Indonesian English French German Greek Hebrew Italian Korean Spanish

GARA-GARA PAK DJOHAN

PDF

GARA-GARA PAK DJOHAN

“MUJIZAT KESEMBUHAN ATAS PUTRI KECILKU”

      

Pada hari Minggu, tanggal 24 Mei 2015 itu Ibu Dewi datang bersama Clarine putri kecilnya untuk beribadah ke Father’s Miracle. Ibadah ini merupakan ibadah kedua kalinya bagi Ibu Dewi. Saat datang beribadah Clarine sedang sakit demam. “Clarine, kita pulang aja kalau ndak kuat!” Kata Ibu Dewi seraya memperhatikan putrinya yang sakit itu.

“Tidak mama, Clarine mau ke gereja. Clarine mau beribadah.” Jawaban balasan Clarine. Ini merupakan iman yang luar biasa. Meskipun sakit demam yang menderanya, Clarine kecil masih punya kerinduan untuk datang ke Rumah Tuhan dan beribadah. Ibu Dewi membawa anaknya masuk ke ruang gereja dan disambut oleh Pak Djohan – Gembala Sidang Father’s Miracle.

Pak Djohan mengamati Clarine dan membimbing Ibu Dewi dengan putrinya ini supaya jangan duduk dibawah terpaan AC (Air conditioner – Pendingin ruangan). Pak Djohan bertanya kepada Ibu Dewi, “Mengapa anak ibu nampak lemas? Kasihan sekali melihat kondisi Clarine.” Ps Djohan dengan kasihNya membelai kepala Clarine. Beliau juga memiliki seorang putri yang bernama Rehuel maka kasih sayang Ps Djohan yang penuh ketulusan itu dapat dirasakan oleh siapapun juga yang melihat peristiwa dan tindakan kasih itu. Ibu Dewi pun sangat terenyuh dan merasakan seumur hidupnya sebagai orang Kristen baru kali ini ada figure seorang Gembala Sidang yang begitu besar kehadiran Kasih Bapa lewat tindakannya (dengarkan kesaksian langsung Ibu Dewi pada DvD Father’s Miracle Edisi Juni 2015  ini.) “Clarine sedang sakit Pastor. Sudah beberapa hari ini tidak mau makan. Sudah minum obat tetapi belum sembuh juga. Saya khawatir sekali.” jawab Ibu Dewi

Setelah pembicaraan itu, Pastor Djohan beranjak ke depan untuk menyambut jemaat Tuhan yang mulai berdatangan memadati ruangan ibadah Father’s Miracle di Hotel Mutiara Kebon Kawung itu. Tetapi sesaat kemudian Ibu Dewi melihat Pastor Djohan kembali berjalan menuju arahnya dengan membawa secangkir air putih. “Ibu Dewi, mari berikan Clarine minum air gula ini biar tubuhnya punya energy dan tidak lemas lagi.” Kata Pastor Djohan seraya menyodorkan cangkir air putih yang berisikan air gula itu.

Clarine kecil meminumnya seteguk demi seteguk. Tenggorokannya yang sakit itu telah membuat Clarine kesulitan makan ataupun minum. Pastor Djohan pada seisi ibadah raya itu diperintahkan Tuhan untuk menumpangkan tangan dengan mengangkat minyak urapan buat jemaat Tuhan. Hal ini haruslah dipahami dengan hati yang bersyukur. Pastor Djohan diperintahkan Tuhan untuk mengajari jemaat Father’s Miracle tentang uraian kitab suci secara berurutan. Saat ini baru memasuki kitab Penciptaan. Apa yang Pastor Djohan sudah terima dari 36 hamba Tuhan dari berbagai dunia ketika beliau sedang masa pendidikan seminari dulu, akan diteruskan kepada jemaat. Nah, kali ini bicara tentang bagaimana pada hari perhentian – hari ketujuh itu, Bapa sorgawi melepaskan berkat bagi ciptaanNya. Pastor Djohan memberkati, mendoakan dan mengolesi minyak urapan atas Clarine.

