Indonesian English French German Greek Hebrew Italian Korean Spanish

Takutkah Anda Pada Kematian

PDF

Takutkah Anda Pada Kematian???

Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu  ( Wahyu 20:12 )
Yesus menggambarkan kematianyang tidak sesuai kehendak Bapa menuju kesebuah “tempat yang penuh ratap dan kertak gigi”( Baca Lukas 13:22- 30 )

Tidak ada sedikitpun maksud saya untuk menakut-nakuti anda tetapi apa yang tertulis di artikel ini adalah sebuah wawasan yang datang dari hubungan pribadi saya dengan Tuhan ketika Tuhan menjawab banyak pertanyaan saya saat melihat kematian ada didekat orang-orang yang akan mengalaminya. Mengapa?...temukan jawaban-Nya…

Khawatir dan takut akan kematian juga merupakan sebuah penyakitpsikis  atau penyakit krisis iman yang menandakan hidup seseorang yang tidak sempurna akan kasih di dalam hidupnya.

Saya memiliki seorang nenek yang sangat saya kasihi. Kenangan masa kecil setiap kali dia datang rumah kami yang ada di kota kecil propinsi Babel untuk waktu-waktu tertentu maka saya selalu menanti-nantikannya karena selain hadiah yang sering dibawanya tetapi adalah sebuah perjumpaan yang selalu membawa kami  duduk sampai jauh malam untuk  makan “cacing laut goreng” pada waktu itu. Makanan ‘wawa’ ini dan kenangan ini telah lama terkubur tetapi sekarang… mengalirkan air mata…ketika menuliskannya kembali.

Kepergian nenek saya adalah selisih beberapa hari menjelang seorang wanita masuk kedalam hidup saya. Wanita yang sekarang menjadi istri saya! Allah sangat mengerti dan pada tahapan ini, saya menyadari betapa Allah terkadang melakukan hal-hal yang sangat terencana untuk orang-orang yang dikasihi-Nya. Allah menjaga hidup anda bahkan tidak dibiarkannya hidup anda bersedih. Allah telah mengirimkan sebuah pengganti yang sempurna untuk menghibur hidup anda dan menjauhkan perasaan sedih anda akibat “sebuah kehilangan”.

Suatu malam dibulan Maret tahun 1999 kami mendapat kabar bahwa nenek saya masuk ke rumah sakit Sunter. Waktu itu saya belum lama menerima panggilan Allah dan masih tinggal dirumah kontrakan orang tua saya disebuah rumah yang sangat sederhana didaerah Sunter. Saya berdoa untuk ini meskipun nenek saya belum mengenal Tuhan tetapi sayapun memiliki keterbatasan untuk pemberitaan Firman Allah dikalangan keluarga saat itu. Doa adalah satu-satunya nafas dan penghiburan yang bisa saya dapatkan saat itu.

Jarak rumah dengan rumah sakit tidak terlalu jauh dan saya berjalan sendiri malam itu sekitar pukul 21.00 WIB. Roh Kudus adalah satu-satunya sahabat yang setia dikala saya menerima panggilan Yesus didalam hidup saya. Sepanjang jalan itu kami berbicara lalu tiba-tiba Roh Kudus berdiam dan saya dengan mata terbuka melihat sebuah penglihatan bahwa nenek saya dengan menggenakan sebuah jubah putih terus naik kearah langit sambil tersenyum kepada saya. Maka malam itu sepanjang perjalanan itu adalah perjalanan yang penuh dengan air mata.

Saat saya sampai dirumah sakit saya menjumpai mama saya dan beberapa keluarga yang tidak berdaya karena larangan para suster untuk tidak masuk kedalam ruangan ICU. Mereka hanya menunggu dan tidak berjumpa dengan nenek saya bahkan sampai nafas terakhirnya. Oleh pimpinan Roh Kudus sekalipun semua keluarga telah memberitahukan kepada saya bahwa  semua tidak diijinkan masuk ke dalam ruangan ICU, saya berjalan sendiri dan kemudian meraih sebuah seragam rumah sakit yang berwarna hijau. Entah bagaimana menuliskan situasinya karena saat saya melangkah masuk keruangan ICU sepertinya Tuhan membuat seisi ruangan itu kosong.

