Indonesian English French German Greek Hebrew Italian Korean Spanish

Namaku Haruslah Sepadan Hidupku

PDF

NAMAKU HARUSLAH SEPADAN HIDUPKU

Saya tidak memahami makna kehidupan bila Tuhan tidak menunjukkannya kepada saya. Anda juga mungkin akan berpikir yang sama, untuk apa? Pertanyaan yang sering terabaikan bahkan seringkali kita pakai untuk menyatakan ketidaktahuan kita. Tuhan selalu menyatakan sebuah masa depan ada ditangan-Nya. Bila kita ingin meraih masa depan maka kita harus meletakan hidup kita ditangan-Nya.

Saya telah diminta untuk melayani seorang wanita yang menderita sakit kanker rahim. Sepuluh bulan adalah waktu yang cukup lama bagi wanita ini didera penyakit kanker yang sedikit demi sedikit menggerogoti hidupnya. Tubuhnya mulai menyusut kurus, kepalanya terpaksa dicukur karena borok-borok yang muncul pada kulitnya mulai membusuk dan semua kesadaran lambat laum mulai memudar. Suatu penyakit yang sangat memilukan hati bagi orang-orang yang mengalaminya. Kecantikan akan sirna dalam sekejab berganti seorang pribadi yang teramat sangat dikasihani.

Perlahan-lahan kami dapat mendengar cerita masa lalu wanita penderita kanker ini. Usianya belum mencapai 50 ( lima puluh ) tahun tetapi penderitaan hidup mulai menggerogoti masa depannya. Semua berawal dari orang tua kami yang tidak mengenal Tuhan. Pergaulan semasa sekolah membuatnya kehilangan iman. Menentukan pilihan hidup pun pada akhirnya salah jalan. Kenangan masa kecil yang penuh dengan lagu-lagu sekolah minggu telah pupus karena pergaulan dan pilihan hidup yang keliru. Pandangan orang tua kami bahwa manusia dengan agama apapun sama, membuka pintu kehidupan yang lain dan berbuah dengan penderitaan. Kasihan cici saya. Demikian gelengan kepala wanita yang bercerita ini, sekali-sekali dengan helaan nafas yang berat ini.

Saya percaya anda dapat membayangkan sesuatu yang terjadi ini sangatlah menghimpit perasaan orang yang bercerita ini. Perasaan yang pilu dirasakan orang-orang yang mencintai wanita kanker ini. Cerita nyata ini merupakan pesan bagi kita semua agar berhati-hati untuk menentukan pasangan hidup, pesan bagi anak-anak muda agar mencari kehendak Tuhan lebih utama, untuk dapat mencapai impian pasangan hidupnya selaras kebahagian. Cinta dibutuhkan tetapi kehendak Tuhan lebih utama. Siapa yang menginginkan Tuhan pasti akan beroleh buah kehidupan yang lebat dengan tebaran kasih disepanjang hidupnya.

Kami telah sampai di rumah sakit daerah Jakarta Selatan itu. Saya bersama istri, seorang wanita penggerja dan wanita yang merupakan adik dari penderita kanker ini memasuki aula rumah sakit itu. Menunggun selama 15 (lima belas menit ) lalu pintu bagi pengunjung pun dibukakan. Kami melangkah memasuki sebuah ruangan tempat wanita penderita kanker ini menginap. Saat masuk dan menjumpainya, saya terpana…istri saya menatap kepada saya dengan perasaan yang saya kenali bahwa istri saya juga mencapai perasaan hati yang iba. Mengapa?

Saya akan bercerita lebih detail tetapi saya teringat kepada sebuah papan putih kecil yang tergantung pada ranjang sakit itu bertuliskan sebuah nama – nama kebanyakan orang Kristen. Nama itu begitu indah lalu kata istri saya sebuah gumam keluar dari mulut saya, “indah namamu tak sepadan hidupmu.” Inilah yang seringkali kita lupakan bahwa sejak keluar dari kandungan setiap kita telah dimateraikan sebuah nama. Nama yang dimimpikan banyak orang tua supaya anak-anaknya bisa hidup mencapai kesepadanan nama itu didalam hidupnya.

