan Tuhan pribadi secara tersembunyi selama sepuluh tahun. Hubungan pribadinya dengan Roh Kudus pada akhirnya menyingkapkan kembali kehidupan masa kecilnya. Seperti Nabi Samuel kecil, beliau  mengalami panggilan TUHAN secara 'audible' setiap waktu menjelang makan siang saat masih berusia 6 tahun.

Ps. Djohan mengenyam dua kali pendidikan rohani Kristen. Sekolah pertamanya adalah sebuah sekolah misi rohani dengan para pengajar yang sangat handal dan berpengalaman didalam dunia organisasi dan pengembalaan gereja. Sekolah yang satunya lagi merupakan sebuah sekolah yang  berorientasi kepada pengenalan dan pengalaman pribadi dengan Tuhan. Lebih dari tiga puluh tiga (33) hamba Tuhan dari dalam dan luar negeri telah mendedikasikan impartasi pengenalan pribadi mereka melalui pengajaran di sekolah seminari ini.

Dikemudian hari Ps. Djohan baru menyadari bahwa ketaatannya kepada Roh Kudus untuk kedua sekolah tersebut, hanya untuk sebuah tujuan Allah yang mulia. Di sekolah pertama itulah Ps. Djohan berjumpa dengan istri tercintanya. Suatu kisah cinta yang teramat indah di atas gunung Sadabumi.  Allah menyatukan dua pribadi, dua dunia dan dua hal yang tidak mungkin. Ketika dikisahkan maka ada banyak hal didalamnya TUHAN itu nyata hingga kelahiran kedua anak mereka nanti yaitu Rehuel dan Zerach.

Di sekolah seminari yang kedua merupakan jawaban doa dan tanda yang diminta dari calon istrinya kala itu. Suatu hal yang tidak mungkin terjadi karena pendaftaran sekolah itu sebenarnya sudah lama ditutup. Tetapi sekali lagi dalam kisah cinta Ps. Djohan dan Ibu Elsye akan kita temukan TUHAN berdaulat sepenuhnya. Selama masa pendidikan sekolah ini, semua uang tabungan Ibu Elsye habis untuk membekali biaya komunikasi Ungaran dan Jakarta. Tabungan tiga belas (13) juta itu dikemudian hari, oleh anugerah Tuhan digantikan oleh Ps. Djohan dengan taburan permata dan kebahagiaan yang dimimpikan oleh banyak gadis.

Selama menikah itu, Ibu Elsye yang semula merupakan seorang Pendeta yang menggembalakan anak-anak muda di sebuah Rayon Gereja Bethel (GBI) seperti seorang Nikodemus berjumpa Tuhan Yesus. Ternyata kependetaannya tidak menjamin pengenalannya akan Tuhan secara mendalam. Tetapi Ibu Elsye memiliki ketaatan yang sangat terpuji sepanjang hidupnya yaitu membayar persepuluhan. Ps. Djohan berkata bahwa didunia ini, beliau baru menemukan dan melihat, betapa langkahnya wanita Allah seperti ibu Elsye dalam hal setia membayar persepuluhan.

Selama Sembilan (9) tahun lamanya, Ps. Djohan membimbing Ibu Elsye menemukan TUHAN. Pengalaman demi pengalaman pribadi yang pada akhirnya membawa Ibu Elsye pada suatu pengalaman sorga yang luar biasa. Beliau yang bertalenta sebagai seorang Worship Leader merupakan padanan yang luar biasa dalam penyatuan Tuhan ini. Allah berbicara kepada Ibu Elsye dengan suara yang jelas dan kesukaan barunya ini seringkali diceritakannya kepada Ps. Djohan dengan air mata bahagia.

Kepercayaan Allah atas  Komunitas Sheep Gate ini didalam hidup Ps. Djohan berawal dari doa bersama istri dan seorang ipar perempuannya "Lizabeth" selama lebih dari dua tahun. Tuhan dengan cara-Nya yang unik  merancangkan perjumpaan dengan beberapa keluarga Kristen yang haus lapar akan Tuhan, yang justru telah mempercepat pembentukan Komunitas Sheep Gate ( yang lebih akrab dikenal dengan istilah Sheep Gate Family ).

