Indonesian English French German Greek Hebrew Italian Korean Spanish

Emasmu itu sampah di Surga

PDF

Seorang hamba Tuhan yang dipakai cukup sukses telah berinteraksi dengan Tuhan. Kenangan masa lalunya sebagai pengusaha sebelum melayani sepenuh hidup, membuat dia meminta kepada Tuhan. Anda akan mengerti bahwa permintaan kita kepada Tuhan mencerminkan tujuan hidup kita.

“Tuhan Yesus, aku telah mendengar bahwa bila orang-orang mati maka mereka tidak boleh membawa apapun juga masuk ke sorga-Mu.” Pernyataan ini disampaikan hamba Tuhan itu ketika beroleh kasih karunia berjumpa pribadi dengan Tuhan. Senyum manis Tuhan yang penuh kesabaran menyatakan suara yang lembut, “Apakah yang hendak engkau minta, anak-Ku? Sorga-Ku penuh dengan emas bahkan semua orang penuh sukacita.”

“Tuhan, nanti kalau aku mati, aku mau bawa emas ke sorga. Bolehkah Tuhan, aku bawa hanya lima kilogram (5 kg) saja. Tuhan ini untuk kenang-kenangan bahwa dulu sebelum aku melayani Engkau, aku telah menyimpan emas ini dari hasil keringatku” permintaan tulus dari hamba Tuhan ini. Seraya menatap Yesus tersenyum maka hamba Tuhan ini terjaga. Ternyata dia sedang bermimpi.

Tidak berapa lama kemudian hamba Tuhan ini pun meninggal dunia. Saat memasuki gerbang sorga, para malaikat berkat, “Setiap benda-benda duniawi tidak boleh masuk ke dalam sorga kudus Bapa.” Maka hamba Tuhan ini pun membuat keributan di depan pintu sorga. Dari dalam terdengar suara yang agung, “Hai malaikat, biarkanlah hal itu terjadi supaya mereka belajar untuk percaya kepada perkataan-Ku. Ijinkan dia masuk dan membawa keinginannya”

Masuklah hamba Tuhan ini ke dalam sorga. Seluruh lantainya bersinar terang  karena lantainya terbuat dari emas murni seperti yang ada tertulis, “ Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening.” (Wahyu 21:21). Saat hamba Tuhan ini menatap semua itu, teringatlah dia akan cerita Bu Beng Bok Su ( Pendeta Tanpa Nama ) ketika kesaksian naik ke sorga. Semua kesaksian itu ternyata benar.

Masih memegang lima kilogram emas dunia yang memiliki kemurnian 22 karat itu, hamba Tuhan ini terbengong-bengong melihat orang-orang hidup seperti malaikat. Mereka hidup dalam kemerdekaan dan sukacita yang besar. Saat dia memegang emas itu dia tidak menyadari keadaan hidupnya. Tetapi melihat banyak orang yang mengenakan tubuh kemuliaan, hamba Tuhan ini baru menyadari bahwa dia memiliki keadaan yang sama. Perbedaannya dia mengendong beban sedangkan orang-orang itu penuh kebebasan sorga.

Setelah melirik kesana kemari, lalu hamba Tuhan ini pun meletakkan lima kilogram emas itu di lantai sorga. Kelegaan memancar di wajahnya. Ketika hendak memasuki sukacita sorga, tiba-tiba seorang malaikat mendatangi hamba Tuhan ini seraya berkata, “jangan buang sampah sembarangan!”

Hamba Tuhan ini, “……..ppppppzzzzttttttt???????????”

 

Ingatlah akan pesan Tuhan berikut ini:

“Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaanJanganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.” (2 Korintus 3:17,    Ibrani 13:5,  Matius 6:20)

 

Cerita ini hanyalah mimpi-mimpi belaka

Bila ada kesamaan nama dan cerita mungkin saja karena

Kita sama-sama ciptaan Tuhan.

Berbahagialah orang yang mau belajar untuk dikoreksi

Sebab keledai, batu dan mimpi  dapat dipakai Allah untuk menyatakan peringatan-Nya. Amin

SHEEP GATE
FAMILY

Copyright © 2011, SHEEP GATE MINISTRY