Indonesian English French German Greek Hebrew Italian Korean Spanish

OKTOBER - DESEMBER

PDF

MEZBAH PENYEMBAHAN HIDUPKU

KESUKAAN TUHAN

TUHAN SETIA KEPADA FIRMAN-NYA

“Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu

tanpa menyatakan keputusan-Nya

kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.”(Amos 3:7)

“Suatu pagi saya terjaga dalam keadaan penuh hadirat-Nya.Sepanjang tidur malam saya yang diisi dengan mimpi dari Tuhan.Saya terbangun dikawal pagi dan berdoa.Tetapi kesan dari mimpi itu telah menyita perhatian hati saya dan pada kalender tertulis 11-11-2016.

Suatu kumpulan dari ibadah pasangan suami istri dan saya melayani mereka.Kemesraan dalam ibadah keluarga ini sungguhlah memberkati. Lalu dalam mimpi yang sama bergulir pada suatu keadaan yang lain. Saya berada pada suatu ruangan dengan dua orang pria. Yang satu pria sudah cukup usia sangat saya kenal dan yang satu lagi jauh lebih muda, oleh kesaksian Roh, saya memahaminya sebagai seorang anak dari hamba Tuhan itu.

“Om ini yang ketiga kalinya.Saya telah memulai dari sejak saat itu. Pertemuan pertama kita adalah saat demam kedatangan Ps. Benny Hinn dan oleh pesan Roh Kudus, saya telah menyatakan semua nubuatan itu tidak lagi berlaku, melainkan anak kandungmu sendiri yang akan menggantikan posisi dan pelayananmu. Om pastilah ingat peristiwa doa yang membuat om terpental. Om pastilah ingat akan pengakuanmu tentang dua hal yang paling berkesan seumur hidupmu yaitu saat Ps. Benny mendoakan cucumu dan yang sekarang ini terjadi. Om memberikan kesaksian bahwa saat om berdoa kepadaku, om seperti rasakan ditarik dengan kuat lalu tiba-tiba seperti ada suatu tenaga yang besar menghempaskan om.

Lalu pertemuan yang kedua adalah saya telah menyampaikan tentang kuasa dan urapan Roh Kudus bahwa Om akan dibuat seperti anak-anak keranjingan bermain dalam musim Tuhan ini. Lihatlah sekarang Om telah melakukan banyak kegiatan rohani dalam berbagai event.Bukankah Tuhan telah menyatakan kasihNya yang begitu besar atas semasa hidup Om ini.Hamba Tuhan ini memandang kepada saya dan tersenyum.Sementara pria muda itu seakan tak bergeming dan terus menyimak setiap perkataan saya.

Om, sekarang inilah keputusan Tuhan agar om segera melepaskan semuanya dan mempersiapkan diri. Sebab waktu om sudah sangat singkat. Apa yang ada didalam hidup om dimuka bumi ini ndak bisa dibawa saat penjemputanNya tiba. Tuhan pesankan agar om meninggalkan semua hal yang saat ini om lakukan agar mengambil waktu berdiam diri sampai hari-Nya tiba atas om.

Hamba Tuhan ini memandang kepadaku dengan penuh perhatian, sementara pria muda itu menunjukkan wajah sepertinya tidak bisa menerima keputusanNya ini. Lalu hamba Tuhan itu menarik saya memasuki sebuah ruangan yang lain dan diikuti oleh pria muda yang merupakan penerusnya.

“Om sudah ketemu dengan banyak hamba Tuhan tetapi om ndak bergeming atas apa yang mereka sampaikan. Tetapi sama kamu Han, om benar-benar sadar dan mau berbalik kepada Tuhan. Om rela melepaskan semuanya sesuai pesan Tuhan yang om terima ini. Om mau siapkan diri untuk penjemputanNya.Nanti selepas om pergi, om ada titip melalui anak om itu sesuatu yang akan om berikan pada Djohan.”Demikian suara hamba Tuhan ini telah menyatakan komitmen dan kesiapannya.

Nampak jelas wajah yang pernah membuat sejarah rohani itu sepertinya menemukan kembali apa yang pernah ada dalam hidupnya. Senyum dan pesan-pesannya kepada pria muda penerusnya itu nampak terdengar dalam  mimpi itu. Namun saya telah menemukan jawaban yang memuaskan bagi TUHAN.Lalu pagi itupun saya terjaga. Untaian doa didalam bayang-bayang mimpi Tuhan ini telah menggugah hati saya sepanjang hari.

Beberapa bagian yang merupakan materai waktu biarlah tidak dibukakan supaya setiap orang yang mendengar dan membacanya dapat menyediakan waktu untuk berdoa.Tuhan saja yang layak untuk memutuskan segala sesuatu.Apa yang telah dinyatakan-Nya ini segera menjadi kenyataan dan kebenaran dalam kehidupan sehari-hari.

Mulialah Engkau ya Tuhan kami, Nama-Mu besar dan keputusan-keputusan-Mu telah Engkau nyatakan jauh-jauh hari supaya semua kami dapat mempersiapkan diri sesuai dengan petunjuk dan keputusanMu.Biarlah kehendak Tuhan yang jadi dan memberkati seisi rumah-Mu.Amin

 

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23)

 

Perkara Ajaib Masih Terjadi

Tuhan yang mengadakan semua itu

 

Pagi hari yang masih diliputi mimpi berkesan itu, saya berangkat mengantar anak-anak ke sekolah.Selepas membeli makanan pagi buat seorang tukang yang ada di rumah maka saya mengambil waktu untuk memeriksa kamar Zerach yang baru dalam tahap finishing.

