Indonesian English French German Greek Hebrew Italian Korean Spanish

Malaikat di Bahtera Keluarga

PDF

Anak sulung saya yang berusia 7 tahun, Albert, belum pernah ikut BK karena biasanya BK setiap hari Selasa malam di rumah Pak Hermanto & Ibu Lily sedangkan rabu paginya dia harus sekolah (masuk pagi), takut jadi susah bangun tidurnya. Tetapi minggu itu BK diganti menjadi hari Jumat tanggal 20 Mei 2011 karena ada acara penyerahan dari koordinator pak Sammy dan ibu Lizabeth kepada pak Hermanto & ibu Lily, dan dari ketua BK pak Hermanto & ibu Lily kepada ibu Lisa.

Setiap hari Jumat malam saya mengikuti komsel di dalam komplek rumah saya di Duta Garden, dan Albert boleh ikut karena dua alasan :

1. Hari Sabtu tidak sekolah,

2. Beberapa anggota komsel yang lain juga mengajak anaknya sehingga ada teman, bisa main  bersama, dan anak-anak kami memang sudah lama saling mengenal. Berhubung bentrok dengan BK yang hari ini ada acara "penting" maka saya putuskan untuk hadir di BK dan saya sms mengabarkan kepada ketua komsel bahwa hari ini saya tidak hadir. Albert yang biasanya tiap Jumat boleh ikut komsel pun meminta, untuk ikut ke BK, meskipun saya jelaskan bahwa ini komsel yang lain tapi dia tetap mau ikut, akhirnya saya pun mengajaknya. 

Dalam penyembahan, Albert yang tadinya duduk di atas sofa mungkin merasa bosan sehingga berubah posisi menajdi tidur/tiduran di sofa menengadah ke atas. Sedangkan kami semua duduk di lantai. Doa, pujian dan penyembahan pun mengalir. Ketika acara masuk dalam Firman Tuhan, Dylan dan Nicole(anak pak Hermanto & ibu Lily) sudah pulang les, sehingga Albert beserta Matthew dan Shinju (anak pak Denny & ibu Lini) diajak main di kamar. Acara BK terus berlanjut, serah terima dan pengurapan, hingga perjamuan kasih alias makan-makan. Setelah usai, satu persatu dari kami berpamitan. 

Di Motor dalam perjalanan pulang, Albert berkata bahwa tadi ketika orang-orang menyanyi meyembah Tuhan dia melihat malaikat terbang di dekat kipas. Di langit-langit ruang tamu pak Hermanto ada kipas angin yang tengahnya sekaligus lampu hias. Malaikatnya terbang dekat kipas itu, badannya lebih besar daripada mama tapi kalau om Djohan hampir sama tingginya cuma malaikat itu lebih kurus. Bajunya jubah berwarna biru tua, punya sepasang sayap putih yang lebar, rambutnya panjang berwarna coklat keemasan. Dari kepala, badan, baju dan tangannya keluar cahaya kuning berkilauan. Saya bertanya, "malaikatnya ngomong apa?" dan Albert menjawab bahwa malaikat itu tidak mengatakan apa-apa, cuma diam dengan wajah tersenyum. Saya tanya lagi, "terus malaikatnya ngapain? terbang disitu terus, atau pergi keluar, atau turun?". Dijawabnya, "Malaikatnya bisa tembus, jadi dia di atas lama-lama terus menghilang, kan rumahnya om itu ada lantai dua, jadi malaikatnya ke lantai atas terus dia pasti kembali ke Surga".

Saya banyak berhadapan dengan anak-anak. Mereka polos, karena itulah Yesus berkata ".......jika kamu tidak bertobat dan menajadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan Surga". (Matius 18:3). Tetapi disisi lain mereka suka diperhatikan sampai kadang-kadang mengatakan bualan. Atau mungkin bukan bualan, tetapi pengaruh dari imajinasi yang terlalu kuat, sampai ia tidak bisa membedakan apakah itu kenyataan atau khayalannya.

Sebagian dari pikiran saya mempercayai bahwa anak yang diberi penglihatan Illahi adalah anak yang taat, manis, senang berdoa dan meyembah sejak kecil. Sedangkan Albert termasuk anak yang ngambekan, tidak sering menyembah, dan masih banyak harus dibentuk dalam ketaatan. Demikian saya menajdi ragu, mungkinkah anak ini mendapat penglihatan surgawi?

Tapi suatu hal yang saya tahu, imajinasi Albert biasanya bukan hal-hal yang seperti ini melainkan dengan hal-hal yang berhubungan dengan rancangan mesin, entah itu mesin penggali bawah tanah, mesin pembuat es krim, pabrik sirup yang pengemasan botolnya bisa disegel ototmatis, dan berbagai jenis mesin lainnya. Minatnya sangat besar kepada hal-hal yang berbau mekanik, didukung tanyangan "laptop si Unyil", film : Meet the Robinsons", buku-buku yang saya belikan, dan media lainnya. Lagipula diatas semua kekurangan dan kekanak-kanakannya, dia punya hati yang rindu ingin mengasihi Tuhan Yesus. Haleluya...

 

Tangerang, 21 Mei 2011

Ibu Dessy

SHEEP GATE
FAMILY

Copyright © 2011, SHEEP GATE MINISTRY