Indonesian English French German Greek Hebrew Italian Korean Spanish

Bagaimana Mengatasi Perasaan Kecewa?

PDF

Saya mau bertanya pak Pendeta, bagaimanakah mengatasi perasaan kecewa yang datang melalui orang-orang seiman? Mereka yang telah menerima kebaikan kita tetapi tanpa sebab membenci dan menjauhi kita. Mereka benar-benar telah melupakan apa yang disebut dengan budi dan kebaikan. Saya melihat mereka benar-benar hidup seperti kacang yang lupa kulitnya.

Saya tidak berharap banyak dari apa yang disebut dengan balasan budi tetapi saya berharap mereka memiliki sedikit perhatian kepada kami.  Kasih benar-benar telah menjadi dingin. Orang-orang tidak lagi menghargai persaudaraan didalam Tuhan. Mereka lebih memilih perkataan negatif dari orang-orang yang kepahitan daripada mengingat kebaikan. Saya tahu mereka telah mendengar tentang pencobaan yang menerpa hidup kami tetapi mereka telah menutup telinganya.

Saya sekarang justru berterima kasih kepada Tuhan karena lewat pencobaan ini saya dapat melihat dengan jelas tentang karakter orang-orang seiman. Kekayaan yang menjadi alasan untuk mengatur dan mendikte orang lain. Kesukaran adalah persaudaraan karena mereka butuh kita tetapi kesenangan mereka - kesukaran hidup kita adalah balasan yang menyakitkan hati.

Sekarang saya tahu arti kata, " Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu." Ternyata Tuhan ingin kita jaga hati dan tidak menjadi kecewa. Saya mau minta pencerahan dari perasaan hati yang kecewa ini?  Semoga Tuhan Yesus mengampuni semua kesalahan dan dosa kita semua. Terima kasih Pak. Tuhan Yesus memberkati untuk semua jawaban yang diberikan. Dari BK - Jakarta

Jawaban:

Shalom saudaraku. Adalah hal yang sangat baik untuk bisa melihat lebih dekat karakter dari orang-orang yang ada disekitar hidup kita. Saya tegaskan lagi bahwa sungguh baik bila Tuhan menyingkapkannya sekarang daripada nanti jauh kebelakang anda akan semakin merasakan kekecewaan yang lebih dalam kepada orang-orang tersebut.

Marilah kita melihat lebih dekat apa yang dipesankan oleh Tuhan Yesus lewat firman-Nya tentang kebaikan supaya kita tidak menjadi kecewa sesudahnya:

Ø  Kebaikan hati kita karena cinta kepada Tuhan

"Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian. Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." (Lukas 6:32-36). Lihatlah betapa indahnya Firman Tuhan ini yang mengingatkan kepada kita bahwa memang suatu kali Tuhan akan ijinkan kita bertemu dengan orang-orang yang "tidak tahu berterima kasih". Anda harus belajar untuk memahami dan menerimanya karena anda memang dibedakan dari orang-orang duniawi ini. Kita tidak mengejar pamrih dalam semua kebaikan yang kita buat karena kita memiliki pengharapan bahwa semua jerih payah kita akan beroleh upah langsung dari Bapa kita yang ada di sorga. Menyadari akan hal ini akan membuat anda kuat menghadapi balasan dan perlakuan yang mengecewakan dari orang-orang yang anda anggap tidak tahu berterima kasih. Menang dalam kesadaran akan perkara ini akan membuat anda menjadi pribadi yang murah hati dihadapan Tuhan dan manusia.

Ø  Pencobaan adalah cara Tuhan untuk memurnikan hidup kita

Apabila anda dan keluarga sedang masuk dalam pencobaan maka syukurilah. Ada banyak pelajaran yang bisa anda dapatkan lewat perkara-perkara yang mahal ini. Salah satu pertanyaan yang anda tanyakan ini merupakan pelajaran yang sangat berharga agar anda tidak memandang kepada manusia melebihi Tuhan. Jangan berharap pertolongan manusia. Jangan sandarkan hidup anda kepada balas budi manusia. Berhenti untuk memiliki hati yang seperti ini karena anda membuka pintu celah untuk dikecewakan. Ingatlah akan pesan langsung dari Tuhan Yesus, "Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja." (Markus 10:18). Jadi tabiat dasar manusia pada umumnya mudah lupa, lemah, egois dan lebih mengejar hal-hal yang menguntungkan bagi dirinya sendiri daripada berkorban buat orang lain. Manusia berubah apabila mereka dipenuhi Roh Allah dan mau taat - siap diremukkan, untuk dapat masuk kedalam proses pembentukan karakter Kristus.