Seekor merpati celingak-celinguk tepat diatas atap depan kamar Zerach (lihat dalam foto). Suatu pemandangan yang tak biasa pagi itu telah terjadi.Ibu Angel terkejut ketika saya berkata, “Selamat pagi Tuhan Roh Kudus, selamat datang dan memberkati.” Ibu Angel memandang kepada saya dalam nada tanya. Seutas senyum saya dengan jari yang menunjuk kearah atas. Oh….indah dan bagusnya burung itu. Kita pelihara aja pak, “demikian komentar Ibu Angel terus berdecak kagum sambil memandang seekor merpati yang rupawan itu.Sementara burung merpati itu seakan mengerti bahwa pujian itu ditujukan kepada-Nya maka kepalanya menoleh-noleh kebawah dan memandang kepada kami.

Lalu saya berkata kepada Ibu Angel, “segera turun kebawah, ambil beberapa genggam beras dan berikanlah kepada burung merpati itu.”Saat Ibu Angel melangkah pergi meninggalkan kamar Zerach, saya memilih untuk duduk diteras beranda itu seraya meraih handphone. Saya mengangkat tangan lalu memberikan senyum kepada burung merpati itu lalu membuka lock screen handphone.

Tiba-tiba saya merasa ada sesuatu telah ada diatas kepala saya dan disertai suara lembut, “Nak, selfie.”Tangan saya otomatis menekan tombol camera dan mengubah sudut pandang camera jadi posisi selfie. Entah apa, bagaimana dan sesuatu yang luar biasa telah terjadi. Saya merasakan ada beberapa sentuh lembut pada kepala saya.Sesuatu yang menyejukkan hati telah ada diatas kepala saya.

Saat saya selfie satu kali, kembali suara lembut itu berkata, “sekali lagi.”Maka saya melakukannya sekali lagi.Selepas saya menekan tombol camera maka sesuatu yang ada diatas kepala saya nampak terbang.Saya berkata terbang karena saya rasakan desiran angin.Ternyata burung merpati yang rupawan itu telah hinggap diatas kepala saya.

Setelah dua kali selfie itu, burung merpati itu turun tepat didepan saya kira-kira jarak 1 (satu) meter.Ada rona kegembiraan dan sukacita pada burung merpati itu.Suatu kesukaan yang saya bisa rasakan setiap kali menatap mata dan ekspresi wajah-Nya.

Wowww…..Pak, ini berasnya. Mari kita beri dia makan,” demikian suara Bu Angel berkumandang dalam nada kagum.Sebab betapa terkejutnya Ibu Angel melihat burung merpati itu sekarang sudah ada didepan saya.Burung merpati itu seperti sedang menari-nari lincah dan gembira.Lalu kembali naik keatas atap rumah seperti keadaan semula.

Saya dan bu Angel masih sempat menatapnya selama beberapa waktu dan akhirnya DIA terbang mengitari angkasa.Lalu saya menunjukkan foto selfie kepada Bu Angel.Suatu keterkejutan dan kekaguman telah terjadi pada kami pagi itu….Suatu kejadian yang teramat luar biasa.Terima kasih ya Tuhan.

Lalu siang hari selepas semua kejadian yang ajaib itu, saya mendatangi Tante Mei untuk mendoakan suaminya yang telah divonis dokter tidak ada obatnya dan bisa lumpuh.Saat saya menceritakan kejadian burung merpati itu, suaminya tante Mei beroleh semangat lagi dan menguatkan hatinya untuk Tuhan.Tante Mei sekeluarga dikuatkan oleh Tuhan.Sungguh memberkati untuk membagikan semua hal yang ajaib dari Tuhan ini. Haleluyah

 

RAHASIA PENCIPTAAN TUHAN

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.

TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."  TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."(Kejadian 1: 26-27, Kejadian 2:7-8, Kejadian 2:15-18)

Tuhan menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah. Ketika kita membaca Firman Tuhan pada bagian ini maka hal yang luar biasaakan kita dapatkan apabila Roh menyatakan pengertian-Nya. Bagaimanakah rupa dan gambar Allah bisa menjadi padanan dalam karya penciptaan manusia?Bayangkanlah pada diri anda untuk bisa melukiskan wajah anda sendiri, apakah anda sanggup melakukannya?

Tetapi TUHAN adalah Tuhan semesta alam.DIA berdaulat atas segala hal dan kuasa-Nya tidak terbatas.Kehendak merupakan dasar utama dari penciptaan manusia pertama.Oleh kehendak Tuhan saja maka semua bayangan dari bentuk dan rupa manusia pertama bisa nyata.Ada rupa dan gambar TUHAN pada diri manusia pertama yaitu Adam.Bukankah hal ini sangat luar biasa?

Setelah kita membaca catatan penciptaan yang maha indah itu maka pada sambungan ayat berikutnya kita menemukan tentang suatu dampak dibalik rupa dan gambar Allah itu, “supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Dalam kehendak Tuhan atau lebih tepatnya dalam perencanaan Tuhan, Anda bisa menyebutkan definisi apa saja dan saya menyetujui penafsiran yang anda miliki tersebut. Entahkah itu otoritas, tanggungjawab, kepercayaan ataupun pekerjaan dari Tuhan.Ijinkan secara sederhana saya menarik suatu kesimpulan sederhana bahwa ketika manusia mencapai rupa dan gambar Allah maka mereka diberkati.

Manusia dalam rupa dan gambar Allah itu beroleh berkat dan diberikan Firman secara langsung, “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Setelah memberikan nafas kepunyaan-Nya, Allah juga menciptakan tempat khusus yaitu taman Eden dan penolong yang sepadan bagi manusia itu yaitu Hawa. Lengkap sudah semua karya penciptaan ini.

