Indonesian English French German Greek Hebrew Italian Korean Spanish

Aku Mau Setia Iringi Yesus ( Part 1 )

PDF

AKU MAU SETIA IRING YESUS

( Part 1 )

Nama saya adalah Adrianus (28 tahun).Saya ingin berbagi kesaksian tentang beberapa hal yang terjadi di dalam kehidupan saya pribadi.Dahulu sebelum saya ikut Tuhan Yesus, saya sangat suka sekali ikut dunia mistik / perdukunan.Bahkan pada masa itu, seringkali terjadi pertempuran dan uji kehebatan.Akibat dari semua itu adalah kematian.Saya masih ingat ketika itu saya berguru dan pada masa uji kehebatan, saya telah mengalahkan beberapa orang pintar.

Lalu di kemudian hari saya berjumpa dengan Tuhan Yesus dan saya melepaskan semua mistik/dunia perdukunan itu. Awal saya berjumpa dengan Pastor Djohan, yang saya lebih akrab panggil Om Djohan adalah ketika seorang teman bercerita kepada saya tentang seorang hamba Tuhan yang sangat diurapi Tuhan, peka, tahu hal-hal yang kasat mata dan kuasa Tuhan bekerja melalui pelayanannya dengan luar biasa. Saya tertarik.Saya datang dalam Ministry Om Djohan dan dampaknya adalah saya sering tidak bisa bangun ketika pengurapan Tuhan tercurah.Saya dilepaskan.Saya dibebaskan Tuhan dari semua ikatan-ikatan dunia kegelapan yang saya lakukan ketika saya belum sepenuhnya mengerti tentang kebenaran dan kerajaan sorga.

Om Djohan mengajari saya tentang kehidupan Kekristenan yang sejati.Kehidupan yang teruji baik dalam suka maupun duka.Kehidupan yang setia mengikuti Tuhan Yesus.Saya dapat mengerti sepenuhnya bahwa betapa kayanya Tuhan kita Yesus Kristus.Seluruh alam semesta ini, Tuhan Yesus yang punya.

Saya disadarkan tentang kebodohan dalam praktek perdukunan seperti yang tertulis dalam kitab suci, “Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?“ (Galatia 4:9). Saya telah menjadi orang kaya.Sebab saya adalah anak kandung Tuhan Yesus.Saya bukan anak gampangan.Saya ikut Tuhan Yesus dengan sepenuh hati.Saya tidak mau jadi kacung kampret (diperhamba) setan lagi.

Oleh karena itu saya ingin mengingatkan kepada semua pembaca yang masih terikat perdukunan (okultisme), mistik, mengejar ilmu-ilmu gaib dan pesugihan sebaiknya anda bertobat sejak saat ini dan melepaskan semuanya itu. Sebab bayar harga dibalik ikatan dan persekutuan dengan setan adalah harga dan pengorbanan yang sangat mahal. Bersekutu dengan setan tidak setimpal alias tidak sebanding dengan apa yang anda terima yaitu kemiskinan, sementara anda harus korbankan masa depan dan orang-orang yang anda kasihi. Lepaskan setan-setan.Lepaskan keinginan mengejar kekayaan yang membutakan hidup kita dan berbaliklah kepada Tuhan. Pada Tuhan ada masa depan. Pada Tuhan Yesus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup.

Saya sering diajak Om Djohan ikut serta dalam pelayanannya hingga keluar kota. Saya melihat kuasa Tuhan yang hebat itu.Saya sungguh terpesona pada Tuhan Yesus.Kuasa Roh Kudus-Nya sangatlah hebat.Saya melihat Om Djohan dengan segala kuasa itu tidaklah terpengaruh, beliau adalah Seorang Abdi Tuhan yang selalu memilih kesederhanaan.Seorang Pria Allah yang sudah kenyang makan asam garam kehidupan ini.