Saya menatap wajah nenek saya yang seperti tertidur dengan gerakan nafas pada dadanya yang turun naik. Saya berdoa dalam Roh agar nenek saya beroleh  keselamatan dalam Yesus sebagai juru selamatnya.Beberapa waktu kemudian nenek saya seperti orang tersadar membuka matanya. Dia tersenyum…senyumannya sangat manis. Saya belum pernah melihat nenek saya tersenyum seperti itu seumur hidup saya, lalu saya meraih tangannya  tanpa ada sepatah katapun.

Ternyata perjumpaan itu adalah perjumpaan terakhir saya dengan nenek saya karena menjelang jam 2 pagi nenek saya sudah tidak ada. Saya adalah orang satu-satunya yang menjumpainya menjelang dia dijemput kematian. Gemuruh tangisan keluarga meledak tetapi tidak ada seorang pun yang berlari masuk keruangan ICU. Saya kembali masuk kesana dan  dengan keberanian yang dari Allah menyingkapkan kain penutup rumah sakit itu.Saya jumpai wajah nenek saya seperti orang yang sedang tertidur. Gambaran ekspresi wajahnya terkesan kematian itu begitu menyenangkan dan dijalaninya seperti orang yang sedang tidur.

Itulah kematian pertama yang saya lihat sejak saya berjumpa kembali dengan Tuhan Yesus. Nenek saya belum terima Yesus sebagai juru selamat tetapi akankah seorang Yesus memberikan kasih karunia-Nya kepada seorang wanita tua hanya karena doa seorang cucunya disaat akhir yang menentukan itu? Saya tidak tahu jawaban-Nya tetapi saya percaya nenek saya naik menuju kesuatu tempat diatas sana menuju kepada kasih karunia Allah yang telah memanggil cucunya ini dan menggenapi Firman  Tuhan, “Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."  ( Kisah 16:31 )

Sejak itu Allah membawa saya melihat berbagai kematian. Beberapa diantaranya Allah mempercayakan saya untuk melayani mereka. Tahukah anda bahwa kekuatan dan kegagahan masa muda manusia terkadang lisut seperti tanaman yang layu ketika menghadapi kematian? Orang yang segagah apapun kalau diperhadapkan kepada kematian sangat sulit kita menafsirnya dan memberikan kriteria bahwa mereka akan menghadapinya dengan tabah. Semua adalah misteri kehidupan yang jawabannya hanya akan kita peroleh ketika Roh Tuhan yang menyingkapkannya.

Beberapa waktu yang lalu saya diminta oleh sepasang suami istri yang sekarang berhimpun di komunitas Sheep Gate untuk melayani temannya yang sudah dalam keadaan koma diruangan ICU  Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk. Bersama istri saya berangkatlah kami berempat seusai doa penggerja malam itu sekitar jam 22.00 WIB.

Saat kami melangkah masuk kedalam rumah sakit maka Roh Kudus menyingkapkan kepada saya penglihatan arwah-arwah yang begitu banyak diruangan bawah rumah sakit itu. Bersamaan penglihatan itu pengurapan Allah turun dengan hebatnya menyelimuti tubuh saya seperti sebuah selimut yang hangat. Kami berjumpa dengan istri orang yang sedang koma ini dan seorang adik perempuannya yang sedang menunggu. Dua wanita ini dengan ekspresi yang sangat mencolok menghadapi perkara ini. Sekilas diperjalanan tadi kami dengar ceritanya bahwa lelaki ini terkapar di toilet saat sedang mengikuti sebuah pertemuan tentang saham/valas.

Setelah berkali kali meminta izin akhirnya petugas keamanan  mengijinkan kami suami istri dan istri pasien yang koma tersebut masuk keruangan ICU. Saat saya berdoa didepan pria Kristen yang sedang koma itu, saya melihat dan mendengar Roh Kudus hanya menunjukkan sebuah kata 5 atau 6 hari saja. Diruangan tunggu sebelum pulang kami pun berdoa bersama-sama sebelum berpisah.