Bila semua hal yang kita baca ini merupakan hal yang baik dan luar biasa maka pada catatan ayat berikut ini mengandung suatu rahasia yang mendalam, “Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,  tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." (Kejadian 2:16-17)

Tuhan juga menempatkan suatu perintah berupa larangan yaitu suatu hal yang mungkin saja diperdebatkan oleh banyak orang rohani.Mengapa Tuhan buat begitu?Apa Tuhan tidak tahu bahwa hal itu dapat membuat manusia tergoda dan jatuh?Buah terlarang di taman Eden itu seharusnya tidak boleh ada, mengapa Tuhan tidak melihat masa depan?

Sulit sekali untuk menguraikan dan memberikan kepastian pemahaman akan hal ini. Sebab kita bukan Tuhan maka kita tidak dapat memahani kedalaman kehendak-Nya, “Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan?Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?” (Roma 11:34) Mungkin kata “terserah pada Tuhan” merupakan cara singkat untuk menutup polemik buah terlarang di Taman Eden itu.

Secara pararel saya akan menuliskan satu kalimat yang merupakan padanan akan rahasia yang merupakan misteri dari Tuhan tersebut, “Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." (Yohanes 8:58)

Semua misteri penciptaan ini termaterai tertutup hingga kedatangan Tuhan Yesus, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi.Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” (Matius 5:17)Maka Tuhan Yesus merupakan jawaban dari semua misteri penciptaan tersebut.Tuhan Yesus merupakan jawaban dari sorga.Tuhan Yesus merupakan solusi bagi manusia.

Sebab ketika manusia jatuh dalam dosa, oleh karena melanggar perintah Tuhan dengan jalan memakan buah terlarang itu, “Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."

Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."

Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu." (Kejadian 3:13-19)

Dibalik semua cerita kejatuhan ini, terselip suatu rahasia hati Tuhan yang dibukakan kepada saya pada waktu ibadah kebaktian kesembuhan Ilahi (KKI) di APL Lantai 27 tanggal 13 Desember 2016, “Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk,bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."(Kejadian 3:8-10) bahwa sejak awal Tuhan menciptakan manusia menurut citra dan kehendak-Nya bukanlah untuk menjadi PENYEMBAH tetapi untuk menjadiKESUKAAN BAGI TUHAN.

Allah kerapkali mengunjungi manusia ciptaan pertama sebagai kesukaan.Sebab dalam diri manusia pertama itu, Allah telah menghembuskan nafas kepunyaan-Nya dengan menempatkan rupa dan gambar-Nya sendiri maka Allah menyukai semuanya itu.Bila sisi lahiriah saja begitu menyenangkan bagi Tuhan maka pada sisi dalam manusia itu, Allah juga menyatakan kepercayaan sepenuhnya kepada manusia pertama.Kehendak bebas yang Allah berikan kepada Adam dan Hawa, diuji dengan ketaatan.

Sebab manusia dalam gambar dan rupa Allah akan memiliki karakter dan sifat-sifat Allah. Mereka akan taat kepada Tuhan. Mereka akan berlaku bijaksana dalam menjaga semua kepercayaan yang telah Allah berikan. Tetapi kita tahu dengan pasti dibalik semua kisah kejatuhan Adam dan Hawa, hadir tokoh penciptaan-Nya yang lain.

Makhluk-mahkluk sorgawi yang diciptakan TUHAN menjadi penyembah itu sangat indah, agung dan memiliki kecerdasan yang luar biasa.Tetapi semua yang mereka miliki tidaklah sebanding dengan manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.Roh iri hati dan pemberontakan menguasai mereka. Perhatikan apa yang dituliskan dalam kitab suci tentang malaikat-malaikat pemberontak tersebut, "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!

 Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.  Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.’ (Yesaya 14:12-15)

Oleh pemberontakan malaikat-malaikat yang dikemudian hari namanya kita kenal sebagai ular naga atau setan itulah yang mengambil bagian utama dalam kejatuhan manusia didalam dosa ketidaktaatan. Setan sejak semula yang berada didekat Tuhan sangat tahu akan Firman. Oleh karenanya kejatuhan Adam dan Hawa yang polos itu, setan memakai Firman yang disesatkan pemahamannya untuk menipu mereka, “ Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"

 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." (Kejadian 3:1-5)

Setan memakai Adam dan Hawa untuk menjadi alat uji coba atas kebenaran Firman Tuhan. Bila anda membacanya berulang-ulang maka anda akan dapat menangkap suatu pemahaman “kamu akan menjadi seperti Allah” yang coba disodorkan setan kepada Adam dan Hawa merupakan keinginan setan itu sendiri “Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi

Oleh semua kejadian inilah maka kita dapat mengetahui dengan pasti bahwa semua kejahatan yang ada di muka bumi ini bermuatan keinginan-keinginan setan dan Tuhan Yesus telah mengatakannya dengan jelas, “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu.Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. “ (Yohanes 8:44)

Ajaran Kasih dari Tuhan Yesus merupakan jalan/solusi sorga untuk mematikan semua godaan dan keinginan bersekutu dengan setan.Hal ini diperjelas oleh kitab suci, “karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.”(Efesus 6:12)

Hal yang membuat anak-anak Tuhan belum memperoleh berkat Tuhan hari ini adalah karena ketidaktaatan hidup mereka dan masih hidup dalam persekutuan dengan setan yaitu celah hidup yang dibuka melalui pikiran, perasaan, perkataan dan perbuatan hidup yang masih berkiblat pada sumber-sumber keinginan daging.