Bersyukur kepada Tuhan karena kedua anak kami, nama mereka diberikan langsung oleh Tuhan. Kami beroleh pengertian Roh Kudus bahwa Tuhan menghendaki nama itu supaya kemuliaan yang terkandung dibalik hidup anak-anak kami bisa menyukakan hati Tuhan. Sungguh luar biasa nama yang diberikan oleh Tuhan mengandung makna kemuliaan yang tersembunyi dan akan berbuah kesukaan bagi-Nya. Hidup kita selaras dan sejalan dengan nama yang telah diberikan-Nya.

Perhatikan apa yang telah terjadi dengan cerita berikut ini: “Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub. Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.  Bertanyalah Yakub: "Katakanlah juga namamu." Tetapi sahutnya: "Mengapa engkau menanyakan namaku?" Lalu diberkatinyalah Yakub di situ. Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!  Pujilah TUHAN, sebab TUHAN itu baik, bermazmurlah bagi nama-Nya, sebab nama itu indah! (Kejadian 32 : 27,  Mazmur 135:3) 

Kita diberikan pesan secara mendalam bahwa nama berkat yang diberikan Tuhan kepada Yakub sungguh mengubah haluan masa depan sebuah bangsa. Nama itu mencerminkan pujian kepada Tuhan. Nama itu mengandung kemuliaan Tuhan sepanjang masa. Nama itu menghendaki generasi penerus yang mengenal Tuhan sebagai warisan terbesar sepanjang masa. Kesepadanan hidup yang selaras dengan nama merupakan keindahan hidup yang dikehendaki Tuhan.

Saya teringat cerita pada Hakim-hakim 13:18, “Tetapi jawab malaikat TUHAN itu kepadanya: "Mengapa engkau juga menanyakan nama-Ku? Bukankah nama itu ajaib?". Kitab suci menyatakan bahwa nama yang diberikan Tuhan kepada kita mengandung misteri kehidupan yang penuh kemuliaan. Nama Tuhan sendiri dikatakan oleh malaikat Tuhan sebagai Nama yang ajaib. Saya telah melihat banyak perkara ajaib lewat pelayanan bahwa Nama Yesus membuat semua perkara itu terjadi. Setan-setan takluk, sakit penyakit lenyap dan berbagai mujizat terjadi oleh karena Nama Yesus disebut. Tidak ada nama apapun dibawah kolong langit ini melebihi Nama Tuhan – Nama Yesus yang sungguh terbukti, “ Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesusbertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa! Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lainyang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."  (Filipi 2:8-11, Kisah 4:12) 

Saya bertanya-tanya kepada Tuhan, mengapa hal yang memilukan ini terjadi? Wajahnya mencerminkan seorang wanita yang cantik pada masa mudanya. Ketika kakinya disingkapkan, sekalipun kaki-kaki itu bengkak sebagai akibat ginjal yang rusak, tidak dapat menutupi bahwa wanita kanker ini memiliki kulit tubuh yang putih mulus. Kecantikannya masih memancar sekalipun tubuh itu hanya tulang yang dibungkus kulit saking kurusnya. Wajah dengan kepala yang botak dengan berbagai borok pada batok kepalanya menciptakan pemandangan yang sangat memiriskan hati.

Sebuah suara yang sangat halus berkata,”Nak, bacakan kitab Yohanes pada pasa ke 14.” Lalu saya berkata kepada wanita kanker itu untuk memejamkan matanya, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.  Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.  Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ. Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami. Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.” ( Yohanes 14:1-10)

Selesai saya membacakan kitab suci yang dipesankan Roh Kudus ini, kembali Tuhan menggerakan saya untuk menumpangkan tangan. Doa pengampunan dimanifestasikan Roh Kudus dna menyadarkan kepada saya bahwa beberapa kalimat yang terucap sepertinya ratapan dihadapan Bapa Sorgawi untuk keselamatan jiwa wanita penderita kanker ini. Saya kerap kali berkata kepada keluarga besar Sheep Gate bahwa kehendak Tuhan selalu saya junjung dalam pelayanan orang sakit. Semua mujizat yang terjadi, baik yang sakit parah sembuh lagi ( akses www.sheeepgateministry.com untuk melihat banyak mujizat Yesus) ataupun yang harus saya hantar pulang, semua sesuai kehendak Tuhan.