Sebenarnya Clarine sudah ditangani dokter. Clairine sudah minum obat antibiotik dan obat pereda demam sebanyak satu botol tapi tidak ada efeknya sama sekali. Ibu Dewi yang menonton DvD Father’s Miracle telah meraih iman. Untuk jadwal balik control ke dokter diabaikannya. Suaminya mendukung keputusan imannya. Minggu itu adalah minggu ujian iman atas hidupnya. Tuhan mengingatkan Ibu Dewi tentang Pastor Djohan. “Kalau Tuhan Yesus bisa dipakai Tuhan menyembuhkan orang buta, tuli, lumpuh dan berbagai mujizat itu maka Tuhan juga bisa pakai Pastor Djohan menyembuhkan Clarine.” Demikian keputusan hati Ibu Dewi teguh.

Kita sering mendoktrinasi diri dengan hal-hal yang sebenarnya keliru. Kita telah terdoktrinasi dengan hal-hal yang penuh harapan kosong dan janji-janji sorga siang bolong. Kita sering melakukan hal-hal rohani sebenarnya adalah pemalsuan dari pengalaman orang lain. Tidak halnya dengan Ibu Dewi, yang telah beribadah di Father’s Miracle ini. Tampak Ibu Dewi sadari, hadirat Tuhan yang memenuhi  uangan ibadah Father’s Miracle itu telah mengubah hatinya. Meskipun baru satu kali beribadah pada saat ibadah perdana Father’s Miracle itu, Ibu Dewi telah diubahkan.

Saat sampai di rumah, kondisi Clairine tidak bertambah baik. Tuhan selalu punya cara! Cara Tuhan bukanlah caramu, jalan Tuhan bukanlah jalanmu. Tepat seperti   yang ada tertulis di Yesaya 55:9  “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” Ibu Dewi melihat kondisi anaknya semakin memprihatinkan setelah sampai dirumahnya.

“Mama, minta minum air gula hangat seperti yang Pastor Djohan beri itu ma.” Rengek Clarine kecil kepada Ibu Dewi. Tatapan hangat dan penuh kasih Ibu Dewi luruh ketika menatap mata Clarine yang indah itu. Putri kecilnya ini sangatlah lemah. Ibu Dewi sudah dikelilingi dengan jutaan roh-roh kekhawatiran. Iman yang teguh itu seperti Petrus yang berjalan diatas air tetapi sekarang jadi lemah karena terpaan angin. Imannya hampir tenggelam karena kekhawatiran. Tetapi Yesus Kristus Tuhan kita adalah Bapa yang baik. Dia memegang tangan Ibu Dewi dan menjamin kesembuhan dari Clarine.

Setelah meminum air gula buatan Ibu Dewi, Clarine muntah. Ibu Dewi semakin terperanjat. Satu gumam kecil bergema dan keluar dari mulut Ibu Dewi, “Hemmm….INI GARA-GARA PAK DJOHAN.” Clarine jadi minta-minta air gula. Sekarang jadi muntah begini. Ibu Dewi semakin kalut setelah menemukan muntahan Clarine itu berisi lender dan darah.

Ibu Dewi membimbing Clarine untuk berbaring dan tidur. Dalam tidurnya Clarine kembali didera setan penyakit. Darah mengalir pada kedua hidungnya. Darah itu telah mongering. Ibu Dewi semakin tenggelam dalam pertarungan iman ini. Hati seorang mama memang luar biasa. Ketidaktegaan mengelap pipi Clarine mewarnai hati Ibu Dewi. Clarine tertidur pulas. Seakan-akan semua penyakit itu tidak ada artinya bagi anak kecil berusia 6 tahun ini.

Ibu Dewi tidaklah menyadari apa yang sedang terjadi ini. Perhatikan apa yang tertulis berikut ini, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatuuntuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah—sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu  tidur.” (Roma 8:28, Mazmur 127:2). Akhirnya tangan Ibu Dewi dengan perlahan-lahan dan penuh kasih membersihkan pipi Clarine yang penuh dengan darah mongering.

Sesaat kemudian Ibu Dewi beranjak ke dapur. Tanpa disadarinya Clarine kecil sudah bangun. Clarine kecil menarik rok Ibu Dewi seraya menunjukkan bahwa  mulutnya tidak bisa dibuka. Darah kering itu telah membuat kedua bibir Clarine  merapat dan seperti lem yang membuatnya tidak bisa membuka mulutnya. Ibu Dewi membersihkan darah kering yang memenuhi seluruh pipi Clarine. Ibu Dewi membersihkan darah kering yang membuat mulut Clarine tertutup rapat itu.