Pencapaian gambar dan rupa Allah hanya bisa terjadi bila ada campur tangan dari Tuhan sendiri.Oleh karena manusia yang diciptakan merupakan kesukaan bagi Tuhan maka semua keadaan yang rusak hari ini tetap beroleh belaskasihan Tuhan. Oleh karena itulah Tuhan membuat suatu ciptaan yang berikut melalui kelahiran Yesus Kristus untuk menyempurnakan semuanya itu, “Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang.

Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah.Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.

Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga.  Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.  Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.

Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu?Hai maut, di manakah sengatmu?"Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. (Roma 5:14, I Korintus 15:45-58)

 

MAKNA KELAHIRAN YESUS – MAKNA NATAL

Yesus Kristus yang datang dari sorga merupakan penganti Adam lahiriah supaya secara rohaniah lewat  karya Roh Kudus maka seisi dunia beroleh teladan lagi dalam pencapaian gambar dan rupa Allah supaya kehidupan di bumi ini diberkati oleh TUHAN seperti di sorga.

  • Ikuti teladan Yesus sebagai karakater, sifat dan tabiat kehidupan
  • Ikuti ketaatan Yesus supaya gambar dan rupa Allah nyata padamu
  • Ikuti jalan kasih Yesus supaya engkau berbahagia
  • Ikuti ketulusan dan kekudusan Yesus maka engkau dan seisi keluargamu akan hidup dalam kelimpahan dan bahagia
  • Ikuti Firman Yesus supaya hidupmu diterangi cahaya sorga

 

Doaku di hari Natal dan Tahun baru ini

Ya, Tuhan….aku mau dan hari ini lahirlah lagi dalam hatiku

Biar seluruh hidupku Engkau Yesus Tuhanku semakin besar

dan aku semakin kecil

Kubawa seluruh keluargaku untuk datang menghadap dihadirat-Mu

Maka ubahlah kami seperti yang Engkau kehendaki. Amin

 

I.     PERSEMBAHAN PENYEMBAH

Sejak kejatuhan manusia dalam dosa maka lahir suatu kerinduan pada generasi itu untuk hidup lebih dekat dengan Tuhan. Saya ingin mengutip suatu tulisan dari apa yang saya telah khotbahkan pada sesi kebaktian kesembuhan ilahi dibulan Desember 2016 itu,

“Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."  Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani.

Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;

Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,

tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya.Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."

Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?"  Firman-Nya: "Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.

Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu.Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi."Kata Kain kepada TUHAN: "Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung.

Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku." Firman TUHAN kepadanya: "Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat."Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia.”(Kejadian 4:1-15)

Untuk uraian pesan Tuhan ini maka saya himbau para pembaca untuk mendengar secara langsung suara audionya supaya langsung memahami isi hati Tuhan secara suara. Sebab secara singkat saya akan menuliskan beberapa hal yang merupakan kesimpulan bahwa:

  • Penyembahan merupakan cara terbaik dalam menarik perhatian Tuhan
  • Tuhan tertarik kepada penyembahan dari para penyembah yang hidup benar yaitu para penyembah yang hidup dalam Roh dan Firman
  • Sebelum semuanya itu maka Tuhan tertarik kepada Penyembah yang benar (orangnya / pribadinya), barulah berkenan kepada persembahannya
  • Tujuan utama dari penyembahan itu adalah kesukaan Tuhan
  • Tujuan dari para penyembah adalah hidup menyukakan hati Tuhan

Tuhan menghargai kehidupan para penyembah seperti halnya Habel, meskipun sudah lewat masa ribuan tahun tetapi nama Habel masih disebut pada perkataan Tuhan Yesus, “Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota,

supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semuanya ini akan ditanggung angkatan ini!"Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.”(Matius 23:33-37)

Betapa besar penghargaan Tuhan kita Yesus kepada Habel yang dilabel orang benar itu.Nama Habel disebut dalam garis kehormatan dihadapan Tuhan. Dalam dunia rohanilah sebenarnya kejahatan penyembahan terjadi dan Tuhan Yesus telah berpesan jelas sekali lewat Firman Tuhan diatas, bahkan lewat Nabi Yesaya sudah dipesankan jauh hari sebelumnya perihal semuanya ini, “Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan.”(Yesaya 1:13)

Bahkan keseriusan semuanya ini masih dilanjutkan Tuhan pada masa pewahyuan kepada Rasul Yohanes di pulau Patmos, “

 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:

Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.

Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.  Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat." (Wahyu 3:14-22)

Perihal kehidupan para penyembah yaitu mereka yang cari  dan berusaha hidup menyukakan Tuhan ternyata ada sekelompok orang rohani yang telah menimbulkan kejijikan (Yesaya 1:13) dan dimuntahkan Tuhan (Wahyu 3:16).

Cara hidup yang melanggar Firman Tuhan merupakan suatu bentuk persekutuan dengan setan.Kesengajaan yang terus anda biarkan terjadi maka dihadapan Tuhan, rupa anda telah menjadi ular beludak. Semakin lama anda mengeraskan hati maka akan semakin besar harga yang harus anda bayar untuk semua buah dari perbuatan jahat dan kehidupan dosa itu.

Oleh karena itu bertobatlah.Tinggalkan semua perbuatan jahat dan kehidupan dosa itu.Allah masih menantikan keberanian anda untuk datang pada Tahta Kasih Karunia-Nya untuk beroleh pengampunan dan pemulihan hidup. Keadaan ini akan mempengaruhi masa depan hidupmu dan seisi keluargamu.