Bau busuk menyengat hidung saya! Saya tidak bercerita kepada istri ataupun mereka yang ikut serta dalam pelayanan ini. Saya mencoba untuk menghilangkan bau itu tetapi bau itu seperti bebauan daging yang telah membusuk. Saya menangkap bahwa pesan-pesan Tuhan sungguh nyata adalah kehendak-Nya untuk wanita penderita kanker ini pulang kerumah Bapa.

Dalam perjalanan pulang saya sempat memberikan persembahan kasih kepada seorang suster yang begitu setia menemani tuannya ini. Lalu berkata kepada keluarga dari wanita penderita kanker ini bahwa kakakmu akan pulang dengan dadakan. Siapakah yang mengerti akan jalan kehidupan selain Tuhan sendiri dan Roh Kudus-Nya yang dapat menyatakan rahasia hati Bapa yang ada di sorga. Lalu dengan tiba-tiba saya disuruh bertanya kepada keluarga dari wanita penderita kanker itu, “untuk apakah kalian menghendaki kesembuhan? Manakah yang lebih baik, sembuh tetapi kita tidak tahu apa yang dia buat kemudian ataukah saat ini dia berbalik kepada Bapa dan dijemput masuk kedalam Kerajaan Sorga?”

Jawaban dari wanita ini sungguh mencerminkan kerelaan, “Pak, kami tidak mengharapkan kesembuhan tetapi kami merasa kasihan kepadanya yang telah 10 (sepuluh bulan) menderita sakit kanker ini tanpa ada perhatian kasih sayang. Kesakitan yang dia alami ini sekiranya Tuhan dapat memberikan jalan keluar yang terbaik buatnya, kami sudah rela.”

Saya telah melihat penampakan penguasa-penguasa dengan berbagai tulisan timur tengah, saat mendoakan wanita penderita kanker itu. Perebutan jiwanya seakan-akan terjadi pertempuran hebat antara pihak kerajaan sorga dengan para penguasa tersebut. Roh Kudus menaruh dikedalaman batin saya bahwa dijemput pulang oleh Yesus adalah keputusan yang paling sempurna. Oleh dorongan inilah saya bertanya kepada saudaranya yang meminta pelayanan kami siang hari itu.

Siapakah yang dapat menyangka bahwa dialog itu sebenarnya adalah kehendak Tuhan yang mengandung keputusan-Nya yang sempurna. Tepat sehari sesudah pelayanan saya itu, tepat jam 15.30 Wib wanita penderita kanker itu benar-benar telah dijemput Bapa. Keluarganya mengirimkan kabar dengan kerelaan hati yang mendalam. Mereka bersedih tetapi hati mereka bersyukur karena dapat menangkap kehendak Tuhan Yesus yang mulia atas saudara mereka yang didera sakit itu. Tuhan sungguh dahsyat dan adil dalam setiap keputusan-Nya. Sepuluh bulan penderitaan itu dalam satu hari Tuhan telah membebaskannya – kemerdekaan dari semua penderitaan badaniah - untuk masuk kedalam kerajaan sorga-Nya.

Tulisan ini sebagai kenangan bagi almarhum dan keluarga besarnya yang begitu beriman kepada Kristus. Perjuangan yang kalian berikan tidaklah sia-sia sekalipun diakhir hayat pintu keselamatan Yesus masih terbuka baginya. Haleluyah.

Tulisan ini sebagai peringatan bagi kita semua terutama generasi muda bahwa dalam mengambil keputusan hidup yang berkaitan dengan cinta agar mencari kehendak Yesus diatas semua keinginan dan dan daya tarik yang ditawarkan dunia.

 

Terima kasih kepada Yesus Tuhan yang telah berbelaskasih buat anak-anak-Nya.

 

Salam dan doa,

Blessed Sheep Gate Family

www.sheepgateministry.com

 

 

Pastor Djohan

SHEEP GATE
FAMILY

Copyright © 2011, SHEEP GATE MINISTRY