Indonesian English French German Greek Hebrew Italian Korean Spanish

BOLEHKAH MAKAN BABI?

PDF

Shalom Pastor, Rosa (dari Belanda) mau tanya, “apakah kita sebagai orang Kristen yang benar sesuai Firman Tuhan itu tidak boleh makan daging Babi? Ayat-Nya Imamat 11: 7-8. Minta tolong penjelasannya. Makasih Pastor. Gbu

Pertanyaan ini seringkali menjadi perdebatan orang-orang Kristen.

Apakah semua orang Kristen dapat memahaminya? Kita harus dapat menangkap makna yang lebih luas dan mendalam dibalik pertanyaan Mrs. Rosa yang luar biasa ini. Jawabannya haruslah kita kembalikan kepada Firman Tuhan namun disingkapi melalui hikmat supaya masing-masing orang dapat mengujinya, baik yang “suka makan Babi” ataupun “yang tidak suka makan Babi” juga “yang tidak mau makan karena berpatokan pada Perjanjian Lama”.

Saya mau ajak anda untuk menelusurinya lebih dekat dan marilah kita lebih dahulu mengucap syukur kepada Tuhan karena telah memberikan pencerahanNya melalui jawaban dari pertanyaan Mrs. Rosa yang sangat memberkati ini. Haleluyah.

Saya akan menjawab secara singkat….”Tidak boleh makan atau silahkan makan….terserah pada keyakinan iman anda masing-masing.”

Sebelum anda mengosongkan “gelas pendapatmu” makan pencerahan berikut ini akan sulit anda pahami….maka berdoalah supaya perkara Babi jangan jadi sandungan diantara kita  dan secara luas menjadi perdebatan/sandungan bagi kepercayaan-kepercayaan yang ada. Hal ini perlu disingkapi secara bijaksana.

Tentukan…Manakah pilihanmu…???

# Tidak boleh / jangan di makan

Mari kita lihat isi dari Imamat 11:7-8 “7  Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu.8 Daging binatang-binatang itu j’anganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu.”

Melalui isi dari ayat Firman Tuhan ini sudah jelas sekali bahwa Tuhan melarang umatNya makan babi. FirmanNya ini semula berlaku pada umat pilihanNya yaitu keturunan Abraham, Ishak dan Yakub yang kemudian dikenal dengan nama bangsa Israel.

Namun berpatokan pada sisi ayat ini saja secara rohani yang tidak disertai hikmat Roh Kudus maka kita akan menjadi seorang manusia Kristen yang hidup dalam kacamata kuda, penuh dengan perbuatan-perbuatan kedagingan, hidup rohani dengan pikiran sempit, bahkan bisa menjadi orang-orang melanggar hukum dan melanggar hak asazi orang lain dengan pemaksaan doktrin rohani yang keliru. Mengapa?

 

Karena di sisi yang lain ada juga tertulis: “Apabila seseorang membuat orang sesamanya bercacat, maka seperti yang telah dilakukannya, begitulah harus dilakukan kepadanya:  patah ganti patah, mata ganti mata, gigi ganti gigi; seperti dibuatnya orang lain bercacat, begitulah harus dibuat kepadanya. Siapa yang memukul mati seekor ternak, ia harus membayar gantinya, tetapi siapa yang membunuh seorang manusia, ia harus dihukum mati.” (Imamat 24:19-21).

Beberapa bagian dari isi Perjanjian Lama tidak bisa ditafsirkan secara bebas dan diterapkan secara radikal karena:

ü  Bertentangan dengan buah Roh (Galatia 5:22-23 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.).

ü  Salah tafsir dan keliru bertindak, anda akan masuki area kedagingan (balas dendam/pemaksaan rohani) juga bertentangan dengan (main hakim sendiri) hukum pemerintahan yang berlaku (Galatia 5:24  Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Roma 13: 2 Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.)

ü  Perlunya Hikmat Roh Kudus dalam menafsirkan PL dengan filter PB karena sudah ada pembaharuan dari Tuhan Yesus (Matius 5:17  "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.”)

ü  Pembaharuan rohani PL = Taurat dan PB = Injil Kristus menjadi iman, kasih dan pengharapan (Galatia 3:12  Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya. Galatia 5:4  Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia. Roma 10:4  Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya. Roma 13:10  Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.)