Dosa yang paling banyak mempengaruhi kehidupan kekristenan akhir zaman adalah hidup tidak perduli dan berlaku sesuka hati.Anda mungkin saja masih ada dalam kelompok orang rohani oleh karena ada dari anggota keluargamu yang mencari Tuhan, tetapi secara fisik anda ada tetapi secara hati, anda telah menyerahkan diri anda untuk melakukan perbuatan-perbuatan sijahat setan. Diam-diam anda telah menikmati semua nafsu duniawi yang membinasakan masa depan itu. Anda telah meleburkan dirimu kepada keinginan-keinginan daging yang bermuatan nafsu duniawi yang mematikan.

Dimanakah keteladanan hidup anda sebagai anak-anak Allah? Pembiaran ini akan menjalar pada garis keturunanmu. Anda sedang menarik masa tuamu untuk hidup dalam perbagai buah-buah kesengsaraan, oleh karena garis keturunanmu nanti akan mewariskan semua hal jahat dan kehidupan dosa yang sedang anda nikmati hari ini. Berhentilah selagi ada kesempatan.Dengarkan suara Roh Kudus Tuhan yang terus menerus mengetuk pintu hatimu itu.

Sementara sekelompok orang Kristen lainnya hidup dalam tembok-tembok rohani yang penuh dengan kesombongan.Pembenaran dan pengkultusan diri yang menyerupai keinginan sijahat telah menutup pintu hati mereka untuk menerima tegoran dan ajaran kelemahlembutan dari TUHAN. Oh…betapa malangnya dirimu, sebab sijahat telah menyiapkan suatu jerat yang kuat untuk mengikat engkau pada belenggu-belenggu kepahitan hidup dan kekecewaan. Sebab dimana engkau bermegah dalam kesombongan rohani maka disitu pula engkau akan dijatuhkan.

Saya teringat akan pesan Tuhan lewat mimpi supranatural Zerach – Putra bungsu saya. Ijinkan saya membagikannya kepada anda untuk menjadi suatu masukkan, koreksi dan pencerahan atas kehidupan iman. Sebab penyembah yang benar akan memahami hati-Nya.

Malam selepas kebaktian kesembuhan Ilahi “Penyembah Tuhan – Part I Pada Mulanya” maka kuasa Tuhan yang hebat telah tercurah. Hadirat Allah yang kudus telah memenuhi seisi ruangan ibadah. Semua orang berjumpa pribadi dengan Tuhan.Penyembahan Habel membuka pintu sorga.Saya telah melihat pintu gerbang besar dari emas tua itu terbuka.Semuanya ini datang dari kehendak-Nya sendiri ketika semua umat-Nya mau membuka hati berbalik kepada-Nya dan memilih taat mendengarkan suara-Nya.

Saat perjalanan menuju pulang ke rumah maka Zerach berkata, “Papa, Zerach mendengar suara Tuhan jelas sekali tadi.”Saya memandang sekilas kepadanya.Sejak kecil kedua anak saya Rehuel dan Zerach” telah beroleh kasih karunia-Nya yang luar biasa ini.Lalu saya bertanya, “Apa kata Tuhan kepadamu?”

“Tuhan bilang ke Zerach agar mengosongkan semua uang yang ada pada dompet Zerach dan mempersembahkannya kepada Tuhan.” Balasnya dengan senang.Sejak dulu saya mengetahui hal ini bahwa Tuhan memberikan kepadanya hati yang penuh ketaatan dan bermurah.Saya sendiri telah melepaskan sebuah handphone malam itu.Ketika Tuhan bertanya, “Apakah benda berharga yang ada padamu saat ini?Persembahkanlah.”Saya hanya menemukan benda berupa handphone ini karena itulah yang ada malam itu pada diri saya.Ohhh…betapa luar biasanya hidup dalam hati yang merdeka.Hidup dalam ketaatan sepenuhnya kepada Tuhan.

Selepas kehadiran Tuhan dalam Persembahan Habel…Malamnya Zerach bermimpi. Suatu mimpi yang kalau diceritakan detail sangat luar biasa. Saya ceritakan sedikit pada sisi yang sesuai pada pesan Tuhan dalam bulletin ini.

Dalam mimpi Supranatural itu, Zerach dikaruniakan bisa mendengar dan berbicara dengan Roh.Mimpi itu terjadi semasa generasi orang-orang Kristen zaman rasul-rasul. Suatu landasan Firman akan saya tuliskan supaya anda dapat memahami semua mimpi ini tidaklah untuk meninggikan diri tetapi lebih fokus untuk memahami pesan-Nya, “Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.”(Lukas 9:30)

Ada suatu kuburan seorang rasul menurut cerita Zerach.Dalam mimpi itu Zerach menumpangkan tangan pada kuburan itu, lalu nampaklah pada kuburan itu muncul permata-permata indah seperti berlian-berlian yang sedang memancarkan kemilaunya. Lalu orang kudus tersebut berkata Zerach, “Ambillah apa yang engkau mau?”

Lalu saya bertanya kepada Zerach, engkau ambil apa nak? Dan suatu jawaban yang sangat mengejutkan.Zerach menjawab, “Saya tidak mau ambil apapun, termasuk permata-permata itu pun saya tidak mau.”

Roh dalam rupa orang kudus itu berkata, “Itulah kenapa engkau menjadi orang yang terpilih. Sebab engkau tidak mengambil apa yang telah banyak orang rohani lihat dan ambil. Engkau lebih memilih hati yang setia.”

Ketika saya mendengar sepotong cerita ini maka saya sepenuhnya dapat memahami tentang pesan-Nya bahwa hari ini ada banyak sekali penyembah-penyembah Tuhan gagal dalam menyukakan hati Tuhan, oleh karena mereka telah memilih daya tarik dan kemilau yang lain. Ada banyak orang Kristen, hamba-hamba Tuhan dengan berbagai jawatan telah mencuri kemuliaan-Nya.Mereka menukar dan mengorbankan kesetiaan hatinya dengan hal-hal yang memuaskan keinginan dirinya sendiri.