Pada saat Ps. Djohan sedang mencapai top kariernya didunia pekerjaan sekuler, saat itulah TUHAN meminta Ps. Djohan untuk melayani-Nya sepenuh waktu. Di dalam rumahnya yang tenang dan bahagia itu, semula Ibu Elsye tidak setuju. Suatu kondisi yang aneh kemudian terjadi yaitu Ibu Elsye mengalami serangan sakit-sakit gatal pada sekujur tubuhnya. Sudah berobat ke berbagai dokter ahli tetapi rasa gatal itu semakin menjadi-jadi. Hingga suatu malam TUHAN mendatangi Ibu Elsye dan berkata bahwa untuk Ps. Djohan full time melayani-Nya merupakan kehendak-Nya sendiri.

Saat Ibu Elsye sepakat dengan Tuhan malam itu maka dengan ajaib semua serangan sakit gatal itu pun lenyap begitu saja. Dikemudia hari Allah menyingkapkan kepada Ps. Djohan dan Ibu Elsye bahwa rancangan Allah atas komunitas inipun sudah ada sejak tahun 1978 dengan cara ditunjukkan-Nya kepada seorang hamba Allah bersamaan dengan  panggilan 'audible' itu  bahwa Sheep Gate Ministry ini adalah milik Allah dan disembunyikan-Nya selama hampir 30 tahun. Melalui sebuah pertemuan yang sangat indah hal ini disingkapkan oleh Roh Kudus melalui seorang wanita pemberita Injil yang telah berusia 82 tahun tersebut.

Saat-saat menjelang Ps. Djohan melepaskan dunia pekerjaan sekulernya maka mereka membuka pintu rumahnya untuk persekutuan doa setiap dua minggu sekali. Dalam setiap pertemuan doa ini ada banyak mujizat terjadi. Mujizat Tuhan sungguh nyata hingga berdatangan orang-orang dari berbagai daerah ke rumah mereka. Sedikit kesaksian yang bisa dibagikan, bagaimana seorang wanita muda yang datang dari Belanda dalam keadaan “terguncang jiwanya” pasca kematian suaminya. Ketika Ps. Djohan menumpangkan tangannya maka wanita muda ini mengalami jamahan Tuhan, muntah-muntah pelepasan. Keesokan harinya wanita muda ini telah sadar kembali, bersolek dan menyongsong hidup barunya untuk kembali ke Belanda dalam keadaan penuh kemenangan.

Berbagai-bagai mujizat Allah yang dahsyat mewarnai persekutuan doa di rumah Ps. Djohan dan Ibu Elsye hingga pada akhirnya Allah menghendaki agar sebuah komunitas keluarga Tuhan bisa menjadi bagian yang meneduhkan  umat-Nya. Sebuah gereja dengan nama Jki Sheep Gate berdiri dan saat itu, Ps. Djohan telah memberikan hidupnya untuk melayani Tuhan sepenuh waktu.

Meski baru berusia satu (1) tahun gereja Jki Sheep Gate, tetapi Roh Kudus telah menuntun Ps. Djohan beserta teamnya untuk melakukan Misi Penginjilan ke berbagai daerah. Sebuah album pujian penyembahan dengan tajuk “Berlari Mendahului Hujan” mendasari misi penginjilan ini. Lagu-lagu ini merupakan ciptaan Ps. Djohan dan istri tercintanya Pdt. Ir. Elsyeria Mangunsong semasa hidupnya. Talenta bernyanyi pada Ibu Elsye memang sungguh memberkati. Setelah menikah dengan Ps. Djohan maka Ibu Elsye mengalami suatu terobosan yang luar biasa dalam dunia penyembahan Tuhan yaitu memuji dan menyembah Tuhan dalam dimensi pengurapan yang sangat dahsyat.