Selepas dibersihkan, Clarine telah beranjak meraih mainannya. Seakan-akan dunia ini telah berganti. Musim baru mewarnai hati Clarine kecil kesayangan Tuhan ini. Hatinya telah dipenuhi kesukaan baru. Air gula yang diterimanya dari Pastor kesayangannya - Pastor Djohan telah memberkas dihatinya. Clarine kecil telah diajari Tuhan tentang iman, keteguhan dan hati yang taat. Indahnya peristiwa ini.

Dari jauh Ibu Dewi memandang Clarine yang sedang bermain itu. Suasana senang pada Clarine, berbeda dengan suasana hati Ibu Dewi. Kecemasan itu mencapai sebuah tindakan kasih. Ibu Dewi beberapa saat kemudian mengajak Clarine kembali beristirahat tidur. Tuhan perduli kesulitan hidup semua kita. Tuhan terlalu sayang pada kita. Tetapi karena ada banyak kekecewaan rohani, kita telah menutup pintu bagi Tuhan. Sebenarnya ada banyak orang Kristen telah salah tempat, salah keputusan, salah pada momentum dan salah bimbingan.

Singkat cerita Clarine yang barusan terjaga itu, kali ini berkata, “Mama, Clarine ingin makan bubur.” Ibu Dewi terperanjat. Ibu Dewi dalam ketidakpercayaan dari apa yang didengarnya, toh tetap bergerak karena kasih. Ibu Dewi pergi membeli semangkok bubur. Ibu Dewi yang belum hilang kekagetannya ini, kembali mendengar suara emas Clarine kecil, “Mama, pakai telur rebus ya.”

Sesuatu telah terjadi! Sesuatu pasti terjadi. Pastor Djohan yang telah membayar harga lebih dari 3 tahun didera sakit, kelelahan dan berkali-kali diserang roh maut telah membayar harga dalam mentaati Tuhan untuk kemuliaan Tuhan Yesus tercurah atas kota Bandung ini. Sesuatu yang mulia dari seorang Abdi Allah ini telah mengalir memberkati, menyembuhkan dan memulihan kehidupan Ibu Dewi sekeluarga.

Ibu Dewi kali ini benar-benar harus super kaget ataukah super kagum? Clarine yang begitu mandirinya, makan sendiri. Clarine menghabiskan semangkok bubur. Ibu Dewi terbengong-bengong. “Mama, mana telur rebusnya?” Suara jenaka dan riang gembira itu telah kembali menghiasi rumah ini.

“Hahh…Sebentar ya nak.” Ibu Dewi bersegera lari ke dapur. Rencana semula merebus telur setengah mateng itu telah berubah. Allah turut bekerja. Allah ingin menunjukkan kedaulatanNya. Allah ingin mengajarkan Ibu Dewi tentang iman, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala  Sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibrani 11:1) Karen terpesona dengan pemulihan Clarine, Ibu Dewi telah lupa sedang merebus telur. Telur itu bukan lagi telur setengah mateng tetapi telah menjadi telur lupa angkat. Telur super mateng.

 “Clarine, apa bisa makan telur ini karena sangat keras. Mama lupa angkat tadi?” kata Ibu Dewi yang masih mencemaskan keadaan Clarine. “Mama, Clarine sudah sembuh. Clarine sudah bisa menelan dan makan lagi.” Jawaban tulus Clarine ini disertai dengan senyum penuh kemenganan. Clarine memakan telur rebus itu dengan lahapnya.

Ibu Dewi terkagum-kagum. Ternyata malaikat kecil yang membuka lift saat datang ibadah perdana Father’s Miracle itu benar-benar nyata. Clarine telah sembuh dalam jamahan dan jaminan Tuhan Yesus. Ibu Dewi telah menyaksikan semua peristiwa indah dan luar biasa ini. Bila ada beberapa bagian berbeda dengan kesaksian video Ibu Dewi merupakan pemanis dari sebuah kesaksian kemenangan yang sangat luar biasa ini.

Semua Pujian hanya bagi Tuhan dan Diberkatilah Ibu Dewi, Clarine dan keluarga.

SHEEP GATE
FAMILY

Copyright © 2011, SHEEP GATE MINISTRY