Ada banyak orang Kristen telah gagal mencapai Firman ini, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.  Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,” (Filipi 2:5-9)

Ketika anda terikat pada “ke-aku-an dan kepemilikan” maka anda sudah kehilangan kemerdekaan iman. Anda tidak akan bisa lagi mempraktekkan Firman Tuhan dalam dimensi ketaatan dan kemurahan. Sebab roh egois dari setan telah membelenggu kakimu.Anda hanya dapat berlari dan mencapai kehidupan sejauh lompatan katak dalam tempurung.Berasa jauh dari ukuran anda tetapi hati nurani anda bertolak-tolakan menentang perhitungan yang ada pada diri anda sendiri.

Ketaatan akan selalu dibenturkan pada sisi keuangan dalam upaya membebaskan diri anda dari semua ikatan kepemilikan dan perhitungan duniawi. Sebab musuh iman adalah roh egois.Satu-satunya yang dapat mengalahkan roh egois adalah kemurahan hati dan ketaatan kepada Tuhan.Generasi yang mencapai kemerdekaan hati dan hidup bermurahmerupakan generasi penyembah Tuhan  yang akan melihat hari-hari yang baik dan menikmati masa depan dalam hidupnya yang penuh kelimpahan dari Tuhan.

 

II.        PERSEMBAHAN RAJA

Beginilah firman Tuhan ALLAH: Pintu gerbang pelataran dalam yang menghadap ke sebelah timur haruslah tertutup selama enam hari kerja, tetapi pada hari Sabat supaya dibuka; pada hari bulan baru juga supaya dibuka.

Raja itu akan masuk dari luar melalui balai gerbang dan akan berdiri dekat tiang pintu gerbang itu. Sementara itu imam-imam akan mengolah korban bakaran dan korban keselamatan raja itu dan ia akan sujud menyembah di ambang pintu gerbang itu, lalu keluar lagi. Dan pintu gerbang itu tidak boleh ditutup sampai petang hari.Penduduk negeri juga harus turut sujud menyembah di hadapan TUHAN di pintu gerbang itu pada hari Sabat dan hari bulan baru.

Korban bakaran yang harus dipersembahkan raja itu kepada TUHAN pada hari Sabat ialah enam ekor domba yang tidak bercela dan seekor domba jantan yang tidak bercela. Korban sajian dari domba jantan harus diolah dengan satu efa tepung, tetapi korban sajian dari domba-domba yang lain bergantung pada kemampuannya, serta minyak satu hin untuk satu efa.

Pada bulan baru harus dipersembahkan seekor lembu jantan muda yang tiada bercela, serta enam ekor domba dan seekor domba jantan yang tiada bercela. Sebagai korban sajian ia harus mengolah satu efa tepung dengan seekor lembu dan satu efa tepung dengan seekor domba jantan, tetapi korban sajian dari domba-domba lain bergantung pada kemampuannya, serta minyak satu hin untuk satu efa.

Kalau raja hendak masuk ke dalam, ia harus masuk melalui balai gerbang dan keluar dari situ juga. Tetapi kalau penduduk negeri pada perayaan-perayaan yang tetap berkumpul di hadapan TUHAN, dan yang masuk melalui pintu gerbang utara untuk turut sujud menyembah biarlah mereka keluar melalui pintu gerbang selatan, dan yang masuk melalui pintu gerbang selatan, biarlah keluar melalui pintu gerbang utara. Janganlah seorang kembali melalui pintu gerbang kemasukannya, tetapi masing-masing harus keluar dari pintu gerbang yang di depannya..”(Yehezkiel46: 1-9)

Ketika dinyatakan kepada Nabi Yehezkiel perihal semuanya ini, perlu kita juga memahami kehendak Tuhan.Pintu gerbang pelataran Tuhan yang menghadap ke Timur hanyalah dibuka pada hari Sabat dan bulan baru.Mengapa demikian?Seperti halnya pembangunan Rumah Tuhan pada masa Nabi Musa tidaklah sembarang menurut keinginan manusia tetapi mengacu kepada suatu contoh dan pengaturan dari TUHAN, “Dan ingatlah, bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."(Keluaran 25:40)

Suatu keadaan rohani yang harus kita dapat telaah secara bijaksana.Ada banyak orang percaya mengejar berkat raja-raja tetapi hati mereka hanyalah sebesar hati kacung/budak. Semuanya ini tidaklah sebanding dengan apa yang disebut kepercayaan Tuhan yaitu hati yang merupakan wadah, “Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.”(Matius 13:12)

Hati merupakan ukuran dari penyembahan raja-raja.Siapa yang memiliki hati yang ingin menyembah kepada Tuhan, haruslah memiliki dasar kasih yang tulus didalam dirinya.Sebab yang diutamakan adalah ketaatan sepenuhnya kepada TUHAN dan ini merupakan cermin iman, “janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu,maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”(Matius 6:3b-4b)

Bila suatu persembahan sudah mengandung unsur pamrih dan terselip keinginan dipuji manusia maka semuanya itu menjadi kamir/ternodai atau kehilangan kemurniannya.Demikianlah halnya setiap penyembahan haruslah didasarkan kepada pimpinan dan kehendak Tuhan sendiri.Supaya pada kesempatan dari Tuhan, itulah saatnya kita menaburkan benih pada tanah lapang iman yang subur.Dibalik semua taburan itu, terkandung suatu kerelaan hati yang besar yaitu keinginan hati untuk menyenangkan Tuhan. Perhatikan apa yang diperbuat oleh Raja Salomo;

“Dan Salomo menunjukkan kasihnya kepada TUHAN dengan hidup menurut ketetapan-ketetapan Daud, ayahnya; hanya, ia masih mempersembahkan korban sembelihan dan ukupan di bukit-bukit pengorbanan.

