Indonesian English French German Greek Hebrew Italian Korean Spanish

Cara Mengatasi Perbedaan Rohani

PDF

Ada beberapa hal yg ingin saya share bersama Pendeta :

1. Orangtua saya ketika menikah berbeda agama, papa dari khonghu Chu, mama kristen sejak dari orang tuanya, mereka hanya menikah dicatatan sipil sampai papa meninggal tidak pernah diberkati digereja (papa meninggal sdh dibaptis) bgm pendapatnya?

2. Tentang baptisan dan pelepasan yang menjadi polemik diantara gereja-gereja?

3. Bagaimana qta dapat membedakan Hamba-hamba Tuhan yg benar-benar dipakai Tuhan dengan Nabi-nabi palsu yg pada akhir-akhir zaman ini bermunculan.

 4. Nubuatan-nubuatan Tuhan tentang Repture semakin banyak diberikan kepd orang-orang pilihan Tuhan akhir-akhir ini, tapi jarang qta dengar Hamba2 Tuhan menyuarakan itu ditengah-tengah jemaat (bahkan kalau qta lihat acara2 kristiani di TV lbh banyak yg mujizat2 yg diperlihatkan)

Terima kasih untuk jawaban dan pencerahannya, dari Ibu Tan Sulut.

 

Shalom Ibu Tan,

Terima kasih untuk pertanyaan dan sharing beberapa hal ini yang sekiranya juga dapat menjadi berkat bagi banyak pembaca. Kami coba menjawab dengan berpadanan Firman Tuhan dan pertimbangan yang murni....

1. Perkawinan dengan dasar apapun, semua telah terjadi dan yang penting adalah hari ini...Sebagaimana anak2nya memperbaharui garis keturunan yg ada setelah mereka kenal Tuhan. Ada kedaulatan Tuhan dibalik hidup manusia yang tidak mudah dan mungkin tidak akan pernah kita pahami. Jadi kita serahkan hal-hal tersebut kepada pengaturan Tuhan. Apa yang sudah lalu adalah milik Tuhan tetapi apa yang disebut hari ini dan jauh ke depan ada bagian kita untuk memperbaiki sesuatu yang pernah dan telah terjadi di masa lalu. Supaya kita mewariskan generasi anugerah yang mengenal Tuhan dan hidup penuh dengan tanggungjawab.

2. Polemik Baptisan dan Pelepasan diantara gereja sudah terjadi sejak dulu. Hal-hal rohani yg dijadikan bahan untuk ribut dan saling bertentangan, hal-hal rohani tersebut jadi kehilangan faedahnya. Kembalikan saja kepada masing-masing individu, sesuai pengajaran dari pembimbing rohani dan komunitas di mana kita tertanam. Ikuti saja karena baptisan adalah tanda dari pertobatan dan panggilan Tuhan tetapi bukan buah kehidupan yang menjamin masuk sorga. Buah kehidupan adalah perbuatan hidup kita. Artinya Tuhan mengasihi kita karena perubahan tabiat lama kita menjadi ciptaan yang baru. Kesadaran sepenuhnya untuk hidup takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Perubahan yang menjadi berkat bagi keluarga dan orang lain. Dibalik semua hal itu, kita harus menarik satu garis lurus dan perlu kita sepakati bahwa apapun hal-hal rohani yang terutama adalah Tuhan Yesus dimuliakan, Firman Tuhan tidak salah ditafsirkan dan tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

3. Hubungan intim dengan Tuhan akan membuat kita peka terhadap segala sesuatu dan biasakan untuk berdoa dalam menilai segala sesuatu...kita menilai bukan dari kata orang. Tetapi apa yang Roh Kudus nyatakan perlu kita jadikan patokan dalam segala sesuatu. Setiap orang perlu dilihat dari bobot, bibit dan bebet dalam hidupnya, terutama mereka yang sudah berdiri di mimbar untuk mengajar. Salah satu patokan penting adalah seorang hamba harus memiliki keluarga yang benar di hadapan Tuhan dan manusia. Pembuktian hidupnya dari keluarga sudah menandakan pelayanan kasih mula-mula dalam hidupnya. Orang yang memiliki keluarga yang bahagia akan memiliki kemurnian dan lebih bisa dipercaya. Tetapi dibalik semua patokan tersebut, kita harus mengenal Tuhan secara pribadi. Tersedia karunia membeda-bedakan roh untuk menilai, menimbang dan memahami yang mana datang dari Tuhan dan yang mana datang dari pihak seteru Tuhan yaitu si jahat iblis sebab di akhir zaman roh-roh penyesat bekerja untuk menjatuhkan orang-orang pilihanNya.

4. Pengajaran tentang rapture bila ditinjau dari keadaan manusia rohani di hari-hari akhir zaman ini, mereka “para jemaat maupun para pembimbing rohani” lebih suka pengajaran yg menyenangkan telinga...pengajaran berkat dan janji2 rohani lebih populer...even hal2 mujizat pun hanya sebatas pengajaran tapi sedikit yg menunjukkan mujizat itu nyata...jadi doakan saja

Dalam banyak hal kita sebagai manusia memiliki keterbatasan dan kekurangan maka berpeganglah kepada Firman Tuhan. Mempraktekkan apa yang Tuhan ajarkan setiap hari sangatlah penting. Saya teringat akan sebuah pesan Tuhan, “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.  Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.  Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.  Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.  Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.  Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.” ( I Korintus 13:1-8)

Marilah kita mencapai hidup yang penuh dengan tindakan kasih untuk menjadi berkat bagi keluarga dan sesama. Hidup untuk berbuah dan Nama Tuhan dipermuliakan lewat perbuatan kasih kita.

Demikian jawaban yang bisa kami berikan, semoga membawa pemahaman yang lebih luas dibalik semua perbedaan yang ada.Tuhan memberkati.

SHEEP GATE
FAMILY

Copyright © 2011, SHEEP GATE MINISTRY