Indonesian English French German Greek Hebrew Italian Korean Spanish

Team Pembuka Jalan Tuhan Bagi Kemuliaan

PDF

Dalam sebuah perjalanan pelayanan KKR di area Kalimantan, Bu Beng Bok Su membawa serta beberapa pria Allah yang luar biasa untuk belajar. Beliau memahami apa yang Tuhan kehendaki bahwa untuk belajar mengenal Tuhan akan mengalami percepatan lewat impartasi hidup bergaul dan melayani-Nya dengan hidup bersama beberapa waktu. Paulus telah kerapkali menyatakan hal ini lewat mentoring yang efektif kepada Timotius, Efraproditus dan beberapa tokoh-tokoh rohani pada era gereja mula-mula.

Beberapa kali pelayanan, Bu Beng Bok Su dibisiki Roh Kudus untuk segera menbangunkan pria-pria tersebut untuk konsentrasi pada tugas yang dipercayakan Tuhan. Seringkali mereka terbuai oleh hadirat Tuhan yang dahsyat sehingga mereka benar-benar tenggelam dengan seluruh kepenuhan Roh Kudus yang luar biasa. Mereka terbuai menikmati indahnya hadirat Allah, tanpa sadar melupakan tugas utama mereka ( sebab team pelayanan ini memikul tanggung jawab dan tugas yang sangat indah dari Tuhan, inilah bentuk pemuridan yang sempurna untuk calon seorang hamba Tuhan).

Bu Beng Bok Su ( Pendeta tanpa nama ) seringkali tersenyum penuh kekaguman kepada Tuhan melihat jerih payah mereka yang rindu mengenal Tuhan ini. Tidak ada lagi orang kaya, semua orang menyatu dalam belas kasih melayani. Semua orang melepaskan segala kepunyaannya, bersatu untuk berbagi tanpa berhitung-hitung siapa yang harus membayar dan semua satu dalam Roh Kudus.

Anda mungkin akan bertanya, “Kok Bu Beng Bok Su mau ya?” Anda pasti telah mendengar ada banyak hamba yang melayani dengan maksud-maksud yang kurang terpuji. Anda pasti salah bergaul karena Tuhan mencintai setiap hati yang bertaburan kasih dan sukacita. Ujilah kepada siapa anda bergaul akan mempengaruhi cara berpikir dan kekuatan hidup Roh yang ada di dalam diri anda.

Pelayanan yang Tuhan percayakan kepada Bu Beng Bok Su semakin besar dan meluas. Sekarang telah menjangkau area protestan, Toraja dengan berbagai suku, kota, pulau dan bangsa-bangsa lain. Anda akan disadarkan oleh apa yang diajarkan Roh Kudus kepada beliau bahwa semua itu telah diterima dengan Cuma-Cuma maka haruslah melayani dengan ketulusan yang murni. Beliau tetap mencari kehendak Tuhan sebelum menyatakan “iya” atas sebuah undangan pelayanan. Beliau belum dan semoga tidak akan pernah membatalkan suatu pelayanan dengan maksud/alasan apapun juga.

Efektifnya sebuah pelayanan selalu di mulai dari kehendak Tuhan. Ada banyak kekeliruan terjadi di mimbar Tuhan karena orang-orang lebih mengejar jam tayang dan upah daripada mencari pimpinan Roh Kudus. Semua pelayanan yang Tuhan kehendaki, Bu Beng Bok Su menyatakan dirinya penuh sukacita. Selain melihat kebangunan rohani atas kehidupan orang-orang percaya yang dilayani, beliau juga menyatakan sukacita dan kekaguman kepada Tuhan karena beliau dipercayakan mempersiapkan generasi hamba-hamba Tuhan untuk pelayanan jauh kedepan. “ Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.  Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu,  yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang  sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.” (Kolose 1 : 24-26)

Beh...beh...Suara dengkuran itu begitu keras membuat Bu Beng Bok Su benar-benar terjaga. Semakin lama suaranya semakin keras, lalu Bu Beng Bok Su berpaling dan melihat. Mereka yaitu pria-pria Allah yang sedang mengalami mentoring Kristus ini sedang tertidur dengan keadaan mengorok hebat. Bu Beng Bok Su mengangguk-angguk penuh pengertian, “Mungkin beginilah keadaan bagi orang-orang yang membuka jalan Tuhan. Mereka kecapean sesuai dengan kelemahan pada tubuh lahiriah tetapi manusia rohaniah mereka penuh kekuatan. Tuhan sungguh Guru yang hebat.”

Apakah pelayanan membuka jalan Tuhan bagi gerakan kemuliaan Tuhan ini begitu besarnya dibebankan di pundak generasi ini? Mengapakah orang-orang yang gagah perkasa pada generasi ini belum mendengar, menyatakan ketaatan hati mereka untuk mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan yang mulia ini. Hanya mereka yang murni, mengenal panggilan Allah dan mau membayar harga akan melihat kemuliaan Bapa. Kelelahan tidaklah berarti bagi hati mereka yang siap mengabdikan hidupnya bagi Tuhan. Semoga setiap tetes keringat, air mata, doa-doa dan semua persembahan yang mereka telah berikan ini diperhitungkan Tuhan sebagai kebenaran yang mempercepat kegerakan Revival terjadi bagi gereja-gereja Tuhan di Indonesia. Amin

SHEEP GATE
FAMILY

Copyright © 2011, SHEEP GATE MINISTRY