Pada suatu hari raja pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan korban, sebab di situlah bukit pengorbanan yang paling besar; seribu korban bakaran dipersembahkan Salomo di atas mezbah itu.

Di Gibeon itu TUHAN menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Berfirmanlah Allah: "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu." Lalu Salomo berkata: "Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini. Maka sekarang, ya TUHAN, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman. Demikianlah hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya.

Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yanjahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?"

Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian.  Jadi berfirmanlah Allah kepadanya: "Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau.

Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorangpun seperti engkau di antara raja-raja.

Dan jika engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku, sama seperti ayahmu Daud, maka Aku akan memperpanjang umurmu."

Lalu terjagalah Salomo; ternyata ia bermimpi. Sekembalinya ke Yerusalem, berdirilah ia di hadapan tabut perjanjian Tuhan, dipersembahkannya korban-korban bakaran dan korban-korban keselamatan, kemudian ia mengadakan perjamuan bagi semua pegawainya.” (1 Raja-raja 3:3-15)

Lewat kisah Raja Salomo, kita dapat menarik kesimpulan yang cukup menarik tentang penyembahan raja-raja:

Tuhan tertarik kepada mereka yang ada pada penyembah dimensi raja-raja yang hidupnya menurut ketetapan-ketetapan hukum Tuhan  yaitu hidup takut akan Tuhan, memiliki ketegasan, kerendahan hati dan menjadi pelaku Firman Tuhan dalam ketaatan.

Pola hidup keteladanan harus diwariskan kepada anak cucu anda sebab tidak mungkin lahir generasi penyembah dengan dimensi raja-raja tanpa anda pernah tunjukkan contoh/keteladanan bagi mereka.Iman dan pengenalan anda akan Tuhan merupakan warisan pusaka buat anak cucu anda.

  • Hati yang tidak terikat dengan jumlah dan nominal merupakan ciri khas penyembah dimensi raja-raja, sebab mereka selalu menarik garis benang merah untuk menjadi penyembah yang dikenan Tuhan tanpa memusingkan harganya “apapun –berapapun - kapanpun – dimananpun” asalkan ada kuasa hadirat-Nya yang nyata maka suara dan perintah-Nya akan jelas terdengar untuk dilakukan segenap hati.
  • Adanya perjumpaan pribadi dengan TUHAN dengan pemberian-pemberian yang luar biasa sebab apa yang ditaburkan/dipersembahkan kepada Tuhan akan langsung beroleh konfirmasi dan peneguhan dari Roh Kudus-Nya bahwa semua ketaatan akan suara-Nya itu dikenan-Nya.
  • Mereka tidak mencari kepentingannya sendiri ketika Tuhan hendak menunjukkan kasih setia-Nya tetapi hati mereka benar-benar hati seorang raja yang memikirkan kepentingan Tuhan atas umat-Nya.
  • Kehidupan mereka dimensi penyembah raja-raja adalah kehidupan yang berkelimpahan
  • Sebab kepada mereka ini, Allah menyatakan perlakuan dan perbedaan yang sangat mencolok dalam kehidupan.
  • Adanya perjanjian dan pemberitahuan dari TUHAN suatu kehendak-Nya yang nyata di masa depan dengan disertai penunjukkan jalan-jalan-Nya.

Oleh apa yang TUHAN nyatakan kepada Nabi Yehezkiel bahwa ada perbedaan antara penyembah secara umum dengan mereka yang berdimensi raja-raja.

Satu hal yang pasti dari mereka yang mencapai kehidupan penyembah raja-raja yaitu secara materi Allah akan memberkati mereka dengan sangat berlimpah. Tetapi yang terutama adalah hati mereka yang nyata dan murni dalam mengasihi Tuhan.Tindakan mereka bukti iman yang taat kepada Tuhan.

Aspek hidup mereka; baik bisnis, pelayanan maupun keturunan mereka akan mencapai kehidupan bangsa-bangsa. Oleh karena itu, Tuhan akan selalu membawa mereka ada pada setiap moment berharga dari-Nya, “Sebab di atas gunung-Ku yang kudus, di atas gunung Israel yang tinggi, demikianlah firman Tuhan ALLAH, di sana di tanah itu segenap kaum Israel dalam keseluruhannya akan beribadah kepada-Ku. Di sana Aku akan berkenan kepadamu dan di sana Aku akan menuntut dari kamu persembahan-persembahan khususmu dan sajian-sajianmu yang terpilih, segala yang kamu kuduskan. Seperti kepada persembahan yang harum Aku berkenan kepadamu pada waktu Aku mengeluarkan kamu dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari negeri-negeri, di mana kamu berserak, dan Aku akan menunjukkan kekudusan-Ku kepadamu di hadapan bangsa-bangsa.” (Yehezkiel 20:40-41)

 

III.      PERSEMBAHAN TERANG

Setiap orang memiliki pengharapan dalam hidup ini.Keadaan hidup terkadang terjadi tidaklah sesuai dengan pengharapan.Ada banyak orang kecewa ketika diperhadapkan pada jurang pemisah yang terlalu curam antara pengharapan dengan kenyataan.

Ada banyak orang tertinggal dalam kehidupan menyenangkan Tuhan, oleh karena deraan dan godaan kehidupan yang menyesatkan.Kita tidak lagi berada pada ketepatan kehendak-Nya.Kita kehilangan moment-moment berharga Tuhan.Sebab kita selalu digagalkan oleh hal-hal yang nampak sepele sekalipun kita sudah berjerih lelah dalam mengejar Tuhan.