Saya percaya bahwa Tuhan sedang mengajari anda untuk benar-benar bergantung kepada-Nya. Kekecewaan yang anda rasakan dari perlakuan orang-orang seiman itu tidak sebanding dengan pengertian dan berkat yang Tuhan sediakan bagi anda jauh kedepan. Pelajaran ini benar-benar dalam sehingga anda harus dapat menangkap maksud hati Tuhan, "Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya." (Amsal 2:7)

Anda akan segera tersadar untuk membuang semua kekecawaan hati anda begitu membaca Firman Tuhan berikut ini, " Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!  "Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu." (Yeremia 17:5, 1 Petrus 4:14)

Bila anda sedang dimurnikan maka ada masa-masa yang tidak menyenangkan tetapi nanti, ketika waktu-Nya telah tiba - semua proses pemurnian Allah telah anda lalui, semua dukacita akan berganti kegirangan seperti yang ada tertulis, "Aku akan menaruh yang sepertiga itu dalam api dan akan memurnikan mereka seperti orang memurnikan perak. Aku akan menguji mereka, seperti orang menguji emas. Mereka akan memanggil nama-Ku, dan Aku akan menjawab mereka. Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku, dan mereka akan menjawab: TUHAN adalah Allahku!" ( Zakharia 13:9) 

Ø  Kedewasaan anda terukur

Apakah anda percaya bahwa sampai hari ini Tuhan masih berbicara kepada umat-Nya? Tuhan yang hidup - Yesus Kristus yang kita sembah ini masih terus menyempurnakan mempelai-Nya. Saya percaya kepada satu pemahaman bahwa orang-orang yang siap menjadi mempelai adalah orang-orang yang sudah dewasa. Yang saya maksudkan orang-orang yang dewasa ini bukan hanya karena umur tetapi juga memiliki karakter, pemikiran dan tindakan yang penuh kesadaran akan tanggungjawab.

Setiap orang yang ingin ikut Yesus pasti akan diproses mencapai kesempurnaan kedewasaan sesuai dengan kapasitasnya masing-masing, sesuai dengan tuntunan Roh Kudus. Kasih merupakan ukuran yang terutama dalam mencapai tujuan akhir proses Tuhan. Anda tidak lulus bila anda menyimpan kekecewaan dan kepahitan. Sebab kasih adalah kemurnian hati untuk memberi sekalipun disakiti. Pencobaan yang Tuhan ijinkan terjadi seringkali merupakan filter untuk anda mencapai kemurnian kasih dalam hidup ini. Ketika anda dapat memandang Yesus yang mati diatas kayu salib melebihi semua ukuran maka saat itulah anda akan mencapai kesadaran dan kekuatan untuk bisa mencintai sesama dengan penuh kemerdekaan. Mencintai tanpa mencari alasan untuk membenarkan diri anda. Mencintai untuk bisa menerima kekurangan orang lain. Mencintai tanpa memperhitungkan benar salah dalam sebuah benturan yang terjadi. Anda menjadi pribadi Kristus yang tulus mengasihi.

Mencapai kemenangan ini tidaklah mudah, anda harus keluar dari tabiat dasar manusia lama anda. Kata yang tepat untuk kita dapat memahaminya dengan mudah adalah sangkal diri dan pikul salib.  "Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku." (Matius 16:24) 

Seringkali Tuhan berbicara keras untuk membentuk kita menjadi bejana yang siap menerima kemuliaan-Nya dengan cara yang tegas. Kita sering merasakan ketegasan Tuhan sebagai hal yang sangat keras dan menyakitkan. Tetapi setelah kita melewati semua proses, barulah kita dapat memahami karya Tuhan sungguh indah atas hidup kita. Jadi Tuhan juga dapat memakai orang-orang yang menurut kita "tidak tahu balas budi itu" sebagai makanan keras untuk membuat kita menjadi bertambah dewasa dalam menghadapi arus kehidupan ini, "Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat." ( Ibrani 5:14)

Semoga jawaban ini dapat membantu anda menemukan maksud Allah dibalik semua perasaan kecewa yang anda rasakan ini. Haleluyah.

SHEEP GATE
FAMILY

Copyright © 2011, SHEEP GATE MINISTRY