Mereka pun memulai misi penginjilannya pada Kota Bengkulu. Fenomena kuasa Roh Kudus yang dahsyat mewarnai pelayanan ini ( youtube: https://youtu.be/zK8B-knl9Ng, https://youtu.be/Pd04eCUrjbo , https://youtu.be/K0GjgzWI9Pc  ). Semangat penginjilan ini membara karena kekuatan kasih mula-mula Tuhan sungguh luar biasa. Selepas menyelesaikan masa studi rohaninya, Ps. Djohan telah kembali menekuni dunia pekerjaan sekuler dengan karier yang terbaik dan penghasilan yang sangat mengagumkan.

Semua kenyamanan dengan sebuah rumah diarea kelapagading itu sepertinya tidak sebanding dengan kehendak Tuhan. Ps. Djohan dan team Sheep Gate begitu bersemangat mengikuti lompatan singa berapi itu untuk mengobarkan api kebangunan rohani atas umat-Nya diberbagai kota di Indonesia. Pada akhirnya, Kota Manado merupakan kota persinggahan penginjilan ini yang terakhir kalinya (youtube : https://youtu.be/K0GjgzWI9Pc ). Selepas penginjilan dan KKR Kota Manado maka selama dua setengah (2,5) bulan kemudian Ibu Elsye berpulang ke sorga melalui serangan sakit kanker getah bening.

Hal ini merupakan pukulan hebat bagi Ps. Djohan dan team Sheep Gate Ministry.  Luka dan kesakitan hidup mewarnai hari-hari Ps. Djohan. Hal ini semakin diperburuk dengan beberapa kejadian yang membuat suasana keruh dalam gereja hingga pada akhirnya satu persatu mulai pergi meninggalkan team pelayanan Sheep Gate. Ps. Djohan yang telah melayani pelepasan berbagai hal sekaitan kuasa-kuasa kegelapan itu ternyata rapuh dan kalah oleh rasa sakit kehilangan istri tercintanya.

Dalam pengakuannya Ps. Djohan berkata, “Bila mama tidak mendampingiku saat itu mungkin kematian adalah bagian hidup yang ada didepanku. Sebab aku tidak bisa makan. Sebab aku tidak bisa tidur. Sebab aku kehilangan gairah hidup. Sebab semua hal bagiku adalah air mata.” Bunda Ps. Djohan yang mengambil alih semua hari pagi itu. Hari dimana dimeja makan itu setiap pagi Ps. Djohan dan Ibu Elsye menghabiskan waktu semasa fulltimer mereka melayani Tuhan, selama tiga setengah (3.5) tahun sarapan pagi bersama.

Kedua anak Ps. Djohan masih sangat kecil-kecil ketika semua bencana kematian ini terjadi dan gereja Sheep Gate telah mengalami masa ujian, “Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Kamu semua akan tergoncang imanmu. Sebab ada tertulis: Aku akan memukul gembala dan domba-domba itu akan tercerai-berai.” ( Markus 14:27). Ketika melihat semua hal rohani yang tidak menolong akan hidupnya itu, Ps. Djohan berhasrat untuk melepaskan semuanya. Beliau merindukan hari-hari bersama kedua anaknya dan berkeinginan untuk hidup seperti semula yaitu semasa belum full time melayani.

Suatu pagi tepatnya jam dua (2) dinihari, suatu suara yang agung telah berkumandang memenuhi seisi kamar tidur Ps. Djohan, “Nak, bila engkau tidak lagi mau melayani dan tidak lagi mau berdiri di altar-Ku maka gereja-gereja dan umat-Ku akan kehilangan suara kemurnian-Ku.” Pagi itu dalam dimensi yang penuh hadirat-Nya. Tuhan telah mendatangi Ps. Djohan dan ada pembicaraan-pembicaraan yang luar biasa antara TUHAN dengan manusia. Dikemudian hari Ps. Djohan menyaksikan tentang apa yang telah dikomitmenkannya dengan TUHAN.

