Indonesian English French German Greek Hebrew Italian Korean Spanish

Cara Mengatasi Kepahitan

PDF

Salam sejahtera buat Sheep Gate Ministry, saya mau tanya tentang kepahitan. Mengapakah orang-orang yang sudah melayani masih bisa terserang kepahitan? Padahal kan mereka lebih tahu banyak tentang Firman Tuhan. Mereka juga sudah mengajar, berkhotbah dan mengkonseling banyak orang tetapi mengapa mereka bisa menyimpan kepahitan juga?

Bagaimanakah sebenarnya kepahitan itu bisa terjadi? Mengapakah kepahitan selalu dihubungkan dengan tipu daya setan? Kapankah orang-orang percaya bisa melepaskan dirinya dari kepahitan?

Terima kasih buat jawaban dan pencerahannya. Salam saya dari  JT – Jakarta.

 

Salam sejahtera juga buat Pak atau Bu JT di tempat,

Semua orang termasuk para pelayan Tuhan tidak kebal terhadap kepahitan. Semua orang bisa terkena serangan :luka, kecewa, tertolak, tidak bisa menerima keadaan dirinya, terbelenggu perasaan bersalah, menutup diri, merasa dikucilkan, merasa tidak dihargai, merasa hidup tidak berguna, merasa jijik pada diri sendiri, terbawa arus emosi, kebencian, kekecewaan dan keputus-asaan...yang ditebarkan ke dalam pikiran dan perasaan seseorang dan bermuara ke dalam hati.

Bila kita berbicara tentang kepahitan maka hal itu sangat berkaitan dengan buah Roh. Mari kita membaca beberapa tulisan kitab suci, "Tetapi buah Roh ialah : kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin Roh." (Galatia 5 : 22, 23, 25). Apabila anak-anak Tuhan berpegang kepada pedoman kesembilan buah roh ini niscaya mereka akan menyadari bahwa bersikap, bertindak dan berkata-kata dalam perasaan hati yang luka dan pahit adalah keliru. Mereka akan segera memperbaiki dan memotong habis semua sumber dan merupakan akar dari kepahitan itu.

Banyak hal yang menyebabkan kepahitan itu terjadi, saya akan tuliskan beberapa hal yang sering saya temukan dalam pelayanan:

Ø  Kebutuhan hidup yang mendesak

Dalam perjalanan bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian, di suatu tempat mereka mengalami dehidrasi kehidupan. Secara lahiriah bangsa Israel kehausan. Namun dibalik kehausan itu sebenarnya hati merekalah yang selalu berpaut kepada hal-hal jasmani yaitu kebutuhan hidup.

Saya akan mengutip salah satu ayat yang berkaitan dengan cerita tersebut, “Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.” (Kel 15:23) Anda dapat membaca selengkapnya di dalam Keluaran 15.

Kebutuhan hidup juga dapat membuat orang bersungut-sungut kepada Tuhan. Dalam Kitab Bilangan 11, Anda akan menemukan banyak hal kedagingan yaitu dalam “perkara burung puyuh”. Jadi kebutuhan hidup yang mendesak dapat menjadi sumber kepahitan hidup. Seringkali orang-orang yang mencoba memaksakan kebutuhannya dengan cara meminta bahkan meminjam kepada orang-orang sekitar mereka bahkan kaum keluarganya...mereka menjadi pahit ketika yang mereka harapkan tidak kesampaian.

Ø  Perlakuan orang lain

Di dalam  Kitab Keluaran, anda akan menemukan hal ini secara nyata, “Lalu dengan kejam orang Mesir memaksa orang Israel bekerja, dan memahitkan hidup mereka dengan pekerjaan yang berat, yaitu mengerjakan tanah liat dan batu bata, dan berbagai-bagai pekerjaan di padang, ya segala pekerjaan yang dengan kejam dipaksakan orang Mesir kepada mereka itu. (Keluaran 1:13-14)

Saya menemukan dalam pelayanan dan konseling-konseling bahwa banyak orang mengalami kepahitan karena perlakuan dari orang-orang yang ada didekatnya. Istri yang diperlakukan kasar oleh suami-suami yang selingkuh, pemabuk, narkoba dan KDRT (penganiayaan). Namun dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini sepertinya “setan berubah haluan” dan menciptakan balasan atas persoalan rumah tangga karena yang berbuat ulah bukan lagi suami tetapi istri-istri yang sangat nekat, dominan, dengan lifestyle yang super duniawi dan tidak sedikit yang terjun ke dunia yang penuh hawa nafsu badaniah. Rumah tangga yang hancur merupakan buah dari pohon kepahitan yang tidak teratasi. Pesan penting bagi semua agar berhati-hati dan benar-benar selektif dalam memilih pasangan hidup karena anda hanya dibenarkan untuk menikah satu kalihingga kematian yang memisahkan.

Kepahitan yang paling membelenggu karena perlakuan orang lain sering terjadi semasa masa kecil. Bahkan ada banyak orang yang terikat dosa karena tanpa mereka sadari bahwa dosa itu ditularkan semasa mereka kecil. Ketika Roh Kudus membalut hati mereka maka kesadaran dan akar kepahitan masa lalunya dibongkar lagi. Tuhan seringkali melakukan hal-hal seperti ini.

Di kantor saat bekerja, di gereja saat melayani dan di manapun anda akan menemukan bagian dari penyebab kepahitan ini yaitu perlakuan yang tidak menyenangkan bahkan menoreh luka di batin anda. Kenali hal ini dan hadapi bersama kasih Yesus.