Saya teringat akan Tante Elsye (Almh Istri Om Djohan). Beliau begitu bijaksana.Kata-katanya penuh roh nasehat.Saya dapat memahami mengapa Tante Elsye jadi demikian bersahajanya, karena selama 9 (Sembilan) tahun Om Djohan dengan setia menumpangkan tangannya dan meminta Roh Nasehat dari Tuhan agar memenuhi Tante Elsye. Antara Om Djohan dan Tante Elsye, kita hanya akan menemukan sepasang suami istri yang sangat berbahagia. Kehidupan mereka menjadi teladan bagi banyak orang.Saya rindu hidup berkeluarga seperti keluarga Om Djohan ini.

Mereka memiliki sepasang anak yang yaitu Rehuel dan Zerach yang sangat luar biasa.Anak-anak yang bergaul dengan Roh Kudus sejak masih kecil.Bahkan dalam kelahiran mereka ada kisah tentang Tuhan. Saya juga kagum setelah mengetahui kisah kelahiran mereka bahwa sejak dalam kandungan Tante Elsye, Tuhan telah memberikan mereka nama. Nama yang sampai hari kita dipakai Rehuel dan Zerach. Saya bergaul karib dan mengenal dari dekat keluarga Om Djohan sehingga suatu ketika sesuatu terjadi……Selepas KKR Manado, Tante Elsye terserang sakit kanker getah bening dan meninggal dunia.

Om Djohan sangat terpukul.Saya melihat beliau jadi banyak diam. Sesuatu yang melanda Ayub, melanda Om Djohan juga.Para Pengerja banyak yang keluar.Hal ini semakin membuat suasana gereja yang luar biasa itu seperti rumah yang ditinggalkan penghuninya.Semua tudingan dan penghakiman diarahkan untuk menyalahkan Om Djohan. Beliau masih memilih diam. Sekalipun di mimbar Om Djohan sudah bernazar bahwa selama tujuh tahun berkabung dan tidak akan menyentuh dunia yang disebut cinta ataupun perkawinan terhitung sejak kematian Tante Elsye. Hal ini tetap saja tidak berpengaruh apapun.Saya melihat barisan orang-orang rohani yang dulu makan minum semeja dengan Om Djohan melangkah pergi dengan teganya.

Saya jadi ingat Firman Tuhan, “Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi.Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?” (1 Petrus 4:17). Kasihan Om Djohan, saya merasakan kesendiriannya. Saya masih menguatkan diri untuk tetap hadir di gereja yang jumlah jemaatnya berkurang jauh.Bahkan suatu undangan KKR Natal dari Sulawesi, saya masih diajak Om Djohan untuk ikut serta.Semua yang ikut serta dapat jatah tiket gratis. Hal ini sebenarnya menggenapi apa yang dulu pernah Om Djohan katakan, “suatu hari pelayanan ini akan dihargai oleh orang banyak dan tiket-tiket undangan KKR akan berdatangan.”

Puncak dari semua yang terjadi adalah ketika Tuhan memberikan mimpi kepada Om Djohan seusai KKR Natal di Minasaha – Sulawesi itu.Saya masih ingat cerita Om Djohan bahwa dalam mimpi itu Om Djohan masuk dan melihat sebuah bangunan yang sangat besar sekali.Bahkan para pekerja lebih dari 300 (tiga ratus) orang sedang bekerja. Om Djohan terus mengitari

bangunan itu. Tiba-tiba suara yang agung berkata, “Mana mungkin membangun lebih besar dan naik lagi keatas bila fondasinya hanya seperti ini.”Om Djohan menatap bangunan itu sekali kali lagi dan nampaklah banyak pintunya.Lalu Om memanggil semua pekerja itu dan memerintahkan bahwa bangunan itu harus dibongkar lagi.Dibangun ulang fondasinya.

Sejak mimpi itu, kembali goncangan terjadi.Kali ini para pekerja yang termasuk para tua-tua saling berselisih paham dan kembali mereka pergi tinggalkan pelayanan Om Djohan.Saya dapat melihat semua itu dengan jelas.Lalu suatu curahan hati yang Om Djohan pernah terucap dari mimbar, “Mengapakah orang-orang Kristen tidak setia pada wasiat orang-orang yang berjasa dalam hidup mereka dan yang sudah pulang ke sorga?”Semula saya tidak dapat memahami semuanya ini…..

 

( BERSAMBUNG )

SHEEP GATE
FAMILY

Copyright © 2011, SHEEP GATE MINISTRY