“Biarkanlah gereja sejarah yang telah engkau dan istrimu bangun itu berdiri sampai batas waktunya nanti, ya sampai batas waktunya nanti biarkan kedua anakmu yang memilih dan memutuskannya.” Demikian Tuhan mematoki batas pelayanan gereja Sheep Gate. Sejak hari pertemuan Ps. Djohan dengan Tuhan itu, goncangan demi goncangan pun terjadi. Ps. Djohan bahkan sempat bertanya-tanya dan hal ini dapat anda temukan dalam khotbah-khotbahnya, “Apakah hari ini umat Kristen tidak lagi memiliki kesetiaan? Apakah hari ini kita telah kehilangan kasih dan toleransi bahwa suatu kesakitan yang terberat dalam hidup ini adalah kehilangan orang yang anda cintai? Apakah hari ini umat Kristen sudah tidak lagi menghargai wasiat orang budiman Tuhan? Sangat sulit untuk menjabarkannya dengan kata, apa yang dialami oleh Ps. Djohan ini. Terlalu memilukan dan akan menguras air mata bagi umat-Nya yang tulus mencintai Tuhan.

Suatu hari ketika Ps. Djohan singgah di Surabaya, seorang anak muda yang baru saja pulang dari Jepang mengundang Ps. Djohan untuk makan siang. Suatu hal yang tak biasa telah terjadi di meja makan itu karena anak muda ini bernubuat tentang pelayanan Ps. Djohan di masa depan bahwa Allah telah memilih seorang janda beranak satu dan yang semula dikatakan beranak dua…oh tidak, janda beranak satu akan melengkapi pelayanan Ps. Djohan.

“Dan engkau, anak-Ku pergilah untuk memberitakan injil-Ku ke wilayah kota Bandung. Janganlah engkau ragu-ragu sebab Aku Tuhan mengutus engkau untuk menghimpun umat-Ku yang atasnya Aku akan berdaulat.” Demikian perintah Tuhan kepada Ps. Djohan. Bisakah anda membayangkan hubungan yang terjalin antara TUHAN dengan manusia itu bisa mencapai kehangatan kasih yang begitu indahnya, layaknya Bapa dan Anak.

“Bila Engkau inginkan aku melayani lagi, bila Engkau memang memakai hamba-Mu ini untuk menjadi saluran berkat dan pertolongan bagi umat-Mu maka tunjukkanlah kepada hamba-Mu ini bahwa penyakit kanker getah bening yang pernah merenggut nyawa Elsye hamba-Mu itu, bisa hamba lihat kesembuhan  terjadi pada masa pelayanan yang akan datang ini.” Ps. Djohan meminta tanda kepada Tuhan supaya kekuatan iman dan kasih mula-mula itu bersemi lagi. Dan dikemudian hari TUHAN benar-benar menjawab Ps. Djohan dan menyatakan tanda-tanda penyertaan-Nya. Suatu mujizat besar pun terjadi dalam pelayanan Ps. Djohan di Kota Bandung, Mujizat kesembuhan kanker getah bening pada seorang wanita yang tercatat sebagai jemaat protestan GKI. (kesaksian kesembuhan kanker getah bening pada pelayanan Ps. Djohan di youtube : https://youtu.be/uHtmOVNzjuQ )

Ada banyak hal yang ajaib mulai terjadi lagi ketika Ps. Djohan mulai membenahi hidupnya dan melangkah untuk mentaati Tuhan. Tetapi hal yang paling sulit bagi Ps. Djohan adalah melayani di gerejanya sendiri. Sebab berbagai hal yang terjadi didalamnya sangatlah mendukakan hati Ps. Djohan dan yang paling Ps. Djohan tidak kuat hadapi adalah kenangan akan istrinya. Seiring membesarnya kedua anak Ps. Djohan maka gereja Sheep Gate telah tersisa sedikit orang.