Ø  Keinginan diri sendiri

Ketika anda memilih untuk hidup dalam lumpur dosa maka anda akan menuai buah dibalik lumpur kehidupan itu. Ada banyak orang yang mengikuti jalan-jalan nafsu dunia, lalu menjadi pahit ketika hidup mereka didera buah penderitaan. Contoh yang paling mudah anda temukan adalah ketika orang-orang hidup dalam dunia malam, free sex, pesta pora dan kemabukan...suatu masa berbuah dan kedapatan hamil, bangkrut dan didera penyakit yang mengerikan. Kepahitan hidup seperti ini sudah ada sejak anda memuaskan keinginan duniawi anda. “Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci. (1 Petrus 4:3 , 1 Yohanes 2:16, Titus 3:3 )

Ø  Pekerjaan si jahat

Anda mungkin saja akan terheran-heran dan semakin ingin tahu, apakah benar setan bisa memberikan dampak kepahitan? Mari perhatikan beberapa kutipan ayat berikut ini:

“Ia (Iblis) adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.”(Yohanes 8:44) Pernahkah anda menemukan orang-orang yang dalam hidupnya berusaha ini gagal. Berusaha itu gagal. Mau menikah malah batal dan akhirnya hidup membujang sampai tua. Mereka seakan-akan didera nasib yang serba sial. Ada kesempatan besar malah gagal. Hidup mereka serba gagal, miskin, menderita dan akhirnya terpuruk dalam lembah keputus-asaan.

Memang tidak bisa kita pungkiri seringkali hukum “tabur tuai” berlaku dengan sangat cepat dalam hidup ini. Ada banyak orang didera setan karena kutuk nenek moyang, ada juga karena kesalahan hidup masa lalu, tidak sedikit yang terjerat oleh tipu daya iblis (mereka masih mengikat dirinya dengan penyembahan berhala, pesugihan dan berbagai mistik yang mengandung resiko mengerikan bagi anak cucunya.)

Tetapi dibalik semua pekerjaan setan ini, anda bisa menemukan satu tokoh yaitu Ayub yang dapat mengalahkan si jahat setan. Cerita Ayub mengandung makna pentingnya mengenal Tuhan secara pribadi dan bukan dari kata orang. Anda harus memiliki pembimbing rohani yang anda kenal hidupnya alias hidup bergaul dengan mereka dengan terbuka. Bertumbuh dalam iman yang benar. Mencapai kehendak Tuhan yang nyata dan hidup yang diabdikan untuk melayani Juru Selamat dunia yaitu Yesus Kristus.

Dengan demikian anda akan dapat memahami sepenuhnya bahwa, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. (1 Korintus 10:13) 

Lalu bagaimanakah kita melepaskan diri dari kepahitan tersebut? Mari saya berikan beberapa tindakan iman yang dapat anda praktekkan sesuai dengan diri anda:

1.  Berdoa dan Bersyukur selalu

Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.

Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono—karena hal-hal ini tidak pantas—tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita. Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. ( Efesus 5:3-4, Efesus 5:20, Filipi 4:6  )

2.  Tinggal dalam hadirat-Nya

Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. (1 Petrus 2:4) 

3.  Peganglah kerendahan hati dan sukacita selalu

Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan. Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! (Amsal 22:4, Ibrani 12:11, Filipi 4:4  )

4.  Mengampuni dan menabur kasih

Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat." (Markus 11:25, Lukas 6:35) 

5.  Fokus pada Tuhan Yesus

Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus,Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. (Ibrani 3:1, Matius 11:29)

Saudara dan saudariku, untuk menutup jawaban ini maka pahamilah bahwa setiap orang memiliki keistimewaan dihadapan Tuhan. Anda tidak perlu meniru-niru pengalaman rohani orang lain. Saya menganjurkan anda memiliki komunitas, media-media (buku, khotbah, tulisan, dll ) dan seorang pembimbing rohani yang selalu dapat menguatkan, menegur, meluruskan dan memimpin anda untuk mencapai iman kepada Yesus.

Kepahitan merupakan pohon buruk kehidupan. Hentikan. Jangan biarkan tumbuh hingga berbuah berbagai penyakit. Anda memiliki pilihan hari ini. Katakan pada dirimu “aku adalah aku” dan “aku adalah anak TUHAN” maka aku akan melakukan segala sesuatu yang Bapa ajarkan kepadaku.

Berdoalah senantiasa. Jagai dan pakailah pedoman buah Roh dalam hidup ini. Miliki hati yang haus lapar akan FirmanNya. Rindukan hadiratNya selalu. Arahkan mata hatimu untuk selalu ingat akan karya salib Yesus yang teramat mahal dan telah menebus hidupmu. Pencurahan kasih Yesus akan memampukan engkau mengampuni mereka yang telah memahitkan hidupmu. Jadilah terang dan garam karena suatu masa akan engkau pahami bahwa semua yang semula engkau anggap pahit merupakan pelajaran berharga supaya engkau menjadi berkat dan mengajarkan banyak generasi yang akan datang untuk hidup lebih baik dan tidak jatuh pada kepahitan yang sama.

Tuhan Yesus sertamu.

 

Salam dan doa,

Pastor Djohan

SHEEP GATE
FAMILY

Copyright © 2011, SHEEP GATE MINISTRY