Ada banyak orang mempertanyakan kepada TUHAN, mengapa hidupku harus seperti ini?Tanpa pernah mereka mengkoreksi diri, apakah mereka sudah benar-benar mengenal Tuhan?Sudah hidup sesuai Firman-Nya?Sudahkah bertindak dalam iman untuk menyenangkan-Nya?Sudahkah menjadi terang dan garam kehidupan ini?Sudahkah menerapkan kasih sebagai teladan kehidupan sehari-hari?

Tetapi kelemahan-kelemahan dibalik keinginan bodoh kita telah menyudutkan kita pada suatu area kesombongan rohani yang sebenarnya penuh kepalsuan dibalik semua pengetahuan, pangkat rohani dan relasi itu.Ketika masa dan ujian kehidupan datang, Allah menemukan kita telah bergeser jauh dari jalan kesetiaan, kerendahan hati dan kasih-Nya.

Perhatikanlah kehidupan seorang wanita yang terus gagal dalam dunia percintaan karena pengejarannya adalah cinta manusia: Ketika Yesus menjumpainya dan meminta apa yang ada padanya, maka terang kehidupan itu membuka hatinya. Wanita Samaria ini mengikuti terang kehidupan dan diubahkan seturut kesadaran dirinya menjadi penyembah terang kehidupan yang menjadi saksi bagi Tuhan:

Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf. Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum." Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.

Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.) Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."

Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?  Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?"Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,

tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."

Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini." Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."

Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah."

Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami." Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau." Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorangpun yang berkata: "Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?"

Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:"Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?" Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus. Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya: "Rabi, makanlah."

Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal." Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: "Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?" Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” (Yohanes 4:5-34)

Ketika seseorang mencapai terang kehidupan maka hatinya akan terbuka. Semua daya tarik dunia sekalipun dosa akan terputus ikatannya. Sebab terang Tuhan yang menyinari hati seseorang akan membuat dirinya senang berada didekat Tuhan.Itulah cinta mula-mula yang bersemi lagi.

Persoalannya hari ini ada banyak orang rohani terjebak pada rutinitas dan kesibukan rohani yang membuat mereka kehilangan hubungan intim dengan Tuhan.Hatinya menjadi tawar dan pada akhirnya kehilangan fokus didalam penyembahan hidupnya.

Ingatlah bahwa Allah lebih menyukai persembahan anda pada dimensi hidup dalam Roh dan Firman.Orang benar membawa persembahan harum dihadapan-Nya. Penyembah yang hidup dalam terang Tuhan akan selalu memiliki hati yang besar. Mereka kepenuhan hidup karena mengenal dan memiliki Tuhan. Hidup mereka tidak lagi bergantung pada apa yang disebut kebutuhan, sebab mereka lebih memilih hidup mentaati Tuhan.

Bukti dan buah dari Firman Tuhan, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”(Matius 6:33) menjadi kesaksian dan kemenangan hidup mereka. Semula mereka akan dianggap dan dinilai bodoh untuk memilih hidup sebagai penyembah terang hidup. Sebab kejujuran mereka dianggap sebagai kerugian.Keyakinan mereka ditertawakan sebagai olok-olokan bahwa iman mereka adalah kekonyolan dalam perhitungan hidup. Sebelum pada akhirnya mereka membuktikan semuanya itu bahwa hidup sebagai penyembah terang Tuhan memiliki buah dan masa depan hidup yanglebih  terjamin.Mereka hidup sebagai orang yang lebih dari pemenang.

Dalam moment Natal dan tahun baru ini, ijinkan saya menuliskan kisah yang pernah terjadi semasa kelahiran Yesus Kristus Tuhan kita:

“Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."

Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."

Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.  Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia." Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka.Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.

Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.  Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.” (Matius 2:1-12)

Lewat kisah orang-orang Majus ini kita dapat mengenal lebih dekat kehidupan penyembah terang Tuhan.Mereka dalam dimensi ini merupakan sekelompok orang yang mencintai dan menghargai hidup.Apa yang ada pada mereka merupakan persembahan untuk kemuliaan Tuhan.

Hati mereka penuh kemurahan hidup.Mereka adalah orang-orang yang selalu tergerak hatinya untuk setiap kemuliaan kehendak Tuhan.Mereka tidak pernah berhitungan dalam mentaati Tuhan.Bahkan hati mereka mencapai kemerdekaan dalam memberi.Mereka memiliki hidup yang penuh yaitu kebahagiaan dan kelimpahan.

Roh bekerja secara supranatural atas hidup mereka.Setiap kehendak Tuhan dekat dengan mereka sebagai terang yang menuntun.Mereka punya kepekaan dalam menilai suatu kemurnian didalam Tuhan.Ketegasan pada tindakan iman mereka sungguh terpuji dan tidak mudah dicuri oleh sijahat setan.

Dalam tiga dimensi penyembahan ini, kita dapat belajar sebagai mana Allah menempatkan kita.Marilah kita hidup dalam ketepatan kehendak-Nya supaya dapat hidup menyenangkan Hati Tuhan.Apabila anda memiliki suatu tarikan dari Roh Kudus maka kejarlah dan adakanlah/taatilah untuk dirimu dan keluarga, sekalipun anda tidak berada pada moment itu tetapi barangsiapa yang memiliki kasih maka semua pengecualian dari TUHAN berlaku atas hidupnya.

 

Pertanyaannya, sudahkan dan maukah anda memiliki

Mezbah Penyembahan

Supaya

Anda beserta keluarga menjadi KESUKAAN BAGI TUHAN. Amin

SHEEP GATE
FAMILY

Copyright © 2011, SHEEP GATE MINISTRY