Ps. Djohan yang telah membaptis kedua orang tuanya yang kemudian menjadi jemaat setia di gereja yang digembalakannya itu merupakan jemaat yang terus menaburkan uang tabungan mereka di kantong kolekte gereja. Sebab mereka melihat kesusahan Ps. Djohan begitu besar. Mereka telah melihat bagaimana pertengkaran-pertengkaran, perselisihan-perselisihan hingga perebutan-perebutan telah terjadi. Ps. Djohan sendiri memilih untuk menenggelamkan dirinya untuk berdoa dan dalam pengakuannya, “Bagaimanakah aku yang tidak punya istri ini bisa selesaikan perselisihan kaum wanita? Untuk diriku sendiri saja, bisa hidup lagi merupakan anugerah. Aku perlu waktu untuk memulihkan diriku sebelum menolong yang lain. Butuh sedikit waktu. Butuh pengertian. Butuh kesabaran atas semua hari yang memilukan ini. Maka bagi mereka yang setia biarlah mereka memilih Tuhan dan dapat memahami apa yang telah menimpa hidupku ini. Tetapi yang ingin undur biarlah ujian penyaringan Tuhan terjadi. Sebab gereja punya Tuhan maka biarlah apa yang dipandang Tuhan yang terbaik biarlah terjadi.” 

Ketika itu Ps. Djohan mengulurkan tangan-Nya atas orang-orang Kristen supaya bersehati melayani tetapi tidak ada respon sama sekali. Suatu rangkain seperti puzzle-puzzle Tuhan mempertemukan Ps. Djohan dengan Ibu Angel . Apa yang dinubuatkan oleh anak muda itu tergenapi. Ps. Djohan  telah mendedikasikan seluruh waktunya untuk fokus memberitakan tahun rahmat Tuhan di Kota Bandung melalui pekabaran Injil lewat radio. Berkali-kali didera sakit hingga dicobai sakit bell’s palsy dan ancaman maut karena Ps. Djohan harus pulang pergi Jakarta Bandung menyetir seorang diri.

Harga pelayanan pekabaran Injil ini sangatlah mahal. Tetapi Tuhan telah menemukan  rekan sekerja yang begitu giat dan tekun melakukan kehendak-Nya. Dalam perjalanan pelayanan pekabaran Injil inilah Ibu Angel didera sakit berat. Diagnosa kanker payudara siap merengut nyawanya. Tetapi Ps. Djohan datang kepada TUHAN untuk meminta belaskasihan dan pertolongan-Nya. Ketika Ibu Angel ditelantarkan dan tidak ada seorang pun yang perduli pada penderitaannya maka bunda Ps. Djohan mengulurkan tangannya. Kasih sayang seorang mama cukup untuk membuka lembar hidup kasih karunia bagi seorang ibu Angel.

Allah masih mengerjakan mujizat kesembuhan sampai hari ini. Ibu Angel dalam layanan kasih bunda Ps. Djohan beroleh kekuatan dan semangat hidup lagi. Doa…doa dan doa merupakan hari-hari yang dipakai Ps. Djohan dan keluarga semasa Ibu Angel didera sakit kanker payudara tersebut. Hingga suatu masa semua kanker payudara itu pun lenyap. Dokter hanya menemukan seonggok daging liar biasa ketika melakukan operasi tersebut. Sebab TUHAN telah membuat mujizat-Nya nyata diantara kita. Ibu Angel dengan semua kejadian ini pada akhirnya memberikan dirinya untuk melayani Tuhan sepenuh hidupnya. Dalam kesaksiannya, Ibu Angel berkata, “Aku yang seharusnya mati ini sekarang hidup lagi maka aku hidup untuk melayani TUHAN.”