Allah bicara sesuatu yang saya sangat tidak mengerti! Mungkin anda juga akan merasakannya! Ketika istri saya sedang mendoakan wanita ( istri dari pria yang sedang koma itu ) Roh Kudus dengan jelas sekali menunjukkan kepada saya sebuah penglihatan, wanita ini sedang menggenakan kain kabung dan menangis. Tetapi sesuatu penglihatan yang berbeda juga Roh Kudus nyatakan ketika mendoakan adik perempuannya, saya melihat wanita ini menggenakan pakaian pesta dan menari-nari.

Sesuatu yang bertolak-tolakan dan akhirnya saya mengerti bahwa Tuhan melihat jauh kedalaman hati. Adik perempuannya ini memiliki kasih yang sangat besar dihadapan Allah dan Allah menghargainya. Roh Kudus kemudian berkata kepada saya agar mereka mengadakan doa merendahkan diri dihadapan Tuhan terutama adik perempuannya ini. Sekalipun dokter sudah angkat tangan tapi percaya kepada Allah adalah sesuatu yang sempurna dan akan mengerjakan sesuatu yang mustahil dalam kehidupan ini.

Mereka mentaati apa yang dipesan oleh Roh Kudus maka selang beberapa hari saja pria ini tersadar kembali dari komanya. Istrinya mengajaknya pulang ke rumah tetapi pria ini tidak mau. Saya tidak tahu cerita kelanjutannya apa yang mereka lakukan saat pria ini tersadar tetapi pada saat masuk hari yang kelima pria yang bangun dari komanya ini berbicara kepada keluarganya bahwa dia melihat banyak arwah-arwah tetapi ada BAPA KEMULIAAN juga ada disana. Tepat pada hari keenam pria ini benar-benar pulang kepangkuan Bapa Surgawi.

Didunia ini segala hal mungkin ada obatnya tetapi orang tidak bisa mengobati kematian yang akan menjemput pada waktu-Nya. Siapakah yang dapat melawan sebuah panggilan kematian ketika waktu-Nya tiba??? Tetapi belajar untuk mengambil sebuah kebaikan dari pengalaman hidup yang ada dan yang akan terus terjadi secara berulang didalam kehidupan ini sangatlah penting.

Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa pada saat kematian yang akan kita alami maka perbuatan semasa hidup kita ikut serta didalamnya. Artinya setiap orang akan menghadap tahta penghakiman Kristus untuk setiap perbuatan yang telah dilakukannya. Berbahagialah orang-orang yang kedapatan hidup berkenan dihadapan Allah karena rumah mereka ada di Surga ( Yohanes 14 ). Jagalah hidup anda! jagalah perbuatan hidup anda! Bertekunlah didalam doa karena pengharapan hidupmu akan semakin kuat sejalan usia doamu. Jalanilah hidupmu dengan Firman Allah dan ijinkan Roh Kudus yang menegur, mengajar, menuntun dan membentuk  hidupmu bahkan keluargamu.

Sebuah pengalaman pelayanan yang saya alami adalah ketika orang-orang yang mengenal Tuhan Yesus menghadapi kematian maka yang menjemput mereka adalah Tuhan Yesus sendiri. Tetapi bila orang-orang yang memiliki perbuatan hidup yang jahat dan belum bertobat pada waktu menghadapi kematian justru mengalami peperangan dan perebutan antara arwah-arwah ( pihak setan ) dengan pihak Surga. Orang-orang yang percaya kepada Allah akan menjagai hidupnya selaras Firman Allah dan akan terus mengalami proses penyempurnaan hidupnya didalam  takut akan Tuhan dari hari ke hari. Kesempurnaan yang hanya akan diperoleh dengan pertolongan Roh Kudus. Amin

SHEEP GATE
FAMILY

Copyright © 2011, SHEEP GATE MINISTRY