Lalu apakah salah bila seseorang memutuskan untuk tidak makan Babi? Tentu saja tidak. Hal ini dikembalikan kepada pilihan dan keputusan hidup kita masing-masing. Hal yang bijak dan dapat dijadikan alasan tidak makan babi mungkin dapat dilihat dari sisi kesehatan.

Beberapa refrensi kesehatan tentang Babi bisa dengan mudah kita temukan (sumber : berbagai sumber/tulisan rubrik kesehatan):

Seorang Ilmuwan Jerman bernama Dr Murad Hoffman dalam bukunya menyatakan bahwa memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan kolestrol dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh, yang mengakibatkan kemungkinan terserang kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rematik (tulisan ini yang paling banyak dikutip). Beberapa bibit penyakit yang dibawa babi seperti Cacing pita (Taenia solium), Cacing spiral (Trichinella spiralis), Cacing tambang (Ancylostoma duodenale), Cacing paru (Paragonimus pulmonaris), dan Babi merupakan carrier virus/ penyakit Flu Burung (Avian influenza) dan Flu Babi (Swine Influenza).

Namun semua jenis daging dan binatang memiliki sisi negatifnya masing-masing bila di tinjau secara kesehatandan memiliki resiko buruk bila dikonsumsi secara berlebihan. Kata Antje Gahl dari Lembaga Nutrisi Jerman (DGE) “Daging yang berwarna merah, misalnya daging sapi, babi dan kambing lebih banyak mengandung zat besi heme ketimbang daging berwarna putih seperti ayam. Zat besi jenis ini misalnya terikat dalam zat merah, pemberi warna darah dan secara kimiawi berbeda dari zat besi non heme serta lebih mudah diserap tubuh. Namun zat besi heme memicu pembentukan persenyawaan yang menyebabkan kanker usus. "Proses ini terjadi pada konsumsi sekitar 60 gram daging merah per hari",

 # Silahkan makan

Kunci segala sesuatu adalah penguasaan diri dan kedewasaan rohani

Beberapa tempat di Indonesia mengkonsumsi babi. Anda akan dengan mudah menemukan restoran-restorannya, sebut saja Bali yang terkenal dengan bagi gulingnya. Bangka Belitung juga memiliki khas babi bakar dan bakmi bumbu babi.  Medan dengan nasi campurnya. Orang-orang Batak dengan babi saksang. Manado terkenal dengan masakan babi rica-rica, sup brenebon dan babi putarnya. Berbagai kasana dan kuliner dari beragam masakan dari daging babi menjadi ciri khas masing-masing.

Sekarang marilah kita melihat beberapa refrensi Firman Tuhan yang menyatakan bahwa tidak salah bila anda memakan daging babi. Tetapi segala sesuatu haruslah secukupnya dan tidak boleh berlebihan. Segala sesuatu yang berlebihan akan memiliki resiko yang tidak baik bagi kesehatan.

ü  Doa menguduskan apa yang kita makan

Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka. Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran. Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur, sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa. (1 Timotius4:1-5)

ü  Kodrati hidup – sesuai kelahiran yang telah Tuhan berikan kepada anda ( apakah anda terlahir dari orang yang makan babi atau tidak…silahkan anda lanjutkan sesuai dengan iman anda ).

Selanjutnya hendaklah tiap-tiap orang tetap hidup seperti yang telah ditentukan Tuhan baginya dan dalam keadaan seperti waktu ia dipanggil Allah. Inilah ketetapan yang kuberikan kepada semua jemaat. Kalau seorang dipanggil dalam keadaan bersunat, janganlah ia berusaha meniadakan tanda-tanda sunat itu. Dan kalau seorang dipanggil dalam keadaan tidak bersunat, janganlah ia mau bersunat. (1 Korintus 7:17-18)

 

ü  Hiduplah dalam penguasaan diri dan berhikmat

"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain. Kamu boleh makan segala sesuatu yang dijual di pasar daging, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani. Karena: "bumi serta segala isinya adalah milik Tuhan." (1 Korintus 10:23-26)

ü  Hidup menjadi terang dan garam…memberkati orang lain

“Janganlah engkau merusakkan pekerjaan Allah oleh karena makanan! Segala sesuatu adalah suci, tetapi celakalah orang, jika oleh makanannya orang lain tersandung!  Baiklah engkau jangan makan daging atau minum anggur, atau sesuatu yang menjadi batu sandungan untuk saudaramu.  Berpeganglah pada keyakinan yang engkau miliki itu, bagi dirimu sendiri di hadapan Allah. Berbahagialah dia, yang tidak menghukum dirinya sendiri dalam apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.” ( Roma 14:20-23)

