Indonesian English French German Greek Hebrew Italian Korean Spanish

Aku Mau Setia Iringi Yesus ( Part 2 )

PDF

Aku mau setia iringi Yesus – Part 2 (Tamat)                                                   

Puncak dari semua yang terjadi adalah ketika Tuhan memberikan mimpi kepada Om Djohan seusai KKR Natal di Minasaha – Sulawesi itu.Saya masih ingat cerita Om Djohan bahwa dalam mimpi itu Om Djohan masuk dan melihat sebuah bangunan yang sangat besar sekali.Bahkan para pekerja lebih dari 300 (tiga ratus) orang sedang bekerja.Om Djohan terus mengitari bangunan itu.Tiba-tiba suara yang agung berkata, “Mana mungkin membangun lebih besar dan naik lagi keatas bila fondasinya hanya seperti ini.”Om Djohan menatap bangunan itu sekali kali lagi dan nampaklah banyak pintunya.Lalu Om memanggil semua pekerja itu dan memerintahkan bahwa bangunan itu harus dibongkar lagi.Dibangun ulang fondasinya.

Sejak mimpi itu, kembali goncangan terjadi.Kali ini para pekerja yang termasuk para tua-tua saling berselisih paham dan kembali mereka pergi tinggalkan pelayanan Om Djohan.Saya dapat melihat semua itu dengan jelas.Lalu suatu curahan hati yang Om Djohan pernah terucap dari mimbar, “Mengapakah orang-orang Kristen tidak setia pada wasiat orang-orang yang berjasa dalam hidup mereka dan yang sudah pulang ke sorga?”Semula saya tidak dapat memahami semuanya ini.

Pada goncangan kedua ini, saya justru terpengaruh.Saya terkena praktek sihir.Saya jadi meragukan Om Djohan.Saya akhirnya memilih pergi dari gereja Sheep Gate yang luar biasa itu.Selama 2 (dua) tahun, saya telah mengembara tidak jelas arahnya.Hidup ikut Tuhan yang mengebu-ngebu itu telah sirna.Saya telah kembali kepada kehidupan manusia lama saya.Saya menjalani kehidupan dosa lagi.Saya kembali merokok.Saya kembali menjalani hidup sesuka hati saya.Saya telah kehilangan Tuhan.

Ketika segala sesuatu semakin tak menentu arah, Tuhan kembali menyatakan panggilan-Nya kepada saya.Tuhan membawa saya kembali kepada Om Djohan.Saya terkejut. Saya tidak pernah menyangka bahwa apa yang menimpa Om Djohan yang seharusnya menghancurkan kehidupannya itu, ternyata terbalik arah. Om Djohan masih dengan kesederhanaannya.Om Djohan yang saya kenal itu tidaklah berubah.Om Djohan tidak terpengaruh oleh semua kondisi buruk itu.Beliau tetap setia pada panggilan Tuhan.Setia melayani Tuhan.

Saat saya konseling pra-nikah, ada banyak sekali suara-suara sumbang agar saya lari dari Om Djohan dan mencari hamba Tuhan yang lain. Tetapi saya tidak bisa memungkiri hati nurani saya pada posisi keadilan bagi Om Djohan.Lalu saya bertanya pada diri sendiri, “Apakah salam Om Djohan sehingga mereka pergi meninggalkan Om Djohan?Lalu apa yang Om sudah lakukan sehingga mereka begitu mudahnya mengucapkan kata-kata negatif atas Om Djohan?”Pertanyaan-pertanyaan ini seperti belati yang menusuk diri saya sendiri.Saya pergi tinggalkan Om Djohan dua tahun yang lalu karena termakan kata-kata negatif.Dampaknya hidup saya hancur dan balik lagi kepada kehidupan dosa.Sementara saya melihat Om Djohan tetap tegar, murni dan tidak ada sedikitpun berbicara negatif.Om Djohan seakan-akan menikmati dan menjalani semua kesusahan hidup itu dengan tabah.Tidak pernah terdengar kata-kata dari Om Djohan menyalahkan siapapun juga.