Ps. Djohan membimbing Ibu Angel dengan Rich anaknya untuk memasuki dunia penyembahan TUHAN bersama kedua anaknya Rehuel dan Zerach. Ketika memasuki tahun ke empat (4) pelayanan penginjilan itu berkembang dengan luar biasa. Ada banyak orang mengalami pertolongan Tuhan. Ada banyak umat-Nya yang berbalik lagi mencapai hidup berkemenangan oleh karena mendengarkan pekabaran Injil yang murni.

Ketika Ps. Djohan sedang bergerak dalam kekuatan Allah yang luar biasa, tiba-tiba bunda Ps. Djohan didera suatu penyakit dan diharuskan untuk mencuci darah karena kandungan racun pada darahnya sudah sangat tinggi. Semua penyakit ini merupakan efek dari penyebaran kanker stadium 4. Mujizat Tuhan terjadi ketika dua (2) tahun sebelumnya, bundanya Ps. Djohan beroleh perpanjangan usia dari Tuhan dan berhasil mengangkat kanker kandungan yang telah bernanah dan membusuk itu. Ternyata dalam kurun waktu dua (dua) tahun itu, sel-sel kanker ganas itu telah menyebar dalam darah bundanya. Keadaan ini kemudian membuat saluran ginjalnya tertutup dan menciut. 

Setelah tiga setengah tahun kepergian istri tercintanya, tiga setengah tahun kemudian bunda tercintanya pun berpulang ke sorga. Ps. Djohan kembali didera kehilangan orang yang dicintainya. Suatu wasiat dari bunda Ps. Djohan, “Nak, buatlah gereja di Bandung dan tolonglah orang-orang yang susah.” Merupakan kekuatan bagi Ps. Djohan untuk lebih cepat dan kuat dalam proses pemulihan hidup. Kedua anaknya sudah cukup besar hari ini dan sudah memiliki karunia Allah yang menguatkan Ps. Djohan untuk bangkit lagi mencapai kemuliaan Allah.

Tiga bulan setelah meninggal bundanya, oleh desakan beberapa jemaat Tuhan yang tidak lagi pernah ke gereja maka 10 Mei 2015 sesuai dengan wasiat bunda Ps. Djohan maka berdirilah sebuah komunitas keluarga Tuhan di Kota Bandung yang dinamakan sebagai Jki Sheep Gate - FATHER’S MIRACLE Bandung.

Dalam wadah ini berkumpul orang-orang yang sakit hingga diancam mati tetapi hidup lagi, juga mereka yang telah lama terhilang dan hidup dalam kekecewaan rohani telah berkumpul untuk menjadi keluarga kepunyaan Tuhan. Ps. Djohan membuka lembar baru kehendak Tuhan menjadi suatu kegenapan kasih yang terpuji. Ps. Djohan memasak buat jemaat-Nya. Ps. Djohan melakukan perjamuan kasih selepas ibadah. Berbagai tanda-tanda dan mujizat Allah pun nyata terjadi di Father's’Miracle Bandung ini.

Sesuai yang dipesankan Tuhan melalui seorang penginjil bahwa suatu masa Ps. Djohan akan membawa Api Tuhan turun dari kota Bandung ke Jakarta, terus masuk ke berbagai kota hingga bangsa-bangsa. Pada mulanya Ps. Djohan dan almarhumah istrinya merasa semua perkataan rohani itu sepertinya terlalu mustahil. Tetapi dari semua rangkaian yang telah terjadi hingga hari ini maka semua nubuatan itu sedang menuju penggenapan-Nya.

Setelah terbentuknya komunitas Father’s Miracle ini maka TUHAN melalui suatu mimpi supranatural kembali berbicara kepada Ps. Djohan.  TUHAn membuka sebuah ruangan di Mall Central Park yang dikemudian hari dipakai Ps. Djohan untuk melayani kebaktian kesembuhan Ilahi (KKI) dan menjadi wadah untuk mementoring umat-Nya untuk bisa mengenal TUHAN secara mendalam dan benar. KKI di Central Park Mall – Gedung APL Lantai 27 itu sekarang dilakukan setiap hari Selasa jam 18.00 Wib.

Suatu malam ditahun 2016 ketika TUHAN kembali menampakkan diri-Nya kepada Ps. Djohan dengan membentangkan sebuah traktat (suatu gulungan kertas) dan memerintahkan Ps. Djohan untuk memasuki kota Jawa Timur, malam itu seorang Penginjil besar yang merupakan guru semasa Ps. Djohan bersekolah dulu berpulang ke sorga. Genaplah pesan Tuhan itu, “Bila Penginjil besar itu belum habis waktunya dan pulang ke sorga maka TUHAN tidak akan memakai dan mengangkat pelayananmu.”

Memasuki tahun 2017 ini Ps. Djohan bersama Ibu Angel, Rehuel, Zerach, Rich dan Team Father’s Miracle memulai pekabaran Injil di kota Surabaya. Kedua anaknya kemudian berkata, “Papa, untuk gereja Sheep Gate sebaiknya untuk sementara waktu ini digabungkan saja ibadahnya di hari Selasa di Gedung Central Park.” Hal ini menggenapi apa yang Tuhan telah pesankan lima (5) tahun yang lalu bahwa gereja Sheep Gate akan ditentukan oleh kedua anaknya Ps. Djohan.

Sekalipun Ps. Djohan mengalami semuanya itu seakan-akan nyata sekali semua peremukan Nabi Ayub, Kehancuran dan ditinggalkan seperti Naomi dan Ruth tetapi hubungan pribadinya dengan TUHAN sungguhlah terbukti dan terpuji.

Bersama kedua anaknya dan diperlengkapi oleh Ibu Angel dan anaknya, hari ini Ps. Djohan dan team kembali lagi menjadi saluran berkat yang luar biasa bagi umat Tuhan ( Youtube :  ). Semua mujizat yang pernah terhenti semasa kematian istri tercintanya itu, kini bahkan lebih dahsyat lagi mewarnai pelayanan Ps. Djohan dan Team.

Ps. Djohan bersama TUHAN telah memasuki pelayanan bangsa-bangsa. Pelayanan ke India ( Youtube : https://youtu.be/72aUfldshQQhttps://youtu.be/elWTTbtP4NU. , https://youtu.be/jmey5loYdo4 , https://youtu.be/iQuvs2Mgz7U  ), Pelayanan ke Malaysia (Youtube: https://youtu.be/ONDePe--7vM , https://youtu.be/WXpdtp4MIuE  ). Ada banyak negara lagi yang akan diberkati bersama TUHAN.  Lewat semua pelayanan bangsa-bangsa ini anda akan menemukan mujizat, kuasa dan tanda-tanda Tuhan sangat nyata ada didalam pelayanan Ps. Djohan dan Team. Lewat hidup Ps. Djohan karunia-karunia Roh Kudus telah teruji dan terbukti dibalik pelayanan dalam hingga luar negeri. Suatu pelayanan pekabaran Injil yang sangat unik dan berbeda. 

Lewat kehidupan Pastor Djohan, pada akhirnya anda hanya akan menemukan PRIBADI YESUS yang sederhana. Pribadi yang telah teruji dalam badai kehidupan, kehilangan orang-orang yang dicintai dan ketaatan yang terbukti.  Semua pengabdiannya yang pada akhrinya berbuah untuk  membawa pemulihan dan pembaharuan dalam hidup orang-orang yang percaya kepada-Nya. Saat mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus di surga,  Filipi 4 : 5 merupakan ayat Firman Allah yang termaterai didalam hidupnya.

 

Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang, sebab TUHAN sudah dekat

 

Jakarta, Bandung dan Surabaya

01 Januari 2017 Dituliskan kembali oleh Kedua Anaknya,

Rehuel Natalia El Djohan dan William Zerach El Djohan

 

Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus dan Kasih Allah,

Dan persekutuan Roh Kudus menyertai kita semua. Amin

SHEEP GATE
FAMILY

Copyright © 2011, SHEEP GATE MINISTRY