Berdasarkan apa yang ada ini haruslah dilihat secara luas. Beberapa hal ini dapat menjadi filter dalam menimbang segala sesuatu dan mengambil keputusan-keputusan rohani:

  1. Kedewasaan rohani

Apa yang kita lihat dan kita putuskan, ada kalanya hanya berlaku buat diri kita sendiri dan tidak boleh kita paksakan kepada orang lain. Sebab setiap orang memiliki hak asazi dari Tuhan dan tingkat pengertian iman dengan kapasitasnya masing-masing.

Tetapi ada tulisan dan pesan khusus yang berlaku pada PL maupun PB yang harus ditaati oleh umatNya…”Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dan bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah, tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah. ( 1 Korintus 15:19-20) Tetapi hal ini pun dikembalikan kepada kesadaran, pilihan dan kedewasaan rohani seseorang. Intinya terserah pada keputusan dan pengertian imanmu sendiri…Haleluyah.

  1. Bertanyalah dan ujilah segala sesuatu…sesuaikan dengan sikon anda

Ada banyak pendapat rohani. Sebab segala sesuatu dalam kehidupan rohani ini adalah penafsiran. Oleh karena itu akan ada banyak perbedaan-perbedaan rohani. Sikapilah dengan bijak supaya anda tidak terseret arus yang keliru. Bila anda memiliki orang-orang yang hidupnya murni, tulus dan cara berpikirnya penuh dengan hikmat Tuhan adalah baik untuk bertanya kepada mereka. Bahkan sangatlah bijak bila anda jadikan mereka sebagai tempat untuk mencari kejelasan, petunjuk dan bahan pertimbangan atas segala sesuatu terutama hal-hal yang membuat anda kebingungan dalam area-area rohani yang harus anda pilih.

  1. Apakah hal tersebut mempengaruhi hubungan pribadi anda dengan Tuhan?

Perkara makan dan tidak makan babi adalah pilihan anda sendiri. Hal makan dan tidak makan babi tidak menjamin anda masuk ke dalam kerajaan sorga.

Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.

Prioritaskanlah iman dan kerohanianmu kepada tindakan-tindakan kasih, menjaga diri sendiri untuk tidak cemar dan jatuh kedalam perbuatan-perbuatan yang melanggar Firman Tuhan, jauhi kejahatan, jaga kemurnian hati, hidup tahu budi, bakti kepada orang tua, hormat dan tunduk kepada otoritas yang ada, mengekang lidah dan belajar penguasaan diri, hidup dalam kemurahan untuk selalu dapat menolong sesama dan hidup jadi berkat buat keluarga, sesama bahkan diri sendiri.

  1. Unsur kesehatan dan kebahagiaan

Mengingat umur manusia sangatlah terbatas maka kita harus bijak dalam memilih dan bertindak dalam segala sesuatu. Demikian juga halnya unsur-unsur makanan yang ada harus bisa dikontrol dalam keseimbangan hidup supaya kita tidak menjadi susah dan dibuat susah karena “kekurangan” ataupun “berlebihan” karena apa yang kita konsumsi dalam kehidupan kita sehari-hari.

Demikian juga halnya, jangan sampai selagi hidup kita tidak menikmati hidup dan begitu kita mau melakukannya…waktunya sudah terlambat sebab ketika orang sehat maka segala sesuatu masih berasa nikmat tetapi begitu sakit…semuanya telah terbatasi. Sadarilah bahwa hidup ini kekayaan yang ada bukanlah semata-mata karena uang yang yang menjadi patokan utamanya. Sebanyak apapun UANG yang anda miliki, tidak akan ada artinya bila :

üHidup anda tidak bahagia

üUang yang anda punya tidak pernah dipakai untuk memberkati orang tua, sesama bahkan tidak tercatat dalam kerajaan sorga

üSemua uang anda hanya akan habis terkuras untuk berobat

Semoga jawaban ini dapat menjadi berkat buat kita semua.  Terpujilah Nama Tuhan. Haleluyah Amin

SHEEP GATE
FAMILY

Copyright © 2011, SHEEP GATE MINISTRY