Tiba-tiba mata saya berbalik arah kepada orang-orang yang menghakimi Om Djohan itu.Bukankah mereka ini yang makan minum semeja dengan Om Djohan dan Tante Elsye? Mengapakah mereka tidak punya hati yang berbelaskasihan atas pemimpin rohani  mereka? Lalu saya juga teringat betapa jasa Om Djohan dan Tante Elsye yang bahkan menyelamatkan perkawinan orang-orang yang menghakimi itu! Bahkan tidak sedikit diantara mereka yang sakit telah disembuhkan lewat pelayanan Om Djohan. Bahkan saya bisa melihat dengan kepala mata saya sendiri bahwa dahulu mereka yang miskin, ngontrak dan tidak ada apapun dalam hidupnya,

sejak ikut pelayanan Om Djohan sekarang  mereka sudah mapan dan berkelimpahan. Dimanakah hati mereka?Dimanakah kesetiaan mereka?

Saya kemudian dapat memahami hati Om Djohan setelah dengar detail dari berbagai cerita orang-orang yang masih ada di gereja. Sebulan sebelum Tante Elsye meninggal, Tante Elsye pernah mengumpulkan para pekerja gereja dan menitipkan wasiatnya agar mereka menjaga Om Djohan dan anak-anaknya selepas Tante meninggal dunia.Ohhh…saya terkejut dengan semua itu.Saya jadi bertanya-tanya sekarang semakin jelas semuanya ini. Om Djohan pantas diberkati Tuhan, “kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.” (1 Korintus 4:13,Matius 5:11   ) 

Konseling Pra-nikah saya tetap pada Om Djohan.Saya menemukan banyak hal yang luar biasa telah Om Djohan bagikan.Saya menemukan kesederhanaan Om Djohan sungguh layak diceritakan.Selepas kepergian Tante Elsye ke sorga, selama 4 (empat) tahun rumah Om Djohan tidak ada perubahan sedikitpun juga.Semua foto-foto Tante Elsye bahkan hiasan rumah hasil tangan Tante Elsye masih ada.Semuanya masih pada tempatnya seperti Tante Elsye masih ada.Betapa mengerikannya penghakiman itu?Saya membayangkan Hati Tuhan atas orang-orang yang menghakimi Om Djohan itu? Oh mengerikan sekali bila Tuhan ganti menjadi Hakim. Ampuni saya juga ya Tuhan kalau sempat tidak setia.Sempat buruk sangka pada Om Djohan yang saya kasihi.

Ternyata selama 3 (tiga) tahun sudah Om Djohan dengan diam dan berjalan sendiri tetap memberitakan Injil Kristus di Kota Bandung.Pertemuan Om Djohan dengan Tante Angel membuka lembar baru perjalanan rohani yang sempat dihakimi oleh banyak orang itu. Banyak harga yang telah mereka bayar. Bahkan kepergian Pho-pho (Mama dari Om Djohan) telah membuka banyak tabir dan cerita yang sesungguhnya. Saya kagum pada Tuhan karena sampai hari ini masih ada Hamba Tuhan yang setia seperti Om saya ini.Saya bangga kembali di Jalan ini.Saya tetap berkata bahwa sekalipun saya sudah tersesat selama dua tahun, Tuhan Yesus tetap mencari saya dan mengembalikan saya pada gembala yang dipercayai-Nya yaitu Om Djohan.

Saya adalah saksi hidup bahwa apa yang dihakimi atas Om Djohan adalah omong kosong yang pernah membuat hidup saya jauh dari Tuhan. Hal yang bodoh yang pernah saya percayai.Hari ini saya telah melihat dan mengalami dengan kepala mata saya sendiri bahwa Tuhan Yesus benar-benar menyertai Om Djohan yang hidup benar, murni dan sederhana itu.

Sebagai jawaban atas Om Djohan atas karunia kesembuhan yang luar biasa itu, Ibu Evi seorang Kristen dari gereja GKI yang sakit kanker getah bening, yang lebih ganas penyakitnya dibandingkan Tante Elsye (Almh.Istri Om Djohan) ternyata oleh pelayanan Om Djohan dalam satu malam disembuhkan.Kesaksiannya telah direkam dalam video.Saya beserta istri saya Lina dan team Father’s Miracle adalah saksi.Apa yang kami lihat dan dengar adalah apa yang sesungguhnya hari ini terjadi.

Bahkan saya boleh berkata bahwa hari ini Om Djohan telah diperlengkapi dengan pengurapan empat kali lebih kuat dari dahulu.Kuasa Tuhan bahkan lebih dahsyat.KKR Malaysia merupakan bukti dan saksi dari kepercayaan Tuhan Yesus atas Om Djohan.Di Bandung semua kuasa, mujizat dan pengurapan Tuhan itu lebih dahsyat lagi dibandingkan kehidupan Om Djohan sewaktu masih ada di gereja lama.Bahkan figur seorang hamba Tuhan yang memiliki hati bapa pada Om Djohan lebih melekat dan sangatlah memberkati.

Dan hari ini diatas hidup Om Djohan yang telah menjalani masa pencobaan seperti seorang Ayub, Gereja Father’s Miracle telah berdiri di Kota Bandung untuk jadi berkat bagi banyak orang yang sakit, bermasalah dalam keluarga dan orang-orang miskin yang butuh terobosan ekonomi. Tuhan Yesus telah menyatakan semua penghakiman adalah palsu tetapi yang benar pastilah terbukti pada akhirnya, “Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.” (Amsal 4:18)

Tuhan kemudian memerintahkan Om Djohan untuk memberikan nama-nama baru untuk gereja yang sekarang ini ada.Gereja lama yang ditinggalkan itu masih berdiri sampai hari ini, sisa orang-orang setiawan-Nya melayani.Mereka yang benar-benar menggenapi Firman Tuhan, “Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu." (Matius 19:30). Tuhan Yesus bahkan mengutus Om Djohan setelah Api Tuhan berkobar di Bandung untuk balik lagi ke Wilayah Barat Jakarta untuk mujizat Tuhan Yesus bisa menolong banyak umat-Nya.

Sekarang ada 3 bagian pelayanan dari apa yang dihakimi itu, telah tumbuh subur:

1.    Sheep Gate New Generation

2.    Sheep Gate Father’s Miracle Bandung

3.    Sheep Gate Father’s Miracle Barat

Saya adalah saksi dari semua pekerjaan Tuhan yang luar biasa ini.Betapa berbahagianya hidup saya memiliki seorang mentor rohani yang sudah terbukti dan teruji hidupnya. Luar dalam hidupnya telah melewati ujian, pencobaan dan penghakiman.Seroang Abdi Allah yang terbukti setia.Saya sudah menyadari sepenuhnya bahwa Tuhan Yesus benci dengan penghakiman dan mengasihi orang-orang yang memiliki belaskasihan.Tuhan Yesus mengasihi orang-orang yang setia.Saya dan istri saya mau setia ya Tuhan.Setia melayani-Mu.Setia mengasihi-Mu.

Kesaksian ini sebagai ucapan syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yesus karena kebaikan-Nya atas hidup saya.Juga sebagai kenangan abadi atas Tante Elsye dan terima kasih untuk Om Djohan yang telah menjadi bapa, gembala dan pembimbing rohani yang sungguh terbukti dalam hidup saya dan istri.

Semua Kemuliaan Hanya Bagi Tuhan kita Yesus Kristus.Amin.

 

= TAMAT  =

SHEEP GATE
FAMILY

Copyright © 2011, SHEEP